08117992581

Tingkatkan Pelayanan Bebas Pungli, Lapas Kelas IIA Metro Bentuk Tim Satopspatnal

$rows[judul]

Kota Metro, A1BOS.COM - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kota Metro menggelar apel deklarasi bersama ASN pemasyarakatan dan warga binaan pemasyarakatan di halamannya dengan tema real zero handphone dan sarana komunikasi lainnya, Jum'at (10/11/2023).

Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Kota Metro, Muchamad Mulyana mengatakan, kegiatan tersebut sebagai upaya Lapas Metro memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat narapidana agar bebas dari pungli.

"Juga terkait dengan pemberantasan narkotika, peredaran gelap narkotika dan mencegah masuknya barang-barang terlarang khususnya seperti handphone," ujarnya.


Ia menuturkan, larangan warga binaan pemasyarakatan membawa handphone karena handphone bisa menjadikan suatu alat yang bisa mengendalikan narkoba.

"Dan kegiatan deklarasi ini juga akan dilakukan oleh seluruh petugas kemudian kita meminta komitmen pada seluruh warga binaan dan tahanan," jelasnya.

Mulyana menyampaikan, setelah kegiatan deklarasi pihaknya akan melanjutkan rapat evaluasi dengan seluruh jajaran petugas Lapas.

"Jadi instruksi dari pimpinan pada seluruh Lembaga Pemasyarakatan zero pada hp pungli narkoba. Dan itu tentunya harus kita lakukan upaya dengan keras, kita mencekal, mencegah terjadinya penyelundupan-penyelundupan barang yang terlarang seperti hp," tegasnya.

Mulyana menambahkan, setelah pihaknya mencekal dan mencegah barang-barang terlarang masuk ke dalam Lapas, Ia mulai meningkatkan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat agar tidak adanya pungli di Lapas Metro.

"Jadi kita juga memberantas narkoba sesuai dengan arahan dari pimpinan, petunjuk serta arahan dari pimpinan," imbuhnya.

Pihaknya menjelaskan, terdapat 3 kunci untuk pemasyarakatan maju.

"Yang pertama adalah dengan melakukan deteksi dini, kemudian memberantas narkoba dan membangun sinergitas back to basic dalam arti kembali kepada pelaksanaan tugas-tugas ini dengan menjaga marwah pemasyarakatan," jelasnya.

"Bagaimana pelayanan kepada pemasyarakatan itu kita lakukan sesuai dengan ketentuan, sesuai dengan kebijakan yang telah digariskan begitu juga dengan pembinaan terkait dengan narapidana di Lembaga Pemasyarakatan," lanjutnya.

Mulyana memaparkan, Lapas Metro telah membentuk tim untuk mengetahui ada tidaknya penyelundupan di dalam Lapas.

"Jadi kita telah membentuk tim yang namanya Satuan Operasi Kepatuhan Internal (Satopspatnal), dimana kita membentuk satuan ini untuk melakukan pengawasan disetiap pelayanan yang dilakukan baik layanan internal maupun layanan internal," terangnya. 

Selain itu pihaknya juga telah memberikan edukasi kepada keluarga Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) bahwa setiap pelayanan yang diberikan oleh petugas Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kota Metro tidak dipungut biaya apapun.

"Saya berharap masyarakat juga dapat mematuhi ketentuan dan aturan yang dilakukan. orang tidak melakukan upaya-upaya penyelundupan, dan petugas juga untuk tetap menjaga komitmennya dalam bertugas, sehingga pelaksanaan tugas ini dapat berjalan baik dan lancar. Berjalan dengan aman sesuai dengan tujuan apa yang menjadi sistem pemasyarakatan," harapnya.

"Kami juga sering melakukan edukasi pelayanan kepada masyarakat dengan membuka pelayanan satu pintu yang mana didalamnya terdapat ruang informasi, ruang pengaduan. Informasi apapun yang masyarakat butuhkan dapat disampaikan kepada petugas yang telah kami tunjuk untuk menyampaikan informasi, agar informasi yang diterima oleh masyarakat jelas dan dapat dipahami tentang mekanisme dan aturan yang dilaksanakan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kota Metro," pungkasnya. (Aliando)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)