08117992581

Usianya 52 Tahun Ketika Menemukan Bisnis yang Mengubah Hidupnya

$rows[judul] Keterangan Gambar : Ray Kroc, McDonald's. foto/blog mcdonalds

Kota Metro, A1BOS.COM - Ray Kroc sudah berusia 52 tahun ketika bertemu dengan sebuah restoran kecil yang kemudian mengubah hidupnya. Saat itu, ia bukan pengusaha muda yang sedang mencari bisnis pertama. Ia justru sudah puluhan tahun bekerja dan menjalani berbagai macam usaha, tetapi belum menemukan sesuatu yang benar-benar membawanya ke puncak kesuksesan.

Kroc sebelumnya bekerja sebagai salesman. Salah satu produk yang dijualnya adalah mesin pembuat milkshake bernama Multimixer. Dari pekerjaannya itulah ia mengenal sebuah restoran di San Bernardino, California, yang memesan beberapa mesin sekaligus. Pemilik restoran tersebut adalah dua bersaudara, Richard dan Maurice McDonald.

Pesanan dalam jumlah besar itu membuat Kroc penasaran. Ia kemudian datang langsung ke restoran tersebut untuk melihat apa yang sebenarnya mereka lakukan.

Yang dilihat Kroc ternyata berbeda dari restoran pada umumnya.

Restoran Kecil dengan Cara Kerja yang Berbeda

Restoran McDonald bersaudara memiliki sistem pelayanan yang sederhana. Menu dibuat terbatas sehingga makanan dapat disiapkan dengan cepat. Proses memasak dan pelayanan juga dibuat sedemikian rupa agar pelanggan tidak perlu menunggu lama.

Bagi Kroc, sistem tersebut memiliki sesuatu yang menarik. Restoran itu mungkin kecil, tetapi cara kerjanya bisa diterapkan di tempat lain. Ia melihat kemungkinan bahwa konsep tersebut tidak hanya cocok untuk satu restoran di California, tetapi dapat dikembangkan menjadi jaringan restoran yang lebih besar.

Kroc kemudian bekerja sama dengan Richard dan Maurice McDonald untuk mengembangkan sistem waralaba.

Keputusan itu menjadi titik balik dalam hidupnya.

Saat orang lain mungkin mulai memikirkan masa pensiun, Kroc justru memasuki fase baru dalam kariernya. Ia harus mencari pemilik waralaba, mengembangkan restoran, menjaga standar operasional, dan meyakinkan orang lain bahwa konsep tersebut dapat berhasil di berbagai tempat.

Perjalanan itu tidak berlangsung instan. Namun, sistem yang dikembangkan Kroc akhirnya membuat nama McDonald’s berkembang menjadi jaringan restoran raksasa.

Bukan Dia yang Menciptakan Restoran McDonald’s

Ada satu hal yang sering keliru dipahami dari kisah Ray Kroc.

Kroc bukan orang yang pertama kali mendirikan restoran McDonald’s. Restoran itu sudah lebih dulu dibangun oleh Richard dan Maurice McDonald.

Yang dilakukan Kroc adalah melihat sesuatu yang mungkin belum dilihat orang lain dalam skala yang sama: sebuah sistem restoran yang dapat digandakan.

Ia tidak menemukan ayam goreng seperti Colonel Sanders. Ia juga tidak menciptakan menu hamburger pertama di Amerika.

Kekuatan Kroc justru berada pada kemampuannya melihat peluang, mengembangkan sistem, dan memperluas konsep tersebut.

Dari sinilah pelajaran menariknya.

Kadang peluang besar bukan sesuatu yang harus kita ciptakan dari nol. Bisa saja peluang itu sudah ada di depan mata. Yang membedakan adalah kemampuan seseorang melihat potensi yang belum dimanfaatkan.

Memulai Besar Tidak Harus dari Usia Muda

Kisah Ray Kroc menarik karena sebagian besar perjalanan hidupnya sudah berlangsung sebelum ia menemukan bisnis yang membuat namanya terkenal.

Ia berusia 52 tahun ketika bergabung dalam pengembangan McDonald’s. Itu bukan usia yang biasanya diasosiasikan dengan memulai perjalanan bisnis besar.

Namun, Kroc memiliki sesuatu yang tidak dimiliki dirinya ketika masih muda: pengalaman.

Puluhan tahun sebagai salesman membuatnya terbiasa bernegosiasi, menjual gagasan, bertemu orang baru, dan mencari peluang. Pengalaman tersebut akhirnya menjadi bekal ketika ia menemukan konsep McDonald’s.

Artinya, perjalanan hidup yang terlihat berputar-putar belum tentu sia-sia.

Pekerjaan yang kita jalani hari ini bisa saja menjadi bekal untuk sesuatu yang baru bertahun-tahun kemudian. Kegagalan dan pengalaman yang terasa tidak berhubungan pun kadang baru terlihat manfaatnya setelah kesempatan datang.

Ray Kroc menunjukkan bahwa babak terbesar dalam kehidupan seseorang tidak selalu dimulai ketika masih muda.

Kadang justru datang ketika seseorang sudah melewati separuh perjalanan hidupnya.

Dan ketika kesempatan itu muncul, yang paling penting bukan lagi berapa usia kita, melainkan apakah kita cukup peka untuk melihatnya.

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)