Lampung Timur, A1BOS.COM - "Jangan bermain api, kau terbakar nanti", mungkin pepatah itu yang pantas di ibaratkan pada kejadian yang menimpa MD oknum Kepala Desa Karang Anom Kecamatan Waway Karya, Kabupaten Lampung Timur.
Kejadian ini terjadi pada Rabu dini hari (02/03/2022) sekitar pukul 04.00 WIB, warga ramai-ramai menggerebek oknum Kepala Desa Karang Anom yang diduga sedang melakukan perbuatan perselingkuhan dan perzinahan.
Bermula dari kecurigaan akan gerak-gerik seorang oknum Kades, warga beramai-ramai membuntuti dan mendapati kades masuk ke rumah salah seorang wanita yang sedang tidak bersama suaminya karena merantau ke luar negeri.
Saat akan digedor, tiba-tiba MD keluar dari pintu belakang rumah tersebut, lalu warga menangkapnya dan melapor ke polisi. Saat itu juga, pihak kepolisian Polsek Waway Karya segera turun ke tempat kejadian perkara (TKP), lalu membawa MD untuk diamankan dan dimintai keterangan.
Warga pun ramai-ramai mendatangi Polsek, dan menyampaikan tuntutan. Adapun tuntutan warga agar oknum Kades segera membuat pernyataan secara tertulis untuk mengundurkan diri, serta keluarga sang oknum tidak dilibatkan dalam urusan Pemerintahan Desa Karang Anom kedepannya.
"Ini kejadian yang kedua kalinya, dia MD harus membuat pernyataan secara tertulis untuk mengundurkan diri dari jabatannya, dan kemudian kedepannya kami minta agar tidak ada keterlibatan keluarga Kades dalam urusan desa, apalagi dijadikan PJ", sebut warga saat berkumpul didepan kantor Polsek.
Oknum Kades pun akhirnya membuat surat pernyataan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Kepala Desa (Kades) Karang Anom, Kecamatan Waway Karya, Lampung Timur.
Surat pernyataan tersebut dibacakan oleh perwakilan warga Desa Karang Anom di hadapan Camat Waway Karya Achmad Naufal dan anggota kepolisian Polsek Waway Karya beserta puluhan masyarakat Karang Anom.
Dengan surat pernyataan tersebut terhitung hari ini, Rabu (02/03/2022) MD meletakkan tugas dan tanggung jawab sebagai Kepala Desa Karang Anom beserta istri dan anak saya yang menjabat sebagai perangkat desa.
Ditempat terpisah, Camat Waway Karya Achmad Naufal, S.E,M.M membenarkan kejadian penggerbekan tersebut. Pihaknya belum bisa mengambil kesimpulan, karena ia belum menerima surat pernyataan yang dibuat oleh oknum Kades Karang Anom.
"Kami akan pelajari dulu dan akan kita sampaikan ke Pak Bupati melalui Denas (PMD) Kabupaten Lampung Timur," ungkapnya. (Heri)
Tulis Komentar