08117992581

Tutup AI Ideathon 2025 Gubernur Lampung Dorong Inovasi AI untuk Majukan Desa

$rows[judul]

Bandar Lampung, A1BOS.COM – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menutup rangkaian kegiatan AI Ideathon 2025 Lampung bertema “Desaku Maju” sekaligus menyerahkan penghargaan kepada para peserta terbaik, Rabu (07/01/2026), di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur Lampung.

Kegiatan yang merupakan kolaborasi Pemerintah Provinsi Lampung dengan Amazon Web Services (AWS) dan didukung Westcon-Comstor sebagai mitra distributor ini menjadi wadah pengembangan inovasi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI) untuk menjawab persoalan nyata di desa.

Sebanyak 164 peserta mengikuti program ini, terdiri dari 32 ASN terpilih, 51 mahasiswa, 44 tenaga pendidik, serta 37 peserta umum.

Mereka dibekali pelatihan cloud computing dan generative AI sejak 3 Oktober 2025, mulai dari pengenalan teknologi hingga praktik pengembangan aplikasi berbasis AI.

Dari seluruh peserta 25 orang terpilih mengikuti pelatihan lanjutan bersama pakar AWS.

Selanjutnya 10 peserta terbaik mendapat kesempatan mengikuti ujian sertifikasi AWS AI Practitioner Foundational.

Sebagai puncak kegiatan para peserta mengembangkan aplikasi AI untuk menjawab tantangan pembangunan desa di Lampung.

Dari proses tersebut lahir 41 aplikasi yang dinilai dewan juri dari Pemprov Lampung, AWS, dan Yayasan Sagasitas Indonesia selaku delivery partner.

Tiga aplikasi terbaik yang ditetapkan sebagai pemenang yakni AI Aqua Guard, sistem deteksi dini kualitas air kawasan tambak karya Brilian Amanat Taqwa, Agri Desa Go AI, asisten pintar pertanian desa karya Gani Sancahyo, serta Fitrah Learn, platform edukasi berbasis AI karya Farah Qotrunnada.

Ketiganya mempresentasikan inovasi langsung di hadapan gubernur dan jajaran.

Dalam kesempatan itu Rahmat Mirzani Djausal mengapresiasi ide-ide inovatif yang lahir dari kegiatan tersebut.

Ia menegaskan menuju Indonesia Emas 2045 daerah harus memperkuat inovasi dan pemanfaatan teknologi.

“Lampung selama ini ditopang sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan. Namun keterbatasan teknologi membuat produktivitas dan kesejahteraan petani serta nelayan belum optimal. Melalui inovasi berbasis AI kita ingin menghadirkan solusi konkret dari desa,” ujar Mirza.

Ia menilai teknologi dapat membantu mulai dari penentuan komoditas, pengendalian penyakit, hingga peningkatan produktivitas.

Menurutnya kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan generasi muda menjadi kunci agar Lampung tidak tertinggal dalam arus transformasi digital.

“Kolaborasi seperti inilah yang kita butuhkan agar Lampung tidak hanya mengejar ketertinggalan tetapi menjadi bagian dari arus utama inovasi digital nasional,” tegasnya.

Mirza juga berharap inovasi yang dihasilkan tidak berhenti pada ajang kompetisi semata tetapi dapat diimplementasikan menjadi produk, kebijakan, dan layanan publik yang dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.

“Mari kita pastikan ide-ide hebat yang lahir hari ini tidak berhenti di panggung penghargaan tetapi berlanjut menjadi produk, kebijakan, dan layanan nyata bagi masyarakat Lampung,” katanya.

"Melalui AI Ideathon 2025 Lampung Pemprov Lampung menegaskan komitmen mendorong transformasi digital, memperkuat ekosistem inovasi daerah, serta membuka kolaborasi strategis untuk mewujudkan desa yang maju, mandiri, dan berdaya saing di era digital," pungkas dia.

(Taklika)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)