Keterangan Gambar : Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan DP3AP2KB Kota Metro Diah Meirawati, tengah menyampaikan materi. foto/dok.kominfo
METRO, A1BOS.COM - Perkawinan anak, bullying, dan penyalahgunaan narkotika, alkohol, psikotropika, serta zat adiktif lainnya (NAPZA) menjadi tiga persoalan yang disoroti Pemerintah Kota Metro pada peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026. Edukasi mengenai ketiga ancaman tersebut diberikan kepada pelajar melalui kampanye yang digelar di Aula SMP Negeri 1 Metro, Selasa (21/7/2026).
Kampanye menghadirkan narasumber dari DP3AP2KB Kota Metro, Kejaksaan Negeri Kota Metro, dan Dinas Kesehatan Kota Metro. Kegiatan dipandu Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan DP3AP2KB Kota Metro Diah Meirawati yang mewakili Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso.
Melalui kegiatan itu, peserta memperoleh edukasi mengenai dampak perkawinan anak terhadap kesehatan dan masa depan, bahaya penyalahgunaan NAPZA di kalangan remaja, serta upaya mencegah bullying agar lingkungan sekolah tetap aman, nyaman, dan inklusif.
Mewakili Wali Kota Metro, Diah Meirawati mengatakan Hari Anak Nasional menjadi momentum memperkuat komitmen seluruh pihak dalam memberikan perlindungan kepada anak.
“Melalui kampanye ini kami ingin meningkatkan pemahaman anak-anak, remaja, orang tua, dan seluruh elemen masyarakat tentang bahaya perkawinan anak, bullying, serta penyalahgunaan NAPZA. Anak-anak adalah generasi penerus bangsa yang harus kita jaga bersama agar dapat tumbuh sehat, memperoleh pendidikan yang layak, dan meraih masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
Ia mengatakan kolaborasi DP3AP2KB, Kejaksaan Negeri Kota Metro, dan Dinas Kesehatan Kota Metro menjadi bentuk sinergi lintas sektor dalam memberikan edukasi kepada para pelajar.
“Kami berharap setelah mengikuti kegiatan ini, para peserta tidak hanya memahami risiko dan dampak perkawinan anak, bullying, maupun penyalahgunaan narkoba, tetapi juga mampu menjadi pelopor dan agen perubahan di lingkungan sekolah, keluarga, serta masyarakat,” tambahnya.
Selama kampanye, peserta menerima materi mengenai dampak perkawinan anak terhadap kesehatan dan masa depan, bahaya penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja, serta langkah pencegahan bullying untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan inklusif.
Pemerintah Kota Metro berharap keterlibatan pemerintah, aparat penegak hukum, tenaga kesehatan, dunia pendidikan, orang tua, dan masyarakat semakin kuat dalam mendukung tumbuh kembang anak. Upaya tersebut juga menjadi bagian dari komitmen mewujudkan Kota Layak Anak agar setiap anak dapat tumbuh, belajar, dan berprestasi di lingkungan yang aman, sehat, serta bebas dari kekerasan.(kom/BS)
Tulis Komentar