Kota Metro, A1BOS.COM - Guna mendukung Program Ketahanan Pangan, Lapas Metro terus mengembangkan pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan, Jum'at (25/10/2024).
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Metro terus mengembangkan berbagai program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan. Hal tersebut guna mendukung program ketahanan pangan yang diamanahkan oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto dalam 6 Program Akselerasi.
Dikatakan Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Kota Metro, Gumilar Budirahayu, A.Md.IP., S.H., M.M., bahwa kini Lapas Metro telah memiliki berbagai program pembinaan kemandirian ketahanan pangan yang langsung diproduksi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) setempat, seperti produksi Ikan Lele, Kangkung, Pakcoy, Jahe, Tempe, Kacang Tanah, Ubi Jalar, Labu dan Buah Naga.

"Semuanya itu, dilakukan dengan memanfaatkan lahan kosong di area beranggang Lapas Metro. Untuk budidaya Ikan Lele saja, setidaknya telah memiliki kolam budidaya sebanyak 13 kolam, yang diantaranya adalah 8 kolam untuk Lele konsumsi, 4 kolam untuk pemijahan dan 1 kolam untuk indukan," ujarnya.
Menurutnya, dalam rentang waktu Januari sampai dengan Oktober 2024, Lapas Metro telah berhasil memanen sebanyak 1 ton lebih.
"Bulan Januari sampai Maret ialah masa tanam benih. Kemudian bulan April sampai Oktober, kami mulai melakukan pemanenan dengan interval sekitar setengah bulan sekali dan sebulan sekali. Dengan itu, Lapas Metro dapat menghasilkan lele rata-rata 1 kwintal lebih dalam sekali pemanenan," Terang Gumilar.
Sementara itu, untuk program pertanian Gumilar mengaku bahwa Lapas Metro juga mampu memproduksi sayur Kangkung dan Pakcoy sebanyak ratusan ikat dalam sekali panen, sedangkan untuk Jahe digunakan untuk memproduksi bubuk Jahe instan, yang kini tengah dipersiapkan untuk dipasarkan ke masyarakat, seperti halnya bubuk Kopi Premium Robusta yang telah merambah pangsa pasar di berbagai retail luar Lapas.
"Kemudian Tempe, Kacang Tanah, Ubi Jalar, Labu dan Buah Naga sedang dalam tahap pengembangan. Semoga dalam waktu dekat bisa dijual kepada masyarakat," ujar Gumilar.
Gumilar menjelaskan, bahwa hal tersebut merupakan bukti bahwa pembinaan kemandirian yang dilaksanakan Lapas Metro berhasil.
"Saya mengapresiasi jajaran atas keberhasilan itu. Dan ini merupakan sebuah pencapaian yang luar biasa," ucapnya.
Selain itu, Gumilar yang belum genap dua bulan memimpin Lapas Metro akan terus mengembangkan segala potensi yang ada, dengan memanfaatkan lahan kosong di area beranggang Lapas Metro demi mendukung program ketahanan pangan sebagaimana arahan Menteri.
"Semoga apa yang menjadi keinginan tersebut dapat segera terealisasi, sehingga Warga Binaan dan masyarakat dapat manfaat dari upaya yang kami lakukan ini," paparnya.
Lebih lanjut, Kalapas Metro dalam waktu dekat juga akan merealisasikan 6 poin program akselerasi lainnya dari arahan Menteri yakni, memberikan bantuan sosial kepada keluarga Warga Binaan yang tidak mampu. Bantuan sosial tersebut, nantinya berupa produk dari hasil program kemandirian yang dilakukan oleh Warga Binaan.
"Jadi bantuan nanti, murni dari hasil program kemandirian Warga Binaan, yang berupa produk perikanan maupun pertanian. Kami tidak membeli dari luar. Jadi dari mereka ya untuk mereka," imbuhnya.
"Saya berharap seluruh program yang sudah dijalankan dan tengah dilaksanakan di Lapas Metro terus mendapat dukungan dari berbagai pihak, mulai dari Pegawai sampai dengan stake holder terkait, sehingga seluruh program dapat berjalan sebagaimana mestinya," pungkasnya. (Aliando)
Tulis Komentar