Keterangan Gambar : Dana darurat bukan hanya untuk mereka yang bergaji besar. foto/ilustrasi.pexels
Kota Metro, A1BOS.COM -Dana darurat bukan hanya untuk mereka yang bergaji besar. Pekerja dengan penghasilan terbatas pun tetap bisa membangunnya, asalkan dimulai dari target yang realistis dan dilakukan secara konsisten.
Dana darurat merupakan uang yang sengaja disisihkan untuk menghadapi pengeluaran tidak terduga, seperti biaya kesehatan, perbaikan rumah atau kendaraan, hingga kehilangan penghasilan.
Dikuti dari Vanguard, Lembaga keuangan dan perencana keuangan di Amerika Serikat umumnya menyarankan dana darurat setara tiga sampai enam bulan pengeluaran pokok. Namun, target tersebut tidak harus dicapai sekaligus. Bagi pemula, membangun dana darurat bisa dimulai dari jumlah kecil.
Berikut strategi sederhana yang bisa diterapkan.
Kesalahan yang sering terjadi adalah menetapkan target terlalu tinggi sejak awal. Misalnya, langsung menargetkan dana darurat enam kali gaji.
Cara tersebut justru bisa membuat kegiatan menabung terasa berat.
Mulailah dengan target yang lebih mudah dicapai. Misalnya, satu kali pengeluaran pokok bulanan.
Hitung kebutuhan yang benar-benar harus dibayar, seperti makanan, tempat tinggal, listrik, air, transportasi, cicilan minimum, dan kebutuhan kesehatan.
Pengeluaran untuk hiburan, makan di luar, atau belanja yang bisa ditunda tidak perlu dimasukkan dalam hitungan kebutuhan pokok.
Setelah target pertama tercapai, dana darurat bisa dinaikkan secara bertahap menjadi dua bulan, tiga bulan, hingga enam bulan pengeluaran.
Fidelity, salah satu perusahaan jasa keuangan besar di Amerika Serikat, juga menyarankan orang yang baru mulai menabung untuk menetapkan target awal yang kecil sebelum secara bertahap membangun dana hingga tiga sampai enam bulan pengeluaran pokok.
Jangan menunggu uang tersisa di akhir bulan untuk menabung.
Cara yang lebih efektif adalah membayar diri sendiri terlebih dahulu. Begitu gaji masuk, langsung pindahkan sebagian uang ke rekening dana darurat.
Tidak harus besar.
Lima persen dari gaji bisa menjadi awal. Jika masih terasa berat, nominal tetap seperti Rp50.000 atau Rp100.000 per bulan juga tidak masalah.
Yang terpenting adalah konsistensi.
Misalnya, seseorang menyisihkan Rp100.000 setiap bulan. Dalam setahun, jumlahnya sudah menjadi Rp1,2 juta, belum termasuk bunga atau imbal hasil jika ada.
Vanguard juga menekankan pentingnya menetapkan target tabungan yang realistis. Bahkan, tabungan dalam jumlah kecil tetap dapat menjadi awal untuk membangun bantalan keuangan.
Menabung akan lebih mudah jika tidak bergantung pada ingatan atau kemauan setiap bulan.
Atur transfer otomatis pada hari gajian dari rekening utama ke rekening dana darurat.
Dengan cara itu, uang untuk kebutuhan sehari-hari otomatis berkurang sesuai anggaran yang sudah ditetapkan.
Prinsipnya sederhana: uang yang sudah dipisahkan jangan dianggap sebagai uang belanja.
Dana darurat sebaiknya tidak bercampur dengan rekening yang digunakan untuk transaksi sehari-hari.
Pemisahan tersebut membantu mengurangi godaan untuk menggunakan uang tersebut untuk kebutuhan yang sebenarnya bukan keadaan darurat.
Fidelity juga menyarankan dana darurat disimpan secara terpisah dari tabungan atau investasi lain agar lebih mudah dijaga penggunaannya. Dana tersebut sebaiknya berada pada instrumen yang mudah dicairkan ketika benar-benar dibutuhkan.
Untuk konteks Indonesia, rekening tabungan yang mudah diakses bisa menjadi pilihan sederhana.
Reksa Dana Pasar Uang (RDPU) juga dapat dipertimbangkan untuk sebagian dana, tetapi perlu dipahami bahwa RDPU bukan rekening tabungan dan pencairannya tidak selalu seketika. Karena itu, uang yang kemungkinan dibutuhkan dalam keadaan sangat mendesak sebaiknya tetap tersedia dalam bentuk yang benar-benar likuid.
Jika penghasilan terasa selalu habis, jangan langsung menyimpulkan bahwa gaji terlalu kecil.
Periksa terlebih dahulu ke mana uang pergi.
Catat seluruh pengeluaran selama satu sampai dua bulan. Dari sana biasanya akan terlihat pengeluaran yang sebenarnya bisa dikurangi.
Contohnya, langganan aplikasi yang jarang digunakan, biaya makan di luar, belanja impulsif, ongkos yang sebenarnya bisa dihemat, atau pembelian kecil yang dilakukan berulang kali.
Uang hasil penghematan tersebut jangan kemudian digunakan untuk pengeluaran lain.
Langsung masukkan ke dana darurat.
Setelah mencapai target pertama, jangan berhenti.
Misalnya, target awal adalah Rp1 juta. Setelah tercapai, naikkan menjadi Rp3 juta. Berikutnya, hitung kebutuhan pokok selama tiga bulan.
Target akhir dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing.
Orang yang masih lajang, memiliki pekerjaan relatif stabil, dan tidak memiliki tanggungan mungkin cukup berada di sisi bawah kisaran tersebut.
Sebaliknya, pekerja dengan penghasilan tidak tetap, memiliki banyak tanggungan, atau menghadapi risiko kehilangan pekerjaan yang lebih tinggi mungkin membutuhkan cadangan lebih besar.
Vanguard juga menyebut stabilitas pekerjaan, jumlah tanggungan, fleksibilitas pengeluaran, dan kestabilan pendapatan sebagai faktor yang perlu dipertimbangkan ketika menentukan besarnya dana darurat. (Vanguard)
Dana darurat bukan proyek yang harus selesai dalam satu atau dua bulan.
Yang lebih penting adalah membangun kebiasaan.
Rp50.000 yang disisihkan secara rutin lebih baik daripada menunggu memiliki gaji besar untuk mulai menabung.
Tujuan akhirnya bukan sekadar memiliki uang yang mengendap di rekening. Dana darurat berfungsi sebagai bantalan ketika kehidupan tidak berjalan sesuai rencana.
Ketika kendaraan rusak, ada kebutuhan kesehatan mendadak, atau penghasilan tiba-tiba berhenti, dana tersebut dapat membantu menutup kebutuhan tanpa harus langsung berutang.
CFPB menyebut tabungan darurat sebagai cadangan untuk menghadapi pengeluaran atau kondisi keuangan yang tidak direncanakan. Bahkan bagi orang yang hidup dari gaji ke gaji, menyisihkan sedikit uang tetap dapat memberikan perlindungan finansial. (Consumer Financial Protection Bureau)
Karena itu, tidak ada istilah terlalu kecil untuk memulai dana darurat.
Mulai dari yang mampu. Pisahkan dari uang belanja. Lakukan secara otomatis. Lalu naikkan target sedikit demi sedikit.
Dengan cara tersebut, dana darurat tidak lagi menjadi beban, tetapi menjadi jaring pengaman keuangan yang dibangun selangkah demi selangkah.(bs)
Tulis Komentar