Kota Metro, A1BOS.COM - Maraknya kasus geng motor yang sering beraksi di Kota Metro, sebagian besar pelaku berasal dari luar daerah. Ironisnya kasus geng motor tersebut juga melibatkan beberapa pelajar dari kota setempat, Selasa (04/06/2024).
Dikatakan Kapolres Metro, AKBP Heri Sulistyo Nugroho, kejadian berawal pada tanggal 26 Mei 2024 sekira pukul 02.30 WIB. Dari dua geng motor yang berasal dari Lampung Timur, geng motor Thor dan geng motor tongkrongan orang senang (TOS) yang mengundang geng motor dari Bandar Lampung Kansas 408 serta geng motor Lampung Selatan, Tangkar.
"Geng motor dari Lampung Timur ini ngajak tawuran Kansas melalui IG untuk bertemu di Metro di Kelurahan Mulyojati, Kecamatan Metro Barat, kemudian Tangkar ini datang ke Kota Metro mencari tongkrongan geng motor di Kelurahan Mulyojati menggunakan kembang api," ungkapnya.

Sementara itu, dikarenakan jumlah geng motor Thor dengan geng motor tongkrongan orang senang jumlahnya kalah dengan geng motor Kansas dan Tangkar, akhirnya lari ke arah Rumah Sakit Muhammadiyah.
"Dari kejadian viral itu tim tekab 308 dipimpin langsung Kasat Reskrim ini melakukan penyelidikan dan bersama Polsek Metro Barat di tanggal 27 mengamankan anak yang berkonflik dengan hukum berinisial HRS, setelah kita kembangkan kita mendapatkan atas nama AWI dengan barang bukti senjata tajam berupa pedang," paparnya.
Selain itu, Polres Metro juga melakukan penyelidikan terhadap HRS dan AWI yang didapati membawa senjata tajam jenis pedang.
"Kemudian setelah dilakukan pengembangan kita dapatkan HF, HRF, dan AF di kediamannya. Kemudian kita lakukan penggeledahan dan mendapatkan satu bilah senjata tajam jenis pedang dan satu senjata tajam jenis celurit," katanya.
Kapolres menjelaskan, pada tanggal 29 Mei salah satu orang tua kooperatif membawa putranya untuk diserahkan ke Polres Metro guna dilakukan penyelidikan.
"Kemudian di tanggal 30 Mei Tekab 308 Polres Metro berhasil mengamankan RPP di kediamannya dan ditemukan barang bukti berupa satu sajam celurit warna gold dan satu jenis samurai," terangnya.
Kapolres memaparkan, pembentukan geng motor tersebut berawal dari sekolah serta para alumni sekolahnya.
"Jadi lebih ke internal sekolah yang dikenal kemudian bergabung lewat IG, ada juga nanti dari IG itu di-share ke media sosial lain siapa yang mau ikut bergabung dan di situ nanti mereka nongkrong," tandasnya.
Lebih lanjut Kapolres mengatakan, bahwa dirinya bersama tim terpadu Kota Metro sedang melakukan penyelidikan tentang apa yang melatarbelakangi anak-anak sekolah sampai membentuk geng motor.
"Sebagian yang sudah kita introgasi, bukan untuk melakukan tindakan kriminal ya, tapi nanti kita akan terus melakukan pendalaman apakah ada arah ke sana, jika memang nanti ada rencana kita akan coba untuk mencari solusi pemecahannya bagaimana anak-anak ini bisa berubah," tuturnya.
Heri menambahkan, kini Polres Metro sedang melakukan pendalaman terhadap anak yang turut serta dalam aksi geng motor tersebut.
"Sesuai dengan aturan yang ada kita tetap akan kedepankan undang-undang sistem peradilan anak undang-undang nomor 11 tahun 2012, kami bersama tim terpadu juga akan terus bersinergi bagaimana kita bisa bersama-sama melakukan upaya pencegahan dan pembinaan tidak hanya di hilirnya tetapi juga di hulunya," imbuhnya.
Hal yang sama juga disampaikan Sekda Kota Metro, Bangkit Haryo Utomo, narometer Provinsi Lampung ada di Kota Metro, dirinya sangat menyayangkan jika terdapat ada beberapa hal yang mencederai Kota Metro.
"Saya berpesan kepada para kepala sekolah khususnya orang tua beberapa waktu yang lalu sudah kita lakukan pembinaan terus-menerus melalui Pak Kapolres ada Jumat curhat, kemudian setiap hari Senin juga kita keliling ke sekolah menjadi inspektur upacara secara bergantian, melakukan pembinaan kepada kepala sekolah untuk menangani kenakalan remaja mengundang orang tua melakukan pembinaan dengan mengundang murid-muridnya," jelasnya.
Dirinya berharap, kepada orang tua jika anak-anaknya jam 23.00 atau jam 00.00 malam belum pulang, segera dicari, ditelpon.
"Saya mohon kepada orang tua kepada kepala sekolah mari sama-sama dengan Pemerintah Kota Metro dengan Polres Metro, kita sama-sama berkoordinasi agar ini tidak terulang kembali," tambahnya.
Menanggapi hal tersebut pemerhati anak Kota Metro yang juga sebagai Fasilatator Nasional Satuan Pendidikan Ramah Anak Provinsi Lampung, Prof. Dr. Sowiyah, M.Pd menuturkan, bahwa sebelum berbicara tentang hal-hal anak haruslah mengerti tentang komponen hak anak yang terdiri dari 4 point.

"Hak kelangsungan hidup adalah hak anak untuk mempertahankan hidup serta mendapatkan standar kesehatan dan perawatan yang baik. Hak kelangsungan hidup juga memberikan hak pada anak untuk mengetahui tentang keluarga dan identitas dirinya, yang kedua hak perlindungan anak adalah segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi anak dan hak-haknya agar dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi, secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi, yang ketiga hak tumbuh kembang berarti anak berhak mendapatkan pendidikan untuk meraih standar hidup yang layak. Standar hidup yang layak tersebut meliputi perkembangan mental, fisik, spiritual, sosial, dan moral. Dengan hak ini, anak-anak berhak untuk belajar di sekolah, bermain, dan beristirahat, dan yang ke empat hak partisipasi anak adalah keterlibatan anak dalam proses pengambilan keputusan tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan dirinya dan dilaksanakan atas kesadaran, pemahaman, serta kemauan bersama sehingga anak dapat menikmati hasil," bebernya.
Sowiyah menyampaikan, perlunya roll model Sekolah Ramah Anak sebagai pendamping sekolah pada jenjang SMA sederajat.
"Karena bullying di dalam itu banyak sekali dari bercanda memanggil nama orang tuanya jadi berkelahi SmackDown biru-biru jadi giginya patah, itu orang tuanya maju marah, bukan seperti itu nah ini sekolah juga harus aman," lanjutnya.
"Saran saya sebagai Fasilitator Nasional Satuan Pendidikan Ramah Anak, kita tim bisa kolaborasi kunjung ke sekolah melihat roll model sekolah ramah anak serta mencari tau permasalahan apa yang sering terjadi pada anak," pungkasnya. (Aliando)
Tulis Komentar