Bandar Lampung,
A1BOS.COM - Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menyatakan akan mengkaji
ulang kebijakan terkait uang komite sekolah yang dinilai terlalu membebani
masyarakat.
Menurut Gubernur, saat ini pihaknya tengah melakukan evaluasi terhadap sejumlah
sekolah yang menerapkan iuran komite dalam jumlah tinggi. Ia menilai, biaya
pendidikan yang tinggi menjadi persoalan di Lampung dan perlu mendapatkan
perhatian khusus.
“Saya sedang cek, memang
ada sekolah yang menerapkan uang komite terlalu tinggi. Kasihan petani dan
masyarakat yang harus membayar mahal. Kami paham, biaya pendidikan saat ini
terlalu tinggi,” ujar Mirza, Selasa (20/05/2025)
Pertimbangannya, lanjut
Mirza, sekolah tidak memberatkan orang tua, tapi juga tidak membuat sekolah
kekurangan dana.
Menurutnya, kondisi
keuangan daerah saat ini cukup sulit karena mengalami defisit sangat besar.
“Guru honorer masih banyak yang menerima
gaji rendah, dan APBD kita sedang mengalami defisit yang sangat besar. Ini
menjadi kendala dalam mendukung pembiayaan sektor pendidikan,” ungkasnya.
Pemerintah Provinsi
Lampung, lanjut Mirza, tengah berupaya mencari titik temu agar dunia pendidikan
tetap berjalan optimal tanpa membebani masyarakat, sembari tetap memperhatikan
kesejahteraan tenaga pendidik.
Ia menegaskan bahwa fokus
utama pemerintahannya adalah pada penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM),
terutama melalui sektor pendidikan.
“Fokus kami adalah peningkatan kualitas SDM agar ke depan semakin baik. Maka
kebijakan apa pun di bidang pendidikan harus dikaji konsensus dan dampaknya
terhadap masyarakat,” pungkasnya. (JJ)
Tulis Komentar