08117992581

Selasa Produktif: Saatnya Menjaga Momentum Kerja

$rows[judul] Keterangan Gambar : ilustrasi/unsplash

Kota Metro, A1BOS.COM - Selasa sering menjadi hari yang biasa saja. Senin sudah lewat, tetapi akhir pekan masih terasa jauh. Tidak ada sensasi “awal pekan” seperti Senin, juga belum ada bayangan istirahat seperti Jumat.

Namun, justru karena itu Selasa bisa menjadi hari yang penting untuk menjaga ritme kerja.

Setelah melewati hari pertama, biasanya gambaran pekerjaan mulai terlihat. Mana yang harus segera diselesaikan, mana yang masih bisa ditunda, dan mana yang ternyata membutuhkan waktu lebih banyak dari perkiraan.

Di sinilah Selasa bisa dimanfaatkan untuk mengubah rencana menjadi pekerjaan nyata.

Bukan Sekadar Sibuk

Produktif bukan berarti harus mengerjakan sebanyak mungkin pekerjaan dalam sehari. Yang lebih penting adalah menyelesaikan pekerjaan yang memang perlu didahulukan.

Gagasan Peter Drucker tentang efektivitas kerja banyak menekankan pentingnya mengerjakan hal yang tepat. Sebab, seseorang bisa saja sibuk sepanjang hari, tetapi belum tentu menghasilkan sesuatu yang benar-benar penting.

Terlalu sering berpindah dari satu tugas ke tugas lain juga bisa membuat pekerjaan terasa tidak pernah selesai. Belum lagi gangguan dari pesan, media sosial, rapat, atau hal-hal kecil yang sebenarnya bisa ditunda.

Karena itu, ada baiknya berhenti sejenak pada Selasa dan bertanya: apa pekerjaan paling penting yang harus selesai hari ini?

Pertanyaan sederhana itu bisa membantu mengembalikan fokus.

Konsistensi Lebih Penting daripada Semangat Sesaat

Semangat bekerja memang menyenangkan. Saat sedang bersemangat, pekerjaan yang berat pun terasa lebih ringan. Masalahnya, semangat tidak selalu datang setiap hari.

Ada kalanya tubuh lelah, pikiran penuh, atau pekerjaan terasa membosankan. Pada kondisi seperti itu, yang menjaga seseorang tetap berjalan bukan lagi semangat, melainkan kebiasaan.

Thomas Edison dikenal dengan pandangannya tentang pentingnya kerja keras dan ketekunan dalam mencapai sesuatu. Gagasan tersebut masih relevan dalam dunia kerja sekarang.

Hasil besar biasanya tidak muncul dari satu hari yang luar biasa. Hasil itu terbentuk dari pekerjaan kecil yang dilakukan berulang kali.

Menyelesaikan tugas sesuai tenggat, membalas pesan penting, merapikan pekerjaan yang tertunda, atau menuntaskan satu tugas sebelum beralih ke pekerjaan lain mungkin terlihat sederhana.

Tetapi kebiasaan-kebiasaan itulah yang perlahan membentuk kepercayaan dan profesionalisme.

Jangan Menunggu Mood

Salah satu alasan pekerjaan tertunda adalah kebiasaan menunggu suasana hati membaik.

“Besok saja kalau sudah mood.”

Masalahnya, mood tidak selalu datang ketika dibutuhkan.

Ada hari ketika pekerjaan terasa berat meskipun sebenarnya tidak terlalu sulit. Ada pula saat seseorang sudah duduk di depan komputer, tetapi justru sulit memulai.

Dalam kondisi seperti itu, tidak perlu memikirkan seluruh pekerjaan sekaligus. Pilih satu tugas. Kerjakan selama beberapa menit. Setelah mulai bergerak, biasanya pekerjaan terasa lebih ringan.

Sering kali bukan motivasi yang membuat seseorang mulai bekerja. Justru setelah mulai bekerja, motivasi itu muncul. Karena itu, jangan terlalu menunggu kondisi yang sempurna. Mulai saja dari bagian yang paling mudah dikerjakan.

Waktu untuk Menata Ulang Target

Selasa juga bisa menjadi waktu untuk melihat kembali target selama sepekan. Target yang dibuat pada Senin mungkin ternyata terlalu banyak. Atau ada pekerjaan yang membutuhkan waktu lebih panjang dari perkiraan.

Tidak masalah. Rencana kerja bukan sesuatu yang harus dipertahankan mati-matian. Jika keadaan berubah, prioritas juga bisa disesuaikan.

Pekerjaan yang paling penting tetap harus didahulukan. Pekerjaan yang bisa ditunda sebaiknya tidak mengambil terlalu banyak waktu. Sementara tugas yang sudah tertunda perlu diberi batas waktu agar tidak terus menumpuk.

Dengan begitu, masalah tidak menunggu sampai Kamis atau Jumat untuk diselesaikan. Selasa menjadi semacam ruang untuk mengecek kembali arah sebelum minggu kerja berjalan terlalu jauh.

Mulai dari Satu Langkah

Tidak perlu menunggu perubahan besar untuk menjadi lebih produktif. Kadang, cukup memilih satu pekerjaan penting dan menyelesaikannya dengan baik.

Kurangi gangguan. Jangan terlalu sering berpindah pekerjaan. Selesaikan apa yang sudah dimulai sebelum membuka tugas berikutnya.

Hal-hal kecil seperti itu mungkin tidak langsung memberikan hasil besar. Namun jika dilakukan terus-menerus, dampaknya akan terasa.

Karier juga tidak dibangun dalam satu hari. Ia tumbuh dari pekerjaan yang diselesaikan, tanggung jawab yang dijalankan, tenggat yang dipenuhi, dan kebiasaan baik yang dipertahankan ketika tidak ada yang melihat.

Jadi, tidak perlu menjadikan Selasa sebagai hari yang istimewa. Cukup jadikan Selasa sebagai hari untuk tetap bergerak.

Satu pekerjaan selesai. Satu target tercapai. Satu langkah maju. Kadang, itu sudah cukup untuk membuat sisa pekan berjalan lebih ringan.

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)