08117992581

Pencarian 8 Orang di Selat Sunda Masih Nihil, 7 SRU Dikerahkan

$rows[judul] Keterangan Gambar : Salah seorang anggota Basarnas mengamati wilayah laut di Selat Sunda, tak jauh dari Anak Gunung Krakatau. foto/basarnas

Pandeglang, A1BOS.COM - Tim SAR Gabungan memperluas pencarian delapan orang yang hilang kontak di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten. Memasuki hari kedua, tujuh Search and Rescue Unit (SRU) dikerahkan ke sejumlah sektor.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten Al Amrad mengatakan pencarian dilakukan secara maksimal dengan memperluas area penyisiran. Seluruh unsur dan sarana yang tersedia juga dioptimalkan.

“Hari kedua ini kami memperluas area pencarian dengan membagi tim menjadi beberapa SRU di sejumlah sektor. Seluruh sarana dan unsur yang terlibat kami optimalkan untuk menemukan delapan orang yang masih dalam pencarian,” ujar Al Amrad.

Dalam operasi SAR H2, KN SAR Tetuka 247 melakukan penyisiran di Sektor 2 dengan total jarak 68,3 nautical mile (NM). KAL Anyer menyisir area yang sama dengan total jarak 69,5 NM.

Pencarian juga dilakukan RIB 02 dan RIB 03 Lampung di Sektor 1 dengan total jarak 67 NM. Tim menyisir dan melakukan pemantauan visual di sekitar Pulau Sebesi, Pulau Sebuku, hingga kawasan Krakatau.

Sementara itu, RIB 02 Banten menyisir sepanjang Pulau Rakata dan Pulau Panjang. KP Sanjaya menyisir Sektor 4 dengan total jarak 67,3 NM. KRI Leuser dan KRI Lepu juga melakukan pencarian di sektor yang telah ditentukan.

Pantau Aktivitas Gunung Anak Krakatau

Sejumlah SRU melakukan pemantauan visual di sekitar Gunung Anak Krakatau dan Rakata Besar. Namun, hingga laporan diterima, penyisiran belum menemukan tanda-tanda keberadaan delapan orang yang dicari.

Pada pukul 13.31 WIB, SRU 1 menggunakan KN SAR Tetuka 247 melanjutkan pencarian berdasarkan titik koordinat SAR Map. Saat pencarian berlangsung, Gunung Anak Krakatau terpantau mengeluarkan material debu vulkanik cukup tebal.

Al Amrad menegaskan keselamatan personel tetap menjadi prioritas selama operasi berlangsung.

“Kami juga memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau. Saat terlihat adanya material debu vulkanik yang cukup tebal, kami tetap mempertimbangkan faktor keselamatan bagi seluruh personel. Pencarian akan terus dilakukan dengan menyesuaikan kondisi di lapangan,” jelasnya.

Hingga pukul 15.22 WIB, SRU 5 yang menggunakan KP Sanjaya masih melakukan pencarian sesuai titik koordinat SAR Map. Tim belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban.

Delapan orang yang masih dalam pencarian terdiri atas Warta (55), kapten kapal; Surakman (60), ABK; Heriyanto (49), guide; serta lima jurnalis.

Kelima jurnalis tersebut yakni M. Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, dan Donal yang merupakan jurnalis freelance.

Operasi SAR H2 melibatkan unsur Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten dan Lampung, USS Pandeglang, USS Merak, TNI, Polri, BPBD, KSOP, potensi SAR, media, keluarga korban, nelayan, serta masyarakat.

Sarana yang dikerahkan meliputi KN SAR Tetuka 247, KAL Anyer, KP Sanjaya, KRI Lepu, KRI Leuser, RIB 02 Banten, RIB 02 dan RIB 03 Lampung, drone thermal, serta berbagai peralatan SAR air, medis, komunikasi, dan pendukung lainnya.

Kondisi cuaca di wilayah pencarian terpantau cerah berawan. Angin bertiup dari selatan ke utara dengan kecepatan sekitar 14 knot. Tinggi gelombang berkisar 0,4 hingga 1 meter.

Al Amrad menegaskan Tim SAR Gabungan akan terus melakukan pencarian dan mengevaluasi perkembangan operasi secara berkala.

“Sampai saat ini hasil pencarian masih nihil. Kami tidak berhenti melakukan upaya pencarian. Setiap perkembangan di lapangan akan terus kami evaluasi untuk menentukan strategi berikutnya. Kami berharap delapan orang yang masih dalam pencarian dapat segera ditemukan,” pungkasnya.

Hingga hasil Operasi SAR H2, delapan orang masih dinyatakan dalam pencarian. Operasi akan terus dilaksanakan sesuai hasil evaluasi dan perkembangan situasi di lapangan.(rilis Basarnas)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)