08117992581

5 Lagu K-Pop yang Rasanya Seperti Menutup Satu Bab Kehidupan

$rows[judul] Keterangan Gambar : BTS-Springday. foto/pinterest

Kota Metro - Pernah mendengar sebuah lagu, lalu mendadak teringat seseorang yang sudah bertahun-tahun tidak ditemui?Padahal lagu itu tidak sedang bercerita tentang orang tersebut. Namun entah kenapa, ingatan langsung membawa kita ke sebuah tempat, sebuah perjalanan, atau masa tertentu yang sebenarnya sudah lama selesai.

Begitulah musik bekerja. Ia tidak mengenal urutan waktu.

Satu lagu bisa membawa kita kembali ke kamar kos ketika masih muda. Lagu lain mengingatkan pada perjalanan pulang setelah lembur. Bahkan lagu yang dulu biasa saja bisa terasa berbeda setelah sebuah hubungan berakhir.

K-Pop punya banyak lagu dengan kemampuan seperti itu. Bukan semuanya lagu sedih. Justru beberapa lagu terdengar biasa ketika pertama kali didengar. Maknanya baru terasa ketika kita mendengarkannya pada waktu yang tepat.

Berikut lima lagu K-Pop yang bisa terasa seperti sedang mengantar kita keluar dari sebuah fase kehidupan.

1. BTS – Spring Day

“Spring Day” punya suasana yang sulit dijelaskan hanya dengan kata sedih. Ada rasa rindu di dalamnya, tetapi juga ada kesabaran. Seolah seseorang tahu bahwa orang yang dirindukan tidak bisa ditemui sekarang, sehingga yang bisa dilakukan hanya menunggu waktu.

Perasaan seperti itu akrab dengan orang yang pernah kehilangan seseorang. Tidak harus karena kematian. Bisa juga karena jarak, perpisahan, atau kehidupan yang membawa dua orang ke arah berbeda.

Yang menarik, waktu terus berjalan tanpa meminta izin. Teman yang dulu setiap hari ditemui bisa tiba-tiba hanya menjadi nama di kontak. Rekan kerja yang dulu makan siang bersama mungkin sekarang tinggal kenangan. Kita pun berubah.

“Spring Day” cocok didengarkan ketika ingatan seperti itu muncul. Bukan untuk membuat kita semakin larut, tetapi karena terkadang memang ada orang yang tidak lagi berada di samping kita dan tetap punya tempat dalam ingatan.

2. DAY6 – You Were Beautiful

Judulnya sudah seperti kalimat yang diucapkan seseorang setelah semuanya selesai: kamu pernah begitu indah.

“You Were Beautiful” milik DAY6 tidak terdengar seperti lagu dari seseorang yang ingin membalas dendam. Justru sebaliknya. Ada semacam pengakuan bahwa hubungan itu pernah berarti.

Perasaan tersebut biasanya baru muncul setelah luka mulai reda. Ketika hubungan baru saja berakhir, kita cenderung mengingat bagian yang buruk. Setelah beberapa waktu, ingatan mulai bekerja dengan cara berbeda. Hal-hal kecil yang dulu dianggap biasa justru kembali muncul.

Percakapan sederhana. Tempat makan langganan. Lagu yang sering diputar bersama.

Kita akhirnya bisa mengingat semuanya tanpa harus berharap hubungan itu kembali.

Mungkin memang begitu cara sebagian orang berdamai dengan masa lalu. Bukan dengan menghapusnya, tetapi dengan berhenti memperdebatkan apa yang sudah terjadi.

3. AKMU – How can I love the heartbreak, you’re the one I love

Lagu AKMU ini punya persoalan yang lebih rumit. Bagaimana seseorang bisa menerima patah hati ketika orang yang membuatnya patah hati justru masih menjadi orang yang dicintai?

Pertanyaan itu tidak membutuhkan jawaban sederhana.

Dalam kehidupan nyata, keputusan untuk pergi sering kali tidak muncul karena perasaan sudah habis. Justru kadang sebaliknya. Perasaan masih ada, tetapi hubungan tersebut sudah tidak bisa diteruskan.

Hal seperti itu tidak hanya berlaku untuk percintaan. Kita juga pernah meninggalkan pekerjaan yang sebenarnya kita sukai. Meninggalkan kota yang sudah terasa seperti rumah. Atau berhenti mengejar sesuatu yang dulu begitu ingin dicapai.

Bukan karena semuanya tidak penting lagi.

Hanya saja, kehidupan kadang meminta kita memilih.

Lagu ini cocok untuk momen ketika kita tahu sebuah pintu harus ditutup, meski tangan masih ingin menahannya terbuka.

4. BIGBANG – Still Life

“Still Life” terasa berbeda. Lagu ini seperti seseorang yang sudah melewati cukup banyak hal, kemudian berhenti sebentar untuk melihat apa yang tersisa.

BIGBANG tidak lagi berada di titik yang sama seperti ketika mereka memulai perjalanan. Begitu juga pendengarnya.

Kita semua punya masa yang pernah terasa panjang, tetapi ternyata berlalu begitu cepat. Masa sekolah. Masa kuliah. Pekerjaan pertama. Teman-teman yang dulu hampir setiap hari bertemu. Orang yang pernah menjadi pusat perhatian.

Kemudian semuanya berubah.

Yang menarik dari “Still Life” adalah nuansa menerima perubahan itu. Tidak semua masa lalu harus dipanggil kembali. Sebagian cukup dikenang sebagai sesuatu yang pernah kita jalani.

Mungkin karena itu lagu ini terasa pas untuk orang yang sedang memasuki babak baru. Bukan karena hidup sebelumnya gagal, tetapi karena waktunya memang sudah lewat.

5. BTOB – Missing You

Lalu ada “Missing You” dari BTOB.

Lagu ini cocok untuk jenis kerinduan yang datang belakangan. Bukan ketika perpisahan masih baru, tetapi ketika kehidupan sudah kembali berjalan normal.

Kita sudah sibuk. Sudah punya rutinitas baru. Bahkan mungkin sudah jarang memikirkan orang tersebut.

Sampai suatu hari sebuah lagu terdengar.

Tiba-tiba kita ingat.

Bukan cuma wajahnya, tetapi juga suasana ketika masih bersama. Cara berbicara. Kebiasaan kecil. Tempat yang pernah didatangi. Hal-hal remeh yang ternyata justru paling sulit hilang dari ingatan.

Namun rindu tidak selalu berarti ingin kembali.

Kadang kita hanya sedang mengingat seseorang yang pernah menjadi bagian penting dalam hidup.

Lagu Terakhir, Bab Baru

Mungkin itu sebabnya lagu-lagu tertentu terasa berbeda ketika usia bertambah. Kita tidak lagi mendengarkannya hanya untuk mencari melodi yang enak. Kita mendengarkan cerita yang ternyata sedikit banyak mirip dengan cerita kita sendiri.

“Spring Day” berbicara tentang rindu. “You Were Beautiful” tentang kenangan. Lagu AKMU tentang keputusan yang sulit. “Still Life” tentang perubahan. Sementara “Missing You” membawa kita pada kerinduan yang datang setelah semuanya berlalu.

Kelima lagu itu tidak menawarkan resep untuk melupakan masa lalu. Memang tidak perlu.

Sebab hidup bukan buku yang harus dibuang setiap kali satu bab selesai. Halaman sebelumnya tetap ada. Kita hanya tidak lagi tinggal di sana.

Putar lagunya. Biarkan kenangan datang sebentar. Setelah itu, lanjutkan perjalanan. Masih banyak lagu lain yang menunggu.

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)