08117992581

5 Anime yang Kelihatannya Main-Main, tapi Ceritanya Nggak Main-Main

$rows[judul] Keterangan Gambar : Salah satu adegan SpyxFamily. foto/imdb

Kota Metro, A1BOS.COM - Ada anime yang dari poster sampai episode pertamanya sudah memberi tahu kita bahwa ceritanya bakal berat. Ada juga yang justru datang dengan wajah konyol, karakter aneh, dan adegan yang membuat kita tertawa tanpa perlu berpikir terlalu jauh.

Jenis kedua ini yang kadang berbahaya.

Kita mulai menonton karena ingin hiburan. Satu episode lanjut ke episode berikutnya karena penasaran. Tiba-tiba karakter yang awalnya cuma dianggap lucu mulai terasa dekat. Ketika ceritanya masuk ke persoalan yang lebih serius, kita sudah telanjur ikut peduli.

Tidak semuanya akan cocok untuk semua orang. Ada yang ritmenya lambat, ada yang humornya kelewat absurd, dan ada pula yang membutuhkan beberapa episode sebelum daya tariknya terasa.

Tetapi kalau Anda menyukai anime yang tidak hanya mengandalkan satu rasa, lima judul dari periode 2020–2026 ini menarik untuk dicoba.

1. SPY×FAMILY (2022): Anya Memang Lucu, tapi Bukan Itu Saja

Kalau ada satu karakter yang paling mudah membuat orang mengenal SPY×FAMILY, jawabannya kemungkinan besar Anya Forger. Anak kecil dengan kemampuan membaca pikiran itu punya ekspresi wajah yang sering lebih lucu daripada dialognya.

Namun, menjadikan Anya sekadar sumber meme akan membuat kita kehilangan bagian menarik dari anime ini.

Loid membangun keluarga untuk menjalankan sebuah misi sebagai mata-mata. Yor masuk ke dalam keluarga tersebut dengan rahasianya sendiri sebagai pembunuh bayaran. Hanya Anya yang mengetahui rahasia keduanya.

Premis ini sebenarnya sudah cukup untuk membuat komedi berjalan panjang. Bayangkan seorang anak yang tahu ayah dan ibunya menyimpan identitas rahasia, tetapi tidak boleh membocorkannya.

Yang membuat saya lebih tertarik justru perubahan hubungan mereka.

Pada awalnya, keluarga Forger terasa seperti proyek sementara. Tetapi berbagai kejadian sehari-hari membuat Loid, Yor, dan Anya semakin nyaman satu sama lain. Misi yang awalnya menjadi alasan mereka bersama perlahan menjadi kurang penting dibandingkan hubungan yang terbentuk di rumah.

Tentu saja, SPY×FAMILY bukan anime tanpa kelemahan. Beberapa bagian terasa seperti kembali ke formula komedi yang sama, terutama ketika cerita terlalu lama bermain di situasi rumah tangga.

Tetapi ketika fokusnya kembali pada keluarga Forger, anime ini biasanya bekerja sangat baik.

Cocok untuk: penonton yang ingin komedi, aksi ringan, keluarga, dan sedikit romansa tanpa cerita yang terlalu berat.

2. Bocchi the Rock! (2022): Bukan Cuma Anime Band

Banyak anime tentang musik punya karakter yang ingin menjadi musisi hebat. Bocchi the Rock! mengambil jalan yang sedikit berbeda.

Hitori Gotoh sebenarnya sudah punya kemampuan bermain gitar sebelum cerita dimulai. Ia bahkan sudah lama berlatih sendiri. Masalahnya, kemampuan musik tersebut tidak otomatis membuatnya pandai bergaul.

Justru sebaliknya.

Bocchi sangat canggung ketika harus berhadapan dengan orang lain. Keadaan mentalnya sering diterjemahkan ke dalam visual yang tidak biasa. Tubuhnya bisa berubah menjadi bentuk absurd, ekspresinya berlebihan, dan kepanikannya kadang digambarkan seperti bencana nasional.

Di situlah komedinya bekerja.

Tetapi yang membuat anime ini lebih dari sekadar kumpulan lelucon adalah perkembangan Bocchi ketika mulai bermain bersama Kessoku Band. Ia tetap memiliki masalah dengan rasa percaya diri, tetapi sekarang ada orang lain yang mendorongnya untuk keluar dari kamar dan tampil di depan penonton.

Adegan panggung menjadi salah satu bagian yang menarik. Bocchi yang biasanya terlihat seperti ingin menghilang dari dunia justru bisa berubah ketika gitar sudah berada di tangannya.

Anime ini mungkin kurang cocok bagi penonton yang mengharapkan cerita musik yang serius atau realistis. Fokusnya tetap pada karakter dan komedi, bukan pada perjalanan sebuah band menuju kesuksesan besar.

Tetapi justru karena itu, ceritanya terasa ringan.

Dan untuk penonton yang pernah merasa gugup berada di tengah banyak orang, Bocchi bisa terasa terlalu dekat dengan kehidupan nyata.

3. The Dangers in My Heart (2023): Jangan Menilai Ichikawa dari Episode Awal

Saya harus memberi peringatan kecil untuk anime ini: jangan buru-buru memutuskan setelah beberapa episode pertama.

Kyotaro Ichikawa pada awal cerita memang bukan karakter yang mudah disukai. Ia menyendiri, punya imajinasi yang cukup gelap, dan sering membayangkan dirinya sebagai sosok yang berbeda dari anak sekolah pada umumnya.

Kemudian muncul Anna Yamada.

Yamada adalah siswi populer yang ternyata tidak sesempurna gambaran orang terhadap dirinya. Interaksi keduanya pada awalnya terasa canggung dan kadang membuat penonton bertanya-tanya ke mana sebenarnya anime ini akan membawa cerita.

Jawabannya datang secara perlahan.

Ichikawa mulai berubah karena hubungan tersebut. Bukan berubah menjadi orang yang sama sekali berbeda, tetapi mulai lebih memperhatikan orang lain dan berani mengambil keputusan yang sebelumnya mungkin tidak akan ia lakukan.

Perkembangan seperti ini yang menurut saya menjadi kekuatan terbesar The Dangers in My Heart.

Romansenya tidak dibangun hanya dengan adegan dramatis. Banyak momen penting justru berasal dari percakapan sederhana, tatapan, salah tingkah, atau keputusan kecil yang menunjukkan bahwa hubungan keduanya sudah berubah.

Kalau Anda tidak sabar dengan perkembangan yang pelan, anime ini mungkin terasa lambat di awal. Tetapi kalau mau memberi kesempatan, hasilnya jauh lebih memuaskan.

Dan ketika akhirnya mulai ikut menunggu perkembangan hubungan Ichikawa dan Yamada, kita sudah tidak bisa pura-pura tidak peduli.

4. Frieren: Beyond Journey’s End (2023): Musuhnya Bukan Raja Iblis, tapi Waktu

Frieren dimulai setelah kisah yang biasanya menjadi akhir sebuah anime fantasi selesai.

Raja Iblis sudah dikalahkan. Kelompok pahlawan sudah kembali. Petualangan besar berakhir.

Tetapi Frieren masih hidup.

Sebagai elf dengan umur yang jauh lebih panjang daripada manusia, ia melihat sepuluh tahun perjalanan bersama Himmel, Heiter, dan Eisen dengan cara yang berbeda. Bagi manusia, sepuluh tahun adalah waktu yang panjang. Bagi Frieren, itu hanya bagian kecil dari perjalanan hidupnya.

Masalah baru muncul ketika ia menyadari bahwa orang-orang yang dulu berjalan bersamanya tidak memiliki waktu sebanyak dirinya.

Hubungan Frieren dengan Himmel menjadi salah satu kunci mengapa cerita ini terasa emosional. Banyak hal yang dulu dianggap biasa baru terasa penting setelah waktu berlalu.

Menariknya, anime ini tidak selalu muram. Frieren sendiri bisa sangat konyol. Ia bisa serius menghadapi sihir atau pertarungan, lalu begitu bersemangat mengejar sebuah grimoire hanya karena penasaran dengan isi buku tersebut.

Fern dan Stark juga membuat perjalanan menjadi lebih hidup.

Namun, ritme Frieren memang bukan untuk semua orang. Anime ini menyukai percakapan, perjalanan, kenangan, dan suasana tenang. Kalau Anda mencari pertarungan tanpa henti, mungkin akan merasa beberapa bagian berjalan terlalu lambat.

Bagi saya, justru di situlah kekuatannya.

Frieren tidak sibuk mengejar waktu.

Cerita ini membuat kita sadar bahwa waktulah yang akhirnya mengejar semua orang.

5. Dandadan (2024): Kalau Genre Bisa Berantem, Mungkin Inilah Hasilnya

Dandadan seperti dibuat oleh seseorang yang membuka daftar genre anime lalu berkata, “Masukkan semuanya.”

Alien ada. Hantu ada. Yokai ada. Pertarungan ada. Komedi ada. Romansa juga ikut masuk.

Momo Ayase dan Okarun menjadi pusat kekacauan tersebut. Keduanya memulai cerita dengan pandangan berbeda soal keberadaan makhluk supernatural dan alien, lalu terjebak dalam dunia yang jauh lebih aneh daripada perdebatan mereka.

Yang paling menarik adalah keberanian anime ini berganti suasana.

Satu adegan bisa membuat kita tertawa karena tingkah karakternya. Beberapa menit kemudian berubah menjadi pertarungan serius. Setelah itu, cerita bisa kembali ke hubungan Momo dan Okarun.

Bagi sebagian penonton, perubahan seperti ini mungkin terasa terlalu ramai. Dandadan memang tidak selalu memberi waktu kepada penonton untuk bernapas.

Tetapi ketika anime ini mulai membahas latar belakang karakter tertentu, nadanya bisa berubah cukup drastis. Ada kisah tentang keluarga, kesepian, kehilangan, dan kebutuhan untuk mendapatkan perhatian dari orang lain.

Di titik tersebut, kita mulai melihat bahwa kegilaan Dandadan bukan sekadar untuk membuat penonton terhibur.

Ada manusia di balik monster dan kekacauan itu.

Dan justru karena sebelumnya dibuat tertawa, bagian emosionalnya bisa terasa lebih mengejutkan.

Mana yang Paling Layak Dicoba?

Kalau ingin hiburan keluarga dengan banyak kelucuan, SPY×FAMILY pilihan yang paling aman.

Kalau suka musik dan humor tentang orang yang sangat pemalu, Bocchi the Rock! layak masuk daftar.

Untuk romansa sekolah yang berkembang pelan, The Dangers in My Heart membutuhkan sedikit kesabaran, tetapi hasilnya sepadan.

Sementara Frieren lebih cocok bagi penonton yang menikmati fantasi dengan cerita perjalanan, kenangan, dan refleksi tentang waktu. Dandadan berada di ujung yang berbeda: berisik, absurd, cepat, tetapi sesekali bisa sangat menyentuh.

Jadi, tidak perlu mencari anime sedih kalau memang ingin merasakan emosi yang kuat.

Kadang-kadang, jalan menuju hati penonton justru dimulai dari sesuatu yang membuat mereka tertawa.

Dan kelima anime ini tahu caranya.

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)