08117992581

Bupati Egi Siagakan Layanan Kesehatan dan Jalur Evakuasi Hadapi Dampak Abu Krakatau

$rows[judul] Keterangan Gambar : Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama mengecek pelayanan di Puskesmas Kalianda. foto/diskominfo

Lampung Selatan, A1BOS.COM -Aktivitas Gunung Anak Krakatau yang mulai mereda belum membuat Pemkab Lampung Selatan menurunkan kewaspadaan. Layanan kesehatan dan kesiapsiagaan bencana tetap diperkuat.

Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama mengecek pelayanan di Puskesmas Kalianda dan Puskesmas Rajabasa, Selasa (8/9/2026). Ia juga memantau dampak abu vulkanik dan sarana evakuasi di Kecamatan Rajabasa.

Di Puskesmas Kalianda, tiga warga tercatat datang dengan keluhan gangguan saluran pernapasan, di antaranya batuk, setelah hujan abu vulkanik.

Egi meminta Dinas Kesehatan tidak menunggu warga datang ke fasilitas kesehatan. Tenaga kesehatan diminta turun langsung melayani masyarakat yang membutuhkan.

“Jangan menunggu masyarakat datang ke Puskesmas. Kita harus jemput bola dan memastikan masyarakat yang terdampak mendapatkan pelayanan kesehatan dengan cepat,” ujar Egi.

Selain pelayanan kesehatan, Egi meminta seluruh puskesmas memastikan ketersediaan masker untuk orang dewasa dan anak-anak. Pembagian masker harus disertai edukasi mengenai perlindungan dari sisa abu vulkanik di lingkungan.

“Kalau ada yang belum menggunakan masker, baik anak-anak maupun orang dewasa, berikan maskernya sekaligus edukasi. Jangan sampai kita lengah karena abu sudah terlihat mereda, sementara sisa abu masih berada di lingkungan,” imbuhnya.

Masyarakat juga diimbau menggunakan kacamata saat beraktivitas di luar rumah. Aktivitas di luar rumah diminta dikurangi jika tidak ada kepentingan mendesak selama sisa abu masih ditemukan.

Pemkab Lampung Selatan menyiagakan armada pemadam kebakaran dan mobil tangki milik Dinas Pekerjaan Umum. Armada itu disiapkan untuk membantu membersihkan lingkungan jika terjadi hujan abu susulan.

Egi juga meminta masyarakat yang mengalami gangguan saluran pernapasan segera mendatangi puskesmas terdekat.

“Masyarakat yang merasa mengalami gangguan pada saluran pernapasan agar segera datang ke Puskesmas terdekat. Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan siap memberikan pelayanan kepada masyarakat,” katanya.

Kesiapsiagaan juga diperkuat di Kecamatan Rajabasa. Egi mengecek jalur evakuasi, titik kumpul, dan sejumlah perangkat pendeteksi potensi tsunami di wilayah tersebut.

Pengecekan dilakukan di Kantor Kecamatan Rajabasa. Egi didampingi Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lampung Selatan Maturidi, Camat Rajabasa, serta perangkat daerah terkait.

“Jadi kita lanjut mengecek jalur evakuasi dan titik kumpul kalau terjadi hal-hal buruk. Di Kecamatan Rajabasa, di Kantor Kecamatan ini sudah ada titik kumpul dan tadi jalur evakuasinya juga kita cek,” ujar Egi, disela peninjauan.

Egi mengatakan simulasi evakuasi bencana di Kecamatan Rajabasa akan dilakukan secara rutin. Jalur evakuasi dan kapasitas setiap titik kumpul juga akan dipetakan lebih detail.

Lebar jalur, kapasitas, hingga daya tampung titik kumpul perlu diketahui. Dengan begitu, pemerintah dapat mengetahui kemampuan setiap titik kumpul dan kekurangannya ketika terjadi kondisi darurat.

“Jadi, kita benar-benar punya gambaran berapa daya tampung setiap titik kumpul. Jika terjadi kondisi darurat, kita tahu titik tersebut mampu menampung berapa orang dan berapa kekurangannya. Kalau masih kurang, dari sekarang kita siapkan untuk mengantisipasi kebutuhan ke depan,” jelasnya.

Egi juga memeriksa perangkat pendeteksi potensi tsunami. Secara umum, perangkat tersebut berfungsi dengan baik. Namun, satu perangkat masih dalam tahap perbaikan dan sudah dilaporkan kepada pemerintah pusat.

Kebutuhan perbaikan dan kekurangan sarana diminta dicatat secara rinci. Pemerintah daerah akan memasukkan kebutuhan anggaran jika diperlukan.

“Kalau memang membutuhkan anggaran, kita masukkan di anggaran. Jadi kita lakukan simulasi, supaya masyarakat benar-benar sudah terlatih,” kata Egi.

BPBD juga diminta terus memantau jalur evakuasi dan memperkuat koordinasi lintas sektor. Simulasi diperlukan agar warga tidak hanya mengetahui jalur evakuasi dan titik kumpul, tetapi juga memahami tindakan yang harus dilakukan ketika sistem peringatan dini berbunyi.

“Alhamdulillah sudah ada titik kumpul yang saya cek hari ini. Kita tetap berdoa sama-sama semoga Kabupaten Lampung Selatan diberikan keselamatan, kedamaian dan kesehatan,” kata Egi.(diskom/bs)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)