08117992581

Ada Gudang Penimbunan BBM di Rumah Lurah yang Dibakar Massa di Lampung

$rows[judul]

Lampung Tengah, A1BOS.COM - Polres Lampung Tengah bergerak cepat menindaklanjuti dugaan penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi yang terjadi di Kecamatan Terusan Nyunyai, Lampung Tengah.

Kepala Kampung (Kakam) Gunung Agung, berinisial SI, turut diperiksa terkait temuan tersebut. Pemeriksaan dilakukan setelah lokasi penimbunan BBM diduga berada di belakang rumah milik SI.

“Tim gabungan dari Inafis dan Unit Tipidter Satreskrim telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) hari ini,” kata Kasi Humas Polres Lampung Tengah, Iptu Tohid Suharsono, dalam keterangan pers, Selasa (20/05/2025).

Polisi sebelumnya mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi, yang diduga kuat berkaitan dengan praktik penyimpangan distribusi BBM subsidi.

Barang bukti tersebut antara lain 11 kempu kosong berkapasitas 1.000 liter, 2 drum, 2 unit mobil Fuso, 44 jeriken ukuran 35 liter, 9 jeriken berisi solar (35 liter) dan 3 jeriken (10 liter), 1 unit mesin sedot lengkap dengan selang. 

Lalu 9 ember, 1 corong, dan 1 sekop, 1 unit sepeda motor utuh dan 4 unit sepeda motor yang terbakar, 1 unit mobil Panther dengan tangki modifikasi, 3 unit mobil pick-up, 1 alat ukur BBM, 1 drum yang telah dipotong dan dijadikan bak penampungan. 

“Seluruh barang bukti kini diamankan di Mapolres Lampung Tengah untuk proses penyidikan lebih lanjut,” ujar Tohid, mewakili Kapolres Lampung Tengah AKBP Alsyahendra.

Hingga kini, penyidik telah memeriksa enam orang saksi, termasuk SI selaku pemilik rumah sekaligus Kakam Gunung Agung.

Polres Lampung Tengah menegaskan tidak akan mentolerir praktik ilegal yang merugikan negara dan masyarakat.

“Siapapun yang terbukti melakukan pelanggaran hukum, akan kami tindak tegas tanpa pandang bulu,” tegas Iptu Tohid.

Langkah ini merupakan bentuk komitmen Polres Lampung Tengah dalam menjaga integritas distribusi BBM subsidi serta menjamin rasa keadilan di tengah masyarakat. (JJ)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)