08117992581

PATRI Lampung Gelar Halal Bihalal dan Rakerda, Dorong Konsolidasi Anak Transmigrasi

$rows[judul]

Pesawaran, A1BOS.COM – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Perhimpunan Anak Transmigrasi Republik Indonesia (PATRI) Provinsi Lampung menggelar Halal Bihalal dan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) di Museum Ketransmigrasian Lampung, Desa Bagelen, Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, Sabtu (11/04/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Memperkuat Konsolidasi Anak Transmigrasi untuk Lampung Maju dan Berkeadilan” ini dihadiri Ketua Umum DPP PATRI Bambang Sulistyo, S.E., M.M., Sekretaris Jenderal DPP PATRI Imam Muhadi, Gubernur Lampung yang diwakili Asisten I Pemerintah Provinsi Lampung Dr. Muhammad Firsada, Ketua DPD PATRI Lampung Prof. Dr. KH. Moh. Mukri, M.Ag., serta pengurus PATRI kabupaten/kota se-Provinsi Lampung.

Selain halal bihalal dan rakerda, kegiatan juga dirangkaikan dengan kunjungan ke museum serta pemberian tali asih kepada puluhan warga Desa Bagelen yang merupakan desa tujuan transmigrasi pertama di Indonesia.



Museum Transmigrasi Perlu Menjadi Sumber Semangat Baru

Ketua Pelaksana kegiatan, Dr. KH. Andi Warisno, M.M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum untuk menghidupkan kembali semangat transmigrasi.

Ia menilai Museum Ketransmigrasian Lampung memiliki nilai sejarah penting, bahkan disebut sebagai satu-satunya museum transmigrasi di Indonesia.


“Museum transmigrasi ini satu-satunya di Indonesia. Mudah-mudahan dengan kita berkumpul di sini menjadi awal semangat baru agar sejarah transmigrasi tetap lestari dan menjadi inspirasi bagi kemajuan masyarakat transmigran,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan ini terdiri dari tiga agenda utama, yakni halal bihalal, rapat kerja daerah, dan kunjungan museum.

Ia juga menegaskan bahwa peran transmigran sangat besar dalam pembangunan Lampung.

“Kalau tidak ada transmigran di Lampung, mungkin Lampung hari ini masih hutan. Lebih dari 70 persen masyarakat di Lampung berasal dari transmigran yang berkontribusi dalam pembangunan daerah,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, pihaknya juga menyoroti persoalan lahan transmigrasi yang masih berstatus kawasan hutan.

“Masih banyak wilayah transmigrasi yang tanahnya berstatus kawasan. Harapannya, melalui kebijakan pemerintah saat ini, tanah-tanah tersebut dapat dilepaskan sehingga memberikan kepastian bagi masyarakat,” tambahnya.


Halal Bihalal Momentum Mempererat Persatuan

Ketua DPD PATRI Lampung, Prof. Dr. KH. Moh. Mukri, M.Ag., mengatakan bahwa halal bihalal menjadi sarana penting untuk memperkuat kebersamaan dan solidaritas antar anggota organisasi.

Ia menegaskan bahwa manusia tidak luput dari kesalahan, sehingga saling memaafkan menjadi bagian penting dalam menjaga keharmonisan organisasi.

“Momentum halal bihalal ini menjadi sarana untuk saling memaafkan, saling mendukung, dan memperkuat kebersamaan karena tidak ada manusia yang sempurna,” katanya.


Selain itu, ia menekankan bahwa PATRI harus hadir sebagai organisasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat, bukan menjadi sumber konflik.

“PATRI harus menjadi perekat persatuan. Orang yang terbaik bukan yang paling benar, tetapi yang paling memberi manfaat kepada orang lain,” ujarnya.

Ia juga mendorong agar kegiatan sosial seperti berbagi bantuan kepada masyarakat terus dilakukan secara berkelanjutan.

“Kegiatan berbagi kepada masyarakat harus terus dilakukan. Ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi bentuk nyata kehadiran organisasi di tengah masyarakat,” tambahnya.


PATRI Mitra Strategis Pembangunan Daerah

Gubernur Lampung melalui Asisten I Pemprov Lampung Dr. Muhammad Firsada menyampaikan apresiasi atas kontribusi PATRI dalam memperkuat persatuan dan pembangunan daerah.

Ia menyebut Lampung sebagai daerah yang memiliki sejarah panjang dalam program transmigrasi, sehingga peran organisasi seperti PATRI sangat strategis.

“Provinsi Lampung berkembang pesat berkat kontribusi besar masyarakat transmigran. Oleh karena itu, PATRI memiliki posisi strategis dalam menghimpun dan mengembangkan potensi generasi penerus transmigrasi,” katanya.


Ia juga menegaskan bahwa pemerintah membuka peluang kolaborasi dengan PATRI dalam berbagai sektor.

“Ke depan, peluang kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Lampung dan PATRI sangat terbuka, khususnya dalam penguatan SDM, pengembangan ekonomi kerakyatan, serta pemanfaatan teknologi dan digitalisasi,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah berkomitmen memberikan dukungan terhadap kegiatan PATRI.

“Kami percaya dengan kolaborasi yang kuat, PATRI dapat menjadi agen perubahan dalam mendorong kemajuan masyarakat transmigran di Provinsi Lampung,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, secara resmi Gubernur Lampung membuka kegiatan Rakerda PATRI Lampung.


Transmigran Harus Bangkitkan Rasa Percaya Diri

Ketua Umum DPP PATRI, Bambang Sulistyo, menyampaikan bahwa Lampung memiliki sejarah penting dalam perjalanan program transmigrasi di Indonesia.

Ia mengaku memiliki pengalaman pribadi sebagai anak transmigran, sehingga memahami berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat transmigrasi.

“Lampung ini luar biasa karena merupakan salah satu cikal bakal transmigrasi di Indonesia. Saya sendiri lahir dari keluarga transmigran, sehingga memahami suka duka kehidupan transmigrasi,” katanya.


Ia juga menyoroti stigma negatif terhadap masyarakat transmigran yang sering dikaitkan dengan kemiskinan.

“Transmigran sering diidentikkan dengan kemiskinan. Padahal kita bangsa yang hebat dan memiliki sejarah peradaban yang tinggi. Kita harus mengubah cara pandang itu,” ujarnya.

Menurutnya, melalui organisasi PATRI, masyarakat transmigran harus meningkatkan rasa percaya diri dan menunjukkan kemampuan bersaing di berbagai bidang.

“Melalui PATRI, kita harus menaikkan harga diri masyarakat transmigran agar tidak dipandang sebelah mata dan mampu bersaing dengan siapa pun,” tegasnya.


Rakerda Rumuskan Program Strategis 2026

Kegiatan Halal Bihalal dan Rakerda PATRI Lampung bertujuan untuk memperkuat konsolidasi organisasi serta merumuskan arah kebijakan strategis tahun 2026.

Melalui forum tersebut, pengurus DPD dan DPC PATRI se-Provinsi Lampung diharapkan mampu menyusun program kerja yang konkret serta menghasilkan rekomendasi strategis untuk mendukung pembangunan masyarakat transmigran.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat ukhuwah serta memperkuat solidaritas antar pengurus di berbagai tingkatan organisasi. (Red)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)