08117992581

Peroleh Predikat Pengampu, Wadir 1 RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro Sebut Kesehatan Itu Yang Utama

$rows[judul]

Kota Metro, A1BOS.COM - Dalam rangka meningkatkan pelayanan kesehatan, RSUD Jend. A. Yani Metro memperoleh predikat sebagai Rumah Sakit pengampu Kanker, Jantung, Stroke, dan Uro-Nefrologi (KJSU) di bawah Kementerian Kesehatan, Selasa (13/08/2024).

Hal tersebut bertujuan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di seluruh rumah sakit di Indonesia.

Dikatakan Wakil Direktur 1 RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro, Hasril Syahdu, bahwasanya RSUD Jenderal Ahmad Yani telah mampu menolong warga yang menderita penyakit KJSU.

"Nanti dipersiapkan seluruhnya sumber daya manusianya, alat kesehatannya, itu nanti dilengkapi di rumah sakit kita, untuk jantung udah ada dua dokter jantungnya, untuk stroke dokter sarafnya juga udah ada dua tempat kita, untuk kanker kita ada kerja bareng ya penanganannya dengan tim untuk penanganan kanker, diantaranya dr. Doni Sp. Onkologi, dr. Heri Sp. KHOM, dr. Ravles ,Sp. B Digestiv dan dr. Abdreas,Sp. Paru," jelasnya.

Sementara itu dirinya menuturkan, RSUD Jend. A. Yani telah memiliki dokter Uronefroligi.

"Spesialisnya kita ada dr. Muhammad Ridhaniar yang ngurusin gangguan fungsi ginjal, dimana gangguan fungsi ginjal kita sudah akomodir itu contohnya kaya Hemodialisa dengan inovasi kita yang menurut kita cukup lumayan keren ya," katanya.

Menurutnya, ruang Hemodialisa dengan konsep wisata hanya ada di RSUD Jend. A. Yani yang diketuai oleh dr. Emi khusus konsulen, ginjal, hipper tensi.

"Jadi kedepan karena RSUD Jend. A. Yani sudah menjadi rumah sakit pengampu maka seiring sejalan harapannya semua sarana dan prasaran terpenuhi dengan baik, Sumber Daya Manusia (SDM) terkelola dengan baik, tujuannya untuk mengobati pasien-pasien yang terkait KJSU tidak harus dirujuk keluar daerah lain," ungkapnya.

Dirinya menjelaskan, bahwa RSUD A. Yani mengedepankan kualitas pelayanan dan keselamatan pasien.

"Ketika ada masyarakat yang membutuhkan pertolongan segera yang sifatnya gawat darurat maka kita telah membentuk URC (Unit Reaksi Cepat) dan MAPS (Mobil Antar Pasien Sehat)," terangnya.

Hasril memaparkan, bahwa URC RSUD Jenderal Ahmad Yani ditujukan untuk menjemput pasien-pasien darurat di Kota Metro.

"Dengan kasus-kasus karena dia terkena serangan jantung, karena stroke itu supaya angka kematian di Kota Metro bisa ditekan, jadi meningkatkan umur harapan hidup di Kota Metro sesuai dengan targetnya Walikota Metro," bebernya.

"Sementara Walikota Metro itukan punya program yang luar biasa, kaya Jamapai salah satu implementasinya ada di RSUD Jend. A. Yani implementasi visinya juga ada di A. Yani menjadikan masyarakat Kota Metro sehat, sejahtera dan berbudaya," imbuhnya.

Menurut wakil Direktur 1 RSUD Jenderal Ahmad Yani, kunci utama kesejahteraan adalah sehat.

"Jika masyarakat sehat maka masyarakat bisa sejahtera. Tapi kalau sejahtera enggak sehat juga untuk apa, toh kesejahteraannya juga tidak bisa dinikmati. Dan jika berpendidikan kalau tidak sehat juga tidak bisa berkarya, jadi utamanya masyarakat atau kita harus sehat dahulu. Ketika sudah sehat maka bisa meraih pendidikan, kesejahteraan serta masyarakat pun akan berbudaya dan beretika," pungkasnya. (Aliando)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)