Keterangan Gambar : Perencanaan liburan, tanpa bikin dana bulanan boncos. foto ilustrasi/unsplash
Kota Metro, A1BOS.COM - Liburan menjadi salah satu cara untuk melepas penat dari rutinitas. Namun, rencana bepergian tetap perlu disiapkan dengan matang agar biaya perjalanan tidak mengganggu kebutuhan sehari-hari setelah pulang.
Artikel ini diadaptasi dari sejumlah panduan pengelolaan keuangan dan perjalanan, antara lain Fidelity, Guardian Life, dan Lonely Planet. Prinsip utamanya adalah menghitung kebutuhan sejak awal, menyiapkan dana secara bertahap, serta memisahkan uang liburan dari anggaran untuk kebutuhan rutin.
Dengan cara tersebut, liburan tidak perlu dibiayai dengan mengorbankan kebutuhan utama. Uang perjalanan juga sudah tersedia ketika waktu keberangkatan tiba.
Langkah pertama adalah menghitung seluruh perkiraan biaya perjalanan. Jangan hanya memasukkan tiket dan penginapan.
Hitung pula biaya transportasi selama perjalanan, makan, aktivitas wisata, tiket masuk tempat wisata, asuransi, hingga kebutuhan kecil lainnya.
Setelah mendapatkan perkiraan total, tambahkan dana cadangan. Besarnya bisa disesuaikan dengan jenis perjalanan dan kondisi keuangan.
Dana cadangan penting untuk mengantisipasi pengeluaran yang tidak masuk dalam perhitungan awal. Misalnya, biaya transportasi tambahan, perubahan jadwal, atau kebutuhan mendadak selama perjalanan.
Setelah mengetahui total biaya, tentukan berapa lama waktu yang tersedia sebelum keberangkatan.
Target tersebut kemudian dibagi berdasarkan jumlah bulan yang tersisa.
Misalnya, biaya liburan diperkirakan Rp12 juta dan keberangkatan masih enam bulan lagi. Artinya, perlu disiapkan sekitar Rp2 juta setiap bulan.
Jika angka tersebut terlalu besar, jangan memaksakan diri. Ada beberapa pilihan yang bisa dilakukan, seperti mengurangi biaya perjalanan, memilih tujuan yang lebih murah, atau memperpanjang waktu menabung.
Dengan begitu, tabungan liburan tetap berjalan tanpa membuat keuangan bulanan tertekan.
Uang untuk liburan sebaiknya tidak dicampur dengan uang belanja sehari-hari.
Buat rekening atau tempat penyimpanan khusus untuk dana perjalanan. Setiap menerima gaji atau pemasukan, sisihkan sejumlah uang sesuai target.
Cara ini membuat perkembangan tabungan lebih mudah dipantau. Uang yang sudah masuk ke pos liburan juga tidak mudah terpakai untuk kebutuhan lain.
Transfer otomatis setelah menerima gaji bisa menjadi pilihan jika tersedia. Dengan begitu, menabung menjadi kebiasaan rutin, bukan sekadar mengandalkan sisa uang di akhir bulan.
Menabung untuk liburan tidak berarti semua uang harus dialihkan ke dana perjalanan.
Kebutuhan utama tetap menjadi prioritas. Makan, transportasi, tagihan, cicilan, dan dana darurat harus dipenuhi lebih dulu.
Dana liburan berasal dari uang yang memang tersedia setelah kebutuhan tersebut diperhitungkan.
Jika pada bulan tertentu ada pengeluaran besar, setoran untuk liburan dapat dikurangi sementara. Tidak perlu memaksakan target dengan mengambil uang dari pos kebutuhan wajib.
Perencanaan tidak berhenti setelah dana perjalanan terkumpul.
Selama liburan, buat pula batas pengeluaran harian. Pisahkan anggaran untuk makan, transportasi, aktivitas wisata, belanja, dan oleh-oleh.
Anggaran harian membantu menjaga pengeluaran agar tidak melebar.
Misalnya, jika dana untuk makan dan aktivitas selama lima hari sebesar Rp2,5 juta, berarti rata-rata tersedia Rp500 ribu per hari. Angka tersebut bisa menjadi batas agar pengeluaran tetap terkendali.
Waktu perjalanan juga memengaruhi besarnya anggaran.
Jika jadwal cukup fleksibel, pertimbangkan bepergian di luar musim ramai. Harga tiket, penginapan, dan sejumlah aktivitas wisata bisa lebih bersahabat.
Membandingkan harga sebelum menentukan tanggal keberangkatan juga penting. Selisih harga beberapa hari saja terkadang cukup besar.
Untuk perjalanan di Indonesia, pilihan tujuan juga bisa disesuaikan dengan anggaran. Tidak harus selalu pergi jauh. Destinasi di sekitar daerah tempat tinggal bisa menjadi pilihan jika tujuan utamanya adalah beristirahat dan mencari suasana baru.
Target dana liburan bisa lebih cepat tercapai dengan mengurangi pengeluaran yang tidak terlalu penting.
Jajan, belanja impulsif, atau langganan layanan yang jarang digunakan bisa dievaluasi.
Tidak berarti semua kesenangan harus dihentikan. Cukup pilih pengeluaran yang memang bisa dikurangi untuk sementara.
Uang yang berhasil dihemat kemudian dialihkan ke dana liburan.
Pemasukan di luar penghasilan rutin juga bisa membantu mempercepat target.
Bonus, honor tambahan, atau hasil menjual barang yang sudah tidak digunakan dapat dimasukkan ke tabungan perjalanan.
Cara ini membuat target lebih cepat tercapai tanpa harus menaikkan setoran bulanan secara drastis.
Mengatur dana liburan sebenarnya bisa dilakukan dengan perhitungan sederhana.
Target dana liburan = total biaya perjalanan + dana cadangan.
Kemudian:
Setoran bulanan = target dana liburan รท jumlah bulan sebelum keberangkatan.
Setelah mendapatkan angka tersebut, lihat kembali kondisi keuangan.
Jika setoran masih aman setelah kebutuhan wajib dan dana darurat terpenuhi, rencana perjalanan bisa dilanjutkan.
Namun, jika terlalu berat, jangan memaksakan diri. Kurangi anggaran perjalanan atau mundurkan jadwal sampai dana yang dibutuhkan benar-benar siap.
Dengan perencanaan seperti ini, liburan tidak hanya menyenangkan saat dijalani. Setelah pulang pun, kondisi keuangan tetap aman.(bs)
Tulis Komentar