08117992581

Wujudkan Pembangunan Zona Integritas, Lapas Tanjung Raja Gelar Studi Tiru Ke Lapas Metro

$rows[judul]

Kota Metro, A1BOS.COM - Guna mewujudkan pembangunan zona integritas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tanjung Raja menggelar studi tiru ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kota Metro, Sabtu (22/06/2024).

Dikatakan Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Tanjung Raja, Batara Hutasoit, bahwa kedatangannya adalah untuk melaksanakan studi tiru Wilayah Bebas Korupsi (WBK).

"Karena kita tahu pada tahun 2018 Lapas Kelas IIA Kota Metro telah memperoleh predikat WBK dan saat ini masih tetap berusaha untuk memperoleh predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) sementara Lapas Tanjung Raja masih berusaha memperoleh predikat WBK," ujarnya.


Ia menuturkan, kedepan akan meniru tentang bagaimana cara melaksanakan pelayanan publik yang lebih baik.

"Baik itu pelayanan yang dilakukan oleh petugas kami terhadap pengguna layanan kami, baik itu masyarakat maupun warga binaan dan yang kedua bagaimana membuat komitmen dijajaran kami untuk mengutamakan integritas untuk melaksanakan tusi terutama pelayanan yang bebas dari korupsi," tuturnya.

Sementara itu selain membuat komitmen pada jajarannya Batara juga menjelaskan, bahwa tujuan utamanya adalah untuk memberikan pelayanan publik yang terbaik untuk masyarakat.

"Mudah-mudahan Lapas Metro dapat memperoleh predikat WBBM dan Lapas Tanjung Raja dapat predikat WBK," katanya.

Menanggapi hal tersebut Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Kota Metro, Muchamad Mulyana, M.M. mengatakan, bahwa seluruh jajaran Kementerian Hukum dan Ham diwajibkan untuk melakukan perubahan-perubahan.

"Agar bisa memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat kemudian menjadi satuan kerja yang baik dalam tata kelola yang baik atau good government, nah untuk itu seluruh jajaran termasuk Lapas Metro kita berusaha untuk menuju kesana dengan kemudian terus menerus melakukan inovasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan terhadap masyarakat," jelasnya.

Mulyana juga memaparkan, bahwa telah melakukan diskusi dengan Kalapas Tanjung Raja guna lebih memajukan kembali jajarannya masing-masing.


"Beberapa hal tadi kita sampaikan terkait dengan kondisi Lapas Metro terkait dengan progres pembangunan zona integritasnya, progres tentang pelayanan yang diberikan kepada masyarakat," paparnya.

Selain itu Mulyana juga menyampaikan, bahwa Lapas Tanjung Raja telah memberikan inspirasi terhadap Lapas Metro yang kemudian dapat diterapkan pada jajaran Lapas Metro.

"Seperti di Lapas Tanjung Raja di bagian pelayanan masyarakat ada kegiatan yang namanya memberikan pelayanan kesehatan bagi para pengunjung sambil menunggu antrian ketika akan masuk ke Lapas berupa pengukuran tensi darah dan sebagainya," terangnya.

Menurut Mulyana, dengan menerapkan inspirasi dari Lapas Tanjung Raja dapat menambah nilai positif terhadap masyarakat.

"Jadi terkait dengan pembangunan zona integritas WBK WBBM ada namanya panduan yang harus kita berikan yaitu ketika kita melakukan perubahan-perubahan. Ada enam area perubahan-perubahan yang harus dilakukan oleh seluruh satuan kerja, ada yang namanya manajemen perubahan yang bertujuan untuk merubah cara berpikir dari para petugas, kemudian juga budaya kerja, sehingga merubah mindset kita adalah melayani jadi bagaimana melayani masyarakat itu dengan seoptimal mungkin," ungkapnya.

"Kemudian ada area perubahan terkait dengan pelaksanaannya yang tujuannya adalah agar pelaksanaan pekerjaan ini efektif dan efisien dengan mengedepankan penggunaan teknologi informasi, maka sekarang ini seluruh jajaran harus harus adaptif beradaptasi dengan penggunaan aplikasi-aplikasi teknologi informasi didalam petugas menumbuhkan pelayanan-pelayanan terhadap masyarakatnya," imbuhnya.

Mulyana menambahkan, terdapat beberapa aplikasi yang digunakan Lapas Metro guna menumbuhkan pelayanan terhadap masyarakatnya  agar pelaksanaan satuan kerja di Lapas Metro lebih optimal.

"Seperti sistem kepegawaian kemudian sistim pemenuhan hak-hak narapidana maupun dengan sistem pelayanan yang kita lakukan," paparnya

Adapun area perubahan yang ada di Lapas Metro adalah tentang penguatan menejemen Sumber Daya Manusia (SDM).

"Dalam membangun SDM yang profesional tentu harus kita lakukan dengan pengembangan kompetensinya dan kita dorong agar mereka bisa kompetensinya mengembang menjadi lebih baik, sehingga pelaksanaan tugasnya akan semakin baik. Kemudian ada penguatan pengawasan setiap pelaksanaan pekerjaan tentu harus ada pengawasan yang dilakukan," lanjutnya. 

"Kemudian area perubahan yang kelima terkait dengan akuntabilitas, tentu setiap pekerjaan yang kita lakukan itu harus diukur dan memang jelas sehingga pengurangan-pengurangan itu bisa dilakukan sampai capaian-capaian kinerja itu bisa kita penuhi dari target-target yang telah ditetapkan," pungkasnya. (Aliando)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)