Keterangan Gambar : Ilustrasi/pexels
Metro, A1BOS.COm - Nyeri lutut umum dialami seiring bertambahnya usia. Salah satu penyebab paling umum adalah osteoartritis, yang terjadi ketika tulang rawan pelindung sendi secara bertahap rusak.
Tulang rawan berfungsi sebagai bantalan antar tulang dan memungkinkan lutut bergerak dengan lancar. Ketika lapisan pelindung itu menipis, nyeri dan masalah lain dapat muncul serta memburuk seiring waktu.
“Osteoartritis dapat menyebabkan nyeri dan kekakuan lutut, yang dapat berdampak negatif pada tingkat aktivitas seseorang, risiko jatuh, suasana hati, dan kualitas hidup secara umum,” kata Dr. Abby Cheng, ahli bedah ortopedi di Washington University School of Medicine di St. Louis yang juga berspesialisasi dalam fisiatri, yaitu pengobatan dan rehabilitasi tanpa operasi untuk kondisi seperti artritis.
Dampak osteoartritis tidak hanya berkaitan dengan nyeri dan mobilitas. Kesulitan bergerak dapat menyebabkan seseorang absen dari pekerjaan dan kehilangan pendapatan. Kondisi itu juga dapat membuat orang enggan melakukan aktivitas fisik sehingga meningkatkan risiko penyakit kronis, termasuk penyakit jantung, kanker, dan diabetes.
Lebih dari 30 juta orang dewasa di AS menderita beberapa bentuk osteoartritis. Lutut merupakan sendi yang paling sering terkena. Meski kerap dikaitkan dengan usia lanjut, sekitar setengah kasus terjadi pada orang yang masih dalam usia kerja.
“Memiliki otot kaki yang lemah dan kelebihan berat badan atau obesitas meningkatkan risiko seseorang terkena osteoartritis lutut,” kata Cheng. “Wanita, orang dewasa yang lebih tua, orang dengan riwayat cedera lutut sebelumnya, dan mereka yang memiliki riwayat keluarga osteoartritis juga lebih mungkin mengalami kondisi tersebut.”
Penderita osteoartritis memiliki sejumlah pilihan untuk mengelola nyeri dan masalah mobilitas. Kebiasaan sehat, bersama perawatan medis bila diperlukan, juga dapat membantu memperlambat kondisi agar tidak memburuk.
“Mengonsumsi lebih banyak sayuran dan mengurangi makanan olahan atau makanan manis dapat mengurangi peradangan dalam tubuh, yang dapat mengurangi nyeri akibat osteoartritis di semua persendian,” kata Cheng. “Pengobatan umum lainnya untuk osteoartritis lutut meliputi penguatan otot paha, penggunaan penyangga lutut, mengonsumsi obat antiinflamasi, mendapatkan suntikan kortison dan lainnya, dan terkadang menjalani operasi penggantian lutut.”
Penyedia layanan kesehatan dapat bekerja sama dengan pasien untuk menyusun strategi individual dalam mengelola osteoartritis. Mereka juga dapat menghubungkan pasien dengan program dan sumber daya lain untuk membantu memulai serta mempertahankan perubahan gaya hidup sehat.
Bagi seseorang yang kelebihan berat badan, menurunkan berat badan sebanyak 10 pon dapat mengurangi tekanan pada lutut sebesar 40 pon pada setiap langkah. Pengurangan tekanan tersebut dapat secara signifikan mengurangi nyeri sendi.
Aktivitas fisik teratur juga dapat membantu mengurangi kemungkinan terkena osteoartritis. Berlari, meski kerap dianggap dapat merusak lutut, dapat menjadi bagian dari gaya hidup aktif yang bertujuan menurunkan risiko osteoarthritis.
Menjaga berat badan yang sehat juga dapat mengurangi tekanan pada persendian. Pola makan yang kaya biji-bijian utuh, buah-buahan, dan sayuran, serta membatasi makanan olahan dan makanan yang dimurnikan, dapat mendukung kesehatan secara keseluruhan dan membantu melindungi terhadap osteoartritis.
Riwayat keluarga juga bukan berarti seseorang pasti mengalami osteoartritis. Jutaan orang hidup dengan kondisi tersebut, sementara sejumlah langkah praktis dapat dilakukan untuk mengurangi risiko.
“Sebagian orang berpikir bahwa karena orang tua atau kakek-nenek mereka pernah menderita osteoartritis, mereka juga akan mengidapnya,” kata Cheng. “Dan meskipun benar bahwa osteoartritis dapat diturunkan dalam keluarga, bukan berarti seseorang tidak dapat melakukan apa pun untuk menurunkan risiko terkena penyakit tersebut.”
Tulis Komentar