08117992581

Presiden Prabowo Subianto Resmi Luncurkan Program Biodiesel B50 di Karawang

$rows[judul] Keterangan Gambar : Presiden Prabowo Luncurkan Biodiesel B50, Karawang. foto/istimewa

KARAWANG, A1BOS.COM - Presiden RI Prabowo Subianto resmi meluncurkan implementasi program mandatori bahan bakar biodiesel B50 di Rest Area KM 57 Tol Jakarta-Cikampek, Karawang, Jawa Barat, Kamis (9/7/2026) sore. Langkah strategis ini mengukuhkan posisi Indonesia sebagai negara pertama di dunia yang menerapkan kebijakan mandatori campuran bahan bakar nabati berbasis kelapa sawit sebesar 50 persen ke dalam minyak solar.

Presiden Prabowo tiba di lokasi sekitar pukul 14.20 WIB dengan mengenakan kemeja safari krem khasnya dan peci hitam. Sebelum memasuki podium utama, Kepala Negara menerima pemaparan teknis dari Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, terkait kesiapan teknis dan pasokan bahan baku kelapa sawit (Crude Palm Oil/CPO) nasional.

Dalam pidato sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa implementasi B50 bukan sekadar inovasi teknologi, melainkan sebuah tonggak sejarah penting untuk menegakkan kedaulatan dan kemandirian energi nasional dari ketergantungan impor.

"Indonesia resmi menjadi negara pertama di dunia yang menerapkan mandatori biodiesel B50. Ini bukan sekadar pencapaian teknologi, ini bukti Indonesia mampu memanfaatkan kekayaan alam sendiri untuk kepentingan rakyat sendiri. Dengan ini, kita tidak perlu lagi mengimpor solar dari luar negeri," ujar Presiden Prabowo dengan tegas.

Menariknya, di sela-sela pembahasan ketahanan energi, Presiden sempat menyisipkan kegelisahannya mengenai prestasi sepak bola nasional. Di hadapan para menteri, pengusaha, dan direksi BUMN, Prabowo menyampaikan pesan spontan agar sektor olahraga ikut dipacu seiring dengan kemajuan industri.

"Terus terang saja saya resah. Kita bisa B50 tapi tidak bisa masuk Piala Dunia, saya masih tidak puas. Saudara-saudara jangan anggap enteng sepak bola itu kehormatan ya," kelakar Presiden, seraya meminta pengusaha Boy Thohir yang hadir untuk meneruskan pesan tersebut kepada Ketua Umum PSSI Erick Thohir.

Selepas memberikan sambutan, Presiden Prabowo menekan sirine secara simbolis sebagai tanda resminya peluncuran mandatori B50 di seluruh Indonesia. Mengenakan kacamata hitam, Presiden kemudian bergerak ke area SPBU di Rest Area KM 57 untuk menyaksikan langsung proses pengisian perdana bahan bakar B50 ke dalam tangki sejumlah kendaraan bermesin diesel.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia yang mendampingi Presiden mengungkapkan bahwa transisi dari B40 ke B50 ini memberikan dampak ekonomi yang masif bagi kas negara. Kebijakan ini diproyeksikan mampu menghemat devisa negara hingga Rp170 triliun (setara 10 miliar dolar AS) per tahun karena penghentian total impor solar.

Selain penghematan devisa, program B50 diperkirakan mendongkrak nilai tambah CPO domestik dari Rp20,92 triliun menjadi Rp23,49 triliun, menyerap sekitar 2,1 juta tenaga kerja di sektor hulu hingga hilir sawit, serta mereduksi emisi gas rumah kaca hingga 44,46 juta ton CO2 sepanjang tahun 2026.

Secara teknis, regulasi ini mengacu pada Peraturan Menteri ESDM Nomor 4 Tahun 2025 dan Keputusan Menteri ESDM Nomor 257.K/EK.01/MEM.E/2026. Pemerintah memberikan masa transisi bagi badan usaha BBM hingga 30 September 2026 untuk menghabiskan sisa stok B40. Kementerian ESDM juga akan melakukan evaluasi berkala setiap tiga bulan guna memantau kepatuhan industri, di mana ketidakpatuhan akan dikenai sanksi administratif hingga pencabutan izin usaha.


Uji jalan (road test) komprehensif telah rampung dilakukan pada enam sektor utama pengguna mesin diesel, yakni otomotif transportasi, alat pertanian, alat berat pertambangan, angkutan laut, pembangkit listrik, serta lokomotif perkeretaapian. Hasil pengujian menunjukkan performa mesin tetap aman, optimal, bahkan diklaim lebih ramah mesin tanpa memerlukan penggantian filter bahan bakar hingga jarak 40.000 kilometer.

Dari sisi distribusi, PT Pertamina Patra Niaga menyatakan bahwa seluruh 126 terminal BBM di bawah naungannya telah siap menyalurkan dan melakukan pencampuran (blending) B50 secara nasional. Peresmian mandatori ini juga disaksikan secara hibrida di lima wilayah operasional strategis yang mewakili sektor industri pengguna, mulai dari pertambangan di Kutai Timur hingga terminal distribusi utama di Surabaya.

Turut hadir mendampingi Presiden dalam peresmian tersebut Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Kepala Badan Pengelola Investasi Danantara Rosan Roeslani, dan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri.(BS)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)