08117992581

Nobar TDA Banjarbaru: Film Dokumenter Pesta Babi Jadi Ruang Literasi dan Empati untuk Papua

$rows[judul]

Banjarbaru, A1BOS.COM - Komunitas Pengusaha Tangan Di Atas (TDA) Banjarbaru menggelar nonton bareng (nobar) film dokumenter Pesta Babi di Sekretariat TDA Banjarbaru, Al-Fatih Kebab & Coffee, Senin, 18 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi ruang literasi kebangsaan sekaligus ajakan untuk menumbuhkan empati terhadap kondisi rakyat Papua.

Kegiatan yang berlangsung pada malam hari tersebut dimulai pukul 20.00 WITA hingga 23.00 WITA. Acara diawali dengan pemutaran film dokumenter Pesta Babi, dilanjutkan diskusi singkat, kemudian ditutup dengan panggung hiburan stand up comedy.

Nobar TDA Banjarbaru ini dihadiri lebih dari 50 peserta. Mereka terdiri dari member TDA Banjarbaru dan TDA Banjarmasin, mahasiswa, guru, dosen, hingga masyarakat umum.

Acara dipandu oleh Arion selaku Ketua TDA Banjarbaru dan Ibnu selaku Bendahara. Keduanya memoderatori jalannya kegiatan, mulai dari sesi pemutaran film hingga diskusi bersama peserta.


Selain menjadi ruang menonton dan berdiskusi, kegiatan ini juga menghadirkan hiburan stand up comedy dari tiga komika TDA Kalimantan Selatan. Mereka adalah Bang Hasan dari TDA Banjarbaru, Bang Rijal dari TDA Banjarmasin, dan Bang Mandala dari TDA Wilayah Kalimantan Selatan.

Ketua TDA Banjarbaru, Arion, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang hadir. Menurutnya, antusiasme peserta menunjukkan bahwa kegiatan literasi kebangsaan masih memiliki ruang yang kuat di tengah masyarakat.

“Terima kasih kepada seluruh peserta yang sudah hadir dan antusias mengikuti nonton bareng film dokumenter ini,” ujar Arion.

Arion menjelaskan, kegiatan nobar film dokumenter Pesta Babi ini digelar untuk menambah literasi kebangsaan mengenai kondisi rakyat Papua. Selain itu, agenda ini juga menjadi ikhtiar untuk membangun empati terhadap nasib masyarakat Papua.

“Tujuan agenda ini adalah untuk menambah empati terhadap nasib rakyat Papua, sekaligus penggalangan dana untuk rakyat Papua,” kata Arion.

Melalui kegiatan ini, TDA Banjarbaru berharap ruang-ruang diskusi publik dapat terus tumbuh. Tidak hanya sebagai sarana bertukar gagasan, tetapi juga sebagai jembatan untuk memperkuat kepedulian sosial dan kebangsaan.

Acara nobar TDA Banjarbaru tersebut menjadi salah satu contoh kolaborasi komunitas dalam mengemas isu kebangsaan secara lebih dekat dengan masyarakat, melalui film dokumenter, diskusi, dan hiburan kreatif. (Red)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)