Keterangan Gambar : ilustrasi/pexels
Kota Metro, A1BOS.COM - Mendapat tawaran pekerjaan baru tentu menyenangkan. Apalagi jika posisi yang ditawarkan lebih tinggi atau gajinya lebih besar daripada pekerjaan sekarang.
Namun, jangan buru-buru mengatakan iya.
Tawaran kerja bukan hanya soal angka di slip gaji. Ada sejumlah hal yang perlu diperiksa sebelum seseorang memutuskan pindah. Mulai dari isi pekerjaan, atasan, budaya perusahaan, sampai peluang karier dalam beberapa tahun ke depan.
Bahkan, kenaikan gaji yang terlihat besar belum tentu membuat kondisi finansial dan kehidupan sehari-hari menjadi lebih baik.
Panduan dari sejumlah pusat layanan karier juga menyarankan pencari kerja melihat tawaran secara menyeluruh, termasuk kompensasi, benefit, lokasi, posisi, lingkungan kerja, dan peluang pengembangan profesional.
Jadi, sebelum menerima tawaran kerja baru, cek enam hal berikut.
Gaji pokok memang penting. Namun, jangan berhenti pada angka tersebut.
Periksa seluruh paket yang ditawarkan perusahaan. Untuk pekerja di Indonesia, misalnya, komponen yang perlu diperhatikan antara lain THR, bonus, BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, uang makan, uang transportasi, tunjangan komunikasi, uang lembur, hingga fasilitas kesehatan.
Status kepegawaian juga tidak kalah penting.
Pastikan apakah posisi tersebut berstatus karyawan tetap atau kontrak. Periksa pula masa probation, mekanisme perpanjangan kontrak, dan ketentuan lain yang tercantum dalam surat penawaran.
Misalnya, pekerjaan baru menawarkan gaji Rp10 juta. Sekilas angka itu terlihat menarik dibandingkan gaji sekarang Rp8 juta.
Namun, jika pekerjaan baru tidak memiliki bonus, tunjangan transportasi, atau benefit lain yang selama ini diterima, selisihnya perlu dihitung kembali.
Panduan karier American Chemical Society juga menyarankan pencari kerja mempertimbangkan keseluruhan paket kompensasi sebelum menerima tawaran.
Jangan hanya melihat nama jabatan.
Posisi dengan titel yang terdengar lebih tinggi belum tentu menawarkan pekerjaan yang sesuai dengan harapan. Karena itu, pahami tanggung jawab sehari-hari sebelum menyetujui tawaran.
Cari tahu apa target posisi tersebut. Siapa yang akan menjadi atasan langsung? Berapa jumlah anggota tim? Bagaimana indikator keberhasilannya? Apakah posisi tersebut menggantikan karyawan lama atau merupakan posisi baru?
Pertanyaan terakhir cukup penting.
Jika posisi tersebut baru, bisa jadi perusahaan sedang berkembang dan membutuhkan tenaga tambahan. Namun, jika posisi itu berkali-kali ditinggalkan orang dalam waktu singkat, calon karyawan perlu mencari tahu penyebabnya.
Jangan sampai menerima pekerjaan karena tertarik pada jabatan, tetapi baru mengetahui beban sebenarnya setelah mulai bekerja.
Gaji dan jabatan mungkin terlihat menarik di atas kertas. Namun, atasan langsung sangat menentukan pengalaman seseorang di tempat kerja baru.
Cari tahu bagaimana gaya kepemimpinan calon atasan. Apakah terbuka terhadap masukan? Bagaimana cara memberikan evaluasi? Apakah pekerjaan sering dibawa ke luar jam kantor?
Jika memungkinkan, berbicara dengan orang yang pernah atau sedang bekerja di tim tersebut.
Budaya kerja juga perlu diperiksa. Misalnya, bagaimana komunikasi antaranggota tim, bagaimana perusahaan menangani konflik, apakah lembur menjadi kebiasaan, dan seberapa besar fleksibilitas kerja yang diberikan.
Pusat layanan karier University of Southern California memasukkan budaya organisasi, posisi, lokasi, kompensasi, benefit, dan peluang pengembangan sebagai bagian yang perlu dipertimbangkan ketika mengevaluasi tawaran kerja.
Artinya, pekerjaan yang terlihat menarik dari luar belum tentu cocok dengan cara kerja seseorang.
Sebelum pindah, jangan hanya mencari tahu tentang posisi yang ditawarkan. Cari tahu juga perusahaan yang akan menjadi tempat bekerja.
Bagaimana kondisi bisnisnya? Bagaimana reputasinya di industri? Apakah perusahaan sedang melakukan ekspansi atau justru efisiensi?
Pertanyaan lain yang penting adalah: mengapa posisi tersebut dibuka?
Jika perusahaan sedang tumbuh, posisi baru mungkin menawarkan peluang yang cukup besar. Sebaliknya, jika perusahaan sedang melakukan pengurangan tenaga kerja, calon karyawan perlu memahami risiko yang mungkin muncul.
Cari informasi mengenai perkembangan bisnis perusahaan, produk atau jasanya, sumber pendapatan, serta posisi perusahaan di industrinya.
Perhatikan juga tingkat pergantian karyawan di tim yang akan dimasuki.
Tidak perlu langsung menganggap tingginya angka karyawan keluar sebagai tanda buruk. Namun, kondisi tersebut layak ditanyakan agar keputusan tidak hanya didasarkan pada gaji dan jabatan.
Jangan hanya mengandalkan pembicaraan saat wawancara atau janji yang disampaikan melalui telepon.
Sebelum mengatakan iya, minta dan baca surat penawaran atau dokumen resmi dari perusahaan.
Setidaknya, periksa:
Jika ada janji penting yang sebelumnya disampaikan secara lisan, mintalah agar dicantumkan secara tertulis.
University of California Santa Cruz juga menyarankan pencari kerja memperoleh rincian tawaran secara tertulis sebelum melakukan evaluasi dan mengambil keputusan.
Ini penting karena ingatan mengenai percakapan bisa berbeda. Dokumen tertulis membuat kedua pihak memiliki acuan yang sama.
Kenaikan gaji Rp2 juta per bulan memang terdengar menarik. Namun, berapa sebenarnya keuntungan yang tersisa setelah biaya tambahan akibat pekerjaan baru?
Misalnya, gaji naik Rp2 juta. Tetapi pekerjaan baru membuat biaya transportasi bertambah Rp800 ribu per bulan dan biaya makan bertambah Rp500 ribu.
Secara sederhana:
Keuntungan bersih = tambahan penghasilan - tambahan biaya kerja
Dalam contoh tersebut, tambahan penghasilan Rp2 juta hanya menyisakan Rp700 ribu setelah dua biaya tambahan tadi.
Tentu, keputusan pindah kerja tidak bisa dihitung hanya dengan uang.
Waktu perjalanan juga perlu diperhatikan. Jika pekerjaan baru membuat waktu tempuh bertambah empat jam setiap minggu, berarti ada waktu tambahan yang harus diberikan untuk pekerjaan tersebut.
Belum lagi waktu bersama keluarga, kesempatan beristirahat, kesehatan, dan aktivitas di luar pekerjaan.
Sebaliknya, pekerjaan dengan kenaikan gaji kecil bisa menjadi pilihan menarik jika menawarkan sistem kerja hybrid, perjalanan lebih singkat, lingkungan kerja lebih sehat, atau kesempatan belajar yang lebih besar.
Karena itu, bandingkan keuntungan finansial dengan konsekuensi nonfinansialnya.
Tidak ada keharusan untuk langsung menerima tawaran begitu HR menyampaikan angka gaji.
Pencari kerja bisa mengucapkan terima kasih dan meminta waktu untuk mempelajari tawaran tersebut. Gunakan waktu itu untuk membaca dokumen, menghitung kompensasi, mencari informasi mengenai perusahaan, dan membandingkannya dengan pekerjaan sekarang.
American Chemical Society menyebut meminta waktu sekitar satu minggu untuk mempertimbangkan tawaran sebagai hal yang wajar.
Jika ada bagian yang belum jelas, tanyakan sebelum memberikan jawaban.
Termasuk jika ada komponen tawaran yang ingin dinegosiasikan.
Tawaran kerja baru tidak harus memiliki gaji paling tinggi untuk menjadi pilihan terbaik.
Yang lebih penting adalah kesesuaiannya dengan kondisi dan tujuan karier.
Pekerjaan baru idealnya memberikan kombinasi yang masuk akal antara kompensasi, pekerjaan, lingkungan, stabilitas perusahaan, peluang berkembang, dan kualitas hidup.
Sebaliknya, tawaran dengan gaji tinggi perlu dipikirkan ulang jika sejak awal sudah muncul terlalu banyak tanda tanya.
Sebelum mengatakan iya, coba jawab tiga pertanyaan sederhana:
Apa yang saya dapat?
Apa yang harus saya korbankan?
Ke mana pekerjaan ini membawa karier saya?
Kalau tiga pertanyaan itu sudah terjawab dengan jelas, keputusan menerima tawaran kerja akan jauh lebih rasional. Bukan sekadar karena tergoda melihat angka gaji yang lebih besar.
Tulis Komentar