08117992581

Cara Membuat Konten dengan AI untuk Pemula, Mulai dari Mana?

$rows[judul] Keterangan Gambar : Ilustrasi: Dibuat dengan bantuan AI.

KOTA METRO, A1BOS.COM - Ingin membuat konten tetapi bingung harus mulai dari mana? Teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) bisa menjadi salah satu alat bantu bagi pemula.

Sekarang, membuat konten tidak selalu membutuhkan kemampuan desain, editing video, atau menulis yang tinggi. Sejumlah aplikasi AI bisa membantu mulai dari mencari ide, membuat draf tulisan, menyiapkan gambar, sampai mengedit video.

Namun, pemula tidak perlu langsung mencoba banyak aplikasi. Justru lebih baik memulai dari satu jenis konten dan memahami alurnya.

1. Tentukan Dulu Kontennya

Langkah pertama bukan membuka aplikasi AI, melainkan menentukan konten yang ingin dibuat.

Misalnya, ingin membuat konten tentang kuliner, wisata, UMKM, teknologi, olahraga, atau tips sehari-hari.

Tentukan juga bentuknya. Apakah artikel untuk website, postingan Instagram, video TikTok, atau video pendek untuk YouTube?

Pilihan ini akan menentukan alat yang dibutuhkan.

2. Cari Ide dengan Bantuan AI

Setelah menentukan topik, AI bisa digunakan untuk mencari ide.

Pengguna bisa meminta ChatGPT atau Gemini membuat beberapa gagasan konten berdasarkan topik yang dipilih. Misalnya, seorang pemula ingin membuat konten tentang kuliner lokal.

Perintahnya tidak perlu rumit.

“Berikan 10 ide konten tentang kuliner khas Kota Metro untuk pembaca usia 20-40 tahun.”

Dari hasil tersebut, pilih ide yang paling menarik. Jangan langsung menggunakan semua hasil AI. Pilih yang sesuai dengan kebutuhan dan pengetahuan yang dimiliki.

3. Buat Kerangka Konten

Setelah menemukan ide, langkah berikutnya membuat kerangka.

AI dapat membantu menyusun urutan pembahasan. Untuk artikel, misalnya, kerangka bisa terdiri atas judul, pembuka, beberapa poin utama, dan penutup.

Untuk video pendek, kerangkanya bisa berupa pembuka, isi, dan penutup atau ajakan kepada penonton.

Tahap ini penting agar konten tidak melebar ke mana-mana.

4. Buat Draf, Jangan Langsung Dipublikasikan

AI kemudian bisa digunakan untuk membantu membuat draf.

Namun, hasil dari AI sebaiknya dianggap sebagai bahan awal. Jangan langsung menyalin dan mempublikasikannya.

Baca kembali setiap bagian. Periksa informasi, angka, nama orang, lokasi, tanggal, serta istilah yang digunakan.

Jika ada informasi yang penting, cari sumber lain untuk memastikan kebenarannya.

Cara ini juga membuat tulisan lebih terasa sebagai karya sendiri. Tambahkan pengalaman, contoh, atau sudut pandang yang memang dimiliki.

5. Buat Visual Pendukung

Konten tulisan biasanya membutuhkan gambar. Konten media sosial bahkan sangat bergantung pada visual.

Untuk bagian ini, pemula bisa menggunakan Canva. Canva saat ini memiliki berbagai fitur AI yang dapat membantu membuat desain, menulis teks, mengolah foto, hingga membuat materi video. (Canva)

Tidak harus membuat desain dari nol. Pemula bisa menggunakan template yang sudah tersedia, kemudian mengganti foto, teks, dan elemen desain sesuai kebutuhan.

Yang penting, jangan sampai gambar justru membuat informasi utama sulit dibaca.

6. Kalau Membuat Video, Mulai dari Video Pendek

Bagi pemula, video pendek biasanya lebih mudah untuk dipelajari.

Buat naskah singkat terlebih dahulu. Setelah itu siapkan foto atau video pendukung. Proses editing dapat dilakukan menggunakan aplikasi seperti CapCut.

CapCut menyediakan sejumlah fitur berbasis AI yang membantu pengguna membuat dan mengedit video, termasuk pembuatan video dari perintah teks serta berbagai fitur otomatis untuk mempermudah proses editing. (CapCut)

Tetapi hasil otomatis tetap perlu diperiksa. Potongan gambar, tulisan, suara, dan durasi setiap adegan harus disesuaikan kembali.

7. Berikan Sentuhan Sendiri

Ini bagian yang sering dilupakan pemula.

AI memang bisa membantu membuat konten lebih cepat. Namun, jika semua bagian diserahkan kepada AI, hasilnya bisa terasa seragam.

Karena itu, masukkan unsur yang berasal dari pembuatnya sendiri. Bisa berupa pengalaman, cara bercerita, pilihan kata, foto hasil jepretan sendiri, atau sudut pandang yang berbeda.

Untuk konten lokal, misalnya, pengalaman datang langsung ke sebuah tempat jauh lebih bernilai daripada sekadar meminta AI menjelaskan tempat tersebut.

Mulai dari Satu Konten

Pemula juga tidak perlu mengejar jumlah konten sejak awal.

Lebih baik membuat satu konten sampai selesai. Mulai dari menentukan ide, membuat kerangka, menyusun materi, membuat visual, mengedit, lalu mempublikasikannya.

Setelah itu, lihat bagian mana yang masih kurang.

Dari proses pertama tersebut, alur kerja bisa diperbaiki. Lama-kelamaan, pembuat konten akan menemukan cara kerja sendiri.

AI pada dasarnya hanyalah alat bantu. Ia bisa mempercepat pekerjaan, tetapi arah konten tetap ditentukan oleh pembuatnya.

Jadi, kalau baru ingin mulai membuat konten dengan AI, tidak perlu menunggu menguasai banyak aplikasi. Pilih satu topik, buat satu konten, lalu belajar dari prosesnya.(bs)


Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)