Keterangan Gambar : Dawan Fleming. foto/dawnfleming forwardfrom50.
Kota Metro, A1BOS.COM -Usia 50 bagi sebagian orang mulai identik dengan masa persiapan pensiun. Karier sudah panjang, pengalaman sudah banyak, tetapi ruang untuk memulai sesuatu yang baru sering dianggap semakin sempit. Dawn Fleming justru mengalami sesuatu yang berbeda.
Memasuki usia tersebut, kehidupannya berubah setelah bisnis yang dibangunnya bersama sang suami mengalami masalah serius.
Kisah Dawn diceritakan dalam profil di situs Forward From 50. Dalam artikel tersebut disebutkan, Dawn dan suaminya, Tom, kehilangan bisnis setelah terkena dampak krisis finansial 2008. Kondisi keuangan mereka ikut terpuruk.
Pada usia ketika banyak orang mulai memikirkan masa pensiun, mereka justru harus memikirkan kembali bagaimana membangun kehidupan dari kondisi yang nyaris berubah total.
Kehilangan bisnis tentu bukan perkara kecil. Apalagi bisnis itu telah menjadi bagian dari kehidupan dan sumber penghasilan. Ketika semuanya berhenti, yang hilang bukan hanya pekerjaan. Ada rutinitas, rencana masa depan, dan rasa aman yang selama ini terbentuk dari pekerjaan tersebut.
Namun, Dawn tidak memilih berhenti.
Ia bersama suaminya kemudian mengambil jalan yang tidak biasa. Mereka melakukan perjalanan panjang menggunakan kapal layar. Perjalanan tersebut memberi mereka kesempatan untuk melihat kembali kehidupan yang selama ini dijalani, sekaligus mencari kemungkinan baru setelah perubahan besar yang mereka alami.
Dari pengalaman itulah Dawn mulai memasuki babak baru dalam kehidupannya. Ia kemudian menulis buku dan mengembangkan aktivitas yang berkaitan dengan membantu orang lain menemukan kehidupan yang mereka inginkan.
Perubahan tersebut menarik karena terjadi setelah sebuah kegagalan, bukan ketika semuanya sedang berjalan mulus.
Banyak orang membayangkan perubahan karier harus dimulai ketika masih muda. Usia 20-an dianggap sebagai masa mencoba berbagai pekerjaan. Usia 30-an untuk membangun karier. Memasuki 40-an mulai mengejar posisi atau mengembangkan usaha. Setelah 50, pilihan itu seolah semakin sedikit.
Pengalaman Dawn menunjukkan gambaran yang berbeda.
Memulai sesuatu pada usia 50 memang bukan perkara mudah. Tetapi seseorang yang sudah bekerja puluhan tahun sebenarnya tidak datang dengan tangan kosong. Ada pengalaman, jaringan, pengetahuan tentang dunia kerja, kemampuan menghadapi masalah, dan berbagai pelajaran yang diperoleh dari perjalanan sebelumnya.
Itulah yang membuat memulai kembali pada usia matang tidak sepenuhnya sama dengan memulai dari nol.
Dawn tidak menghidupkan kembali kehidupan lamanya persis seperti sebelum krisis. Ia justru menemukan bentuk kehidupan dan pekerjaan yang berbeda. Pengalaman kehilangan bisnis kemudian menjadi bagian dari cerita yang ia bawa ke babak berikutnya.
Di situlah kisahnya menjadi relevan bagi mereka yang sedang menghadapi perubahan karier. Kehilangan pekerjaan atau bisnis memang bisa terasa seperti akhir dari sebuah perjalanan. Tetapi kehidupan profesional seseorang tidak selalu harus berjalan dalam satu garis lurus.
Ada kalanya seseorang harus berbelok karena keadaan.
Ada yang kehilangan pekerjaan. Ada yang usahanya berhenti. Ada pula yang setelah puluhan tahun bekerja tiba-tiba menyadari bahwa bidang yang dijalani sudah tidak lagi sesuai.
Pada titik seperti itu, pengalaman masa lalu tetap bisa menjadi modal. Bukan untuk mengulang kehidupan yang sama, melainkan untuk mencari bentuk baru yang lebih sesuai.
Dawn Fleming akhirnya tidak menutup perjalanan kariernya ketika bisnisnya runtuh di usia 50. Ia justru membuka bab baru melalui pengalaman, perjalanan, dan pekerjaan yang berbeda.
Mungkin memang tidak semua orang harus melakukan hal yang sama.
Tetapi satu hal dari kisah Dawn cukup menarik untuk direnungkan: karier yang berakhir di usia 50 belum tentu berarti kehidupan produktif juga berakhir. Bisa jadi, yang selesai hanyalah satu bab.(*)
Tulis Komentar