08117992581

Kolaborasi TDA Banjarmasin dan FIF, Bahas Peluang Pembiayaan UMKM di Kalimantan Selatan

$rows[judul]

Banjarmasin, A1BOS.COM - Komunitas Pengusaha Tangan Di Atas (TDA) Banjarmasin bersama FIF menggelar pertemuan untuk membahas peluang kolaborasi pembiayaan produktif bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM di Kalimantan Selatan.

Pertemuan bertajuk “FIF Banjarmasin dan TDA Banjarmasin Bahas Peluang Kolaborasi Pembiayaan UMKM” tersebut berlangsung pada Jumat, 8 Mei 2026, di Kopitiam Pasang Dalam, Banua Anyar, Banjarmasin.

Kegiatan ini dihadiri sejumlah perwakilan TDA Banjarmasin, yakni Mas Arief, Mas Ilham, Mas Erial, Mas Rizal, Mas Zikro, serta Mas Hilmy selaku owner Pasang Dalam. Sementara dari pihak FIF hadir Dicky dan Ibnu.


Pertemuan tersebut menjadi ruang diskusi antara komunitas pengusaha dan lembaga pembiayaan dalam menjajaki kerja sama yang berorientasi pada pengembangan usaha anggota komunitas. TDA Banjarmasin dinilai memiliki jaringan anggota yang cukup besar, terutama dari kalangan pengusaha dan pelaku UMKM.

Di sisi lain, FIF hadir dengan sejumlah program pembiayaan UMKM yang dianggap potensial untuk membantu kebutuhan modal produktif para pelaku usaha. Sinergi ini diharapkan dapat membuka akses pembiayaan yang lebih mudah, kompetitif, dan relevan dengan kebutuhan pengusaha lokal di Kalimantan Selatan.

Pengurus TDA Banjarmasin, Mas Erial, menyampaikan sejumlah masukan terkait peluang kolaborasi antara komunitas TDA dan FIF. Beberapa poin yang dibahas antara lain skema referral closing kredit, potensi komisi komunitas yang dapat dialokasikan untuk kas TDA Banjarmasin, hingga penawaran bunga kredit kompetitif.

“Skemanya bisa dibuat saling menguntungkan. Misalnya ada referral closing kredit, kemudian komisi komunitas dapat dialokasikan untuk kas TDA Banjarmasin. Selain itu, penawaran bunga kredit yang kompetitif, dengan simulasi sekitar 1 persen per bulan, juga bisa menjadi daya tarik bagi anggota,” ujar Mas Erial.


Menurutnya, kolaborasi antara TDA Banjarmasin dan FIF dapat menjadi salah satu langkah strategis dalam mendukung pengembangan UMKM. Apalagi, banyak pelaku usaha membutuhkan akses pembiayaan produktif yang tidak hanya mudah dijangkau, tetapi juga memiliki skema yang jelas dan terukur.

Melalui pertemuan ini, TDA Banjarmasin dan FIF Banjarmasin mulai menjajaki kemungkinan kerja sama lebih lanjut. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi anggota komunitas, khususnya dalam penguatan modal usaha dan pemberdayaan pelaku UMKM di Kalimantan Selatan.

Pertemuan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem usaha lokal. Dengan adanya sinergi antara komunitas pengusaha dan lembaga pembiayaan, pelaku UMKM di Banjarmasin diharapkan memiliki lebih banyak pilihan untuk mengembangkan usaha secara berkelanjutan. (Red)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)