Semarang, A1BOS.COM - Komunitas Pengusaha Tangan Di Atas (TDA) wilayah Semarang menggelar kegiatan Halal Bihalal dan Panggung Inspirasi bertema “Transforming Content into Business Opportunities” pada 10 April 2026. Acara yang berlangsung di Ballroom Oak Tree Emerald Hotel Semarang ini berlangsung meriah dan dihadiri pelaku usaha, perwakilan instansi, akademisi, hingga mahasiswa.
Kegiatan tersebut menjadi momentum silaturahmi pasca-Idulfitri sekaligus wadah edukasi bagi para pelaku usaha untuk memahami pentingnya konten digital dalam mengembangkan bisnis di era modern.
Ketua TDA Semarang, Eko Novianto, dalam sambutannya menyampaikan harapannya agar kegiatan ini mampu memperkuat kolaborasi antar anggota dan melahirkan pengusaha muda baru, khususnya dari kalangan generasi Z.
“Harapan kami seluruh peserta dan tamu undangan dapat terus berkolaborasi dan bersinergi bersama, sehingga terbentuk pengusaha-pengusaha muda, terutama dari Gen Z yang memiliki semangat tinggi dalam berwirausaha,” ujar Eko.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Wilayah TDA Jawa Tengah, Rahmat, turut memaparkan rencana kegiatan nasional yang akan digelar komunitas tersebut dalam waktu dekat.
Ia menyampaikan bahwa ajang Pesta Wirausaha Nasional (PWN) 2026 akan diselenggarakan di Jakarta pada Juni 2026. Rahmat mengajak seluruh peserta untuk berpartisipasi dalam kegiatan tersebut guna memperluas jaringan bisnis dan memperkuat sinergi antar wirausaha di Indonesia.
“Melalui PWN 2026, kami ingin para pengusaha di seluruh Indonesia dapat saling bersinergi dan bertumbuh bersama. Ini momentum besar yang sayang untuk dilewatkan,” kata Rahmat.
Kisah Inspiratif dari Nol hingga Sukses
Panggung inspirasi dalam kegiatan ini menghadirkan narasumber Wahid, seorang pengusaha otomotif sekaligus kreator konten yang dikenal melalui sejumlah platform digital seperti @omsecond, @mencarimobilimpian, dan @bispesona.
Dalam sesi berbagi pengalaman, Wahid menceritakan perjalanan hidupnya yang dimulai dari keterbatasan ekonomi. Ia mengaku pernah menjalani masa sulit saat masih menjadi mahasiswa dengan kondisi tinggal di kamar kos berukuran sempit.
“Dulu saya memulai dari kondisi minus, bahkan saat kuliah saya tidur di kamar kos berukuran 2x1 meter. Namun dengan konsistensi dan memanfaatkan konten digital, saya bisa membangun beberapa usaha di bidang otomotif,” ungkap Wahid di hadapan peserta.
Ia juga menilai kegiatan seperti Halal Bihalal yang dikemas dengan konsep edukasi bisnis sangat penting untuk terus dilakukan.
“Kegiatan seperti ini harus terus diadakan agar TDA menjadi wadah belajar dan inspirasi bagi para pengusaha, khususnya di Semarang,” tambahnya.
Halal Bihalal sebagai Panggung Inspirasi Bisnis
Ketua TDA Semarang, Eko Novianto, menegaskan bahwa setiap pertemuan yang diselenggarakan komunitasnya tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga harus menghadirkan nilai inspiratif bagi anggota.
“Kebiasaan kami di TDA Semarang, setiap pertemuan harus menjadi panggung inspirasi, bukan hanya sekadar ajang saling mengenal antar anggota,” jelasnya.
Acara berlangsung interaktif dengan sesi diskusi yang diwarnai antusiasme peserta dalam mengajukan berbagai pertanyaan seputar strategi membangun konten digital dan mengembangkannya menjadi peluang bisnis.
Dengan konsep yang memadukan silaturahmi dan edukasi, kegiatan Halal Bihalal TDA Semarang diharapkan mampu mendorong tumbuhnya ekosistem kewirausahaan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi digital, sekaligus melahirkan lebih banyak pengusaha muda yang kreatif dan inovatif di wilayah Semarang dan sekitarnya. (Red)
Tulis Komentar