Kota Metro, A1BOS.COM - Pemerintah Kota Metro menggelar rapat pembahasan Kredit Usaha Rakyat (KUR) tahun 2024 di ruang Operation Room (OR) Setda Kota Metro, Rabu (17/07/2024).
Dikatakan Asisten II Pemerintah Kota Metro, Yeri Ekhwan, bahwa permodalan merupakan pilar utama guna mendukung perkembangan usaha.
"Selain aspek manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) dan lain-lain, kita mengetahui bahwa tadi disampaikan serapan KUR Provinsi Lampung hampir mencapai 37% dari plafon yang bisa disalurkan di 2024 dan itu artinya masih terbuka ruang masih luas untuk membantu UMKM memperoleh akses permodalan," ujarnya.

Ia menuturkan, bahwa dirinya telah melakukan kordinasi dengan Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Lampung serta bank-bank yang ada di Kota Metro bahwa pelaku usaha di Kota Metro membutuhkan pinjaman modal untuk perkembangan usaha.
"Intinya apa, kita ingin membantu masyarakat kita apabila mereka membutuhkan untuk permodalan usaha pada tingkat bunga yang rendah, kemudian juga kita bisa mengetahui apakah ada macet pengembalian dan lain-lain dari pihak nasabah," katanya.
Yeri menyampaikan, jika pelaku usaha mendapatkan pinjaman modal haruslah mendaftar terlebih dahulu, mendaftar dalam aplikasi Sistem Informasi Kredit Program (SIKP).
"Dan ini yang harus ditingkatkan lagi oleh kami dari jajaran Pemerintah Daerah untuk bisa turun ke lapangan kemudian bisa mendata warga-warga pelaku usaha yang masih membutuhkan peminjaman permodalan untuk mendaftar di SIKP itu, sehingga setelah mereka didaftar nanti bisa mengakses pinjaman KUR ke perbankan," ungkapnya.
Asisten II menambahkan, sasaran utamanya giat tersebut adalah pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang terdiri dari 4 skema.
"Yang pertama skema ultra mikro, super mikro, kemudian skema kredit mikro dan kecil, masing-masing ada peraturan-peraturan dan persyaratan-persyaratan yang memang harus dipenuhi pelaku usaha," jelasnya.
Hal yang sama disampaikan Kepala Bagian Perekonomian Pemerintah Kota Metro, Yulia Chandra Sari, bahwa Pemerintah Kota Metro ingin mengetahui seberapa besar realisasinya.
"Untuk Lampung sendiri plafonnya sekitar sembilan koma sekian triliun, tapi itu untuk Provinsi Lampung tidak terbagi untuk seluruh kabupaten/kota. Kalau untuk di Kota Metro sendiri sesuai dengan SIKP itu sekitar 99 miliar yang sudah terealisasi," terangnya.

"Harapannya untuk UMKM bisa terfasilitasi untuk penguatan modal tetapi memang ada beberapa kendala atau hal-hal yang menyebabkan tidak bisa terealisasi karena adanya BI Checking atau sekarang itu sistem pelayanan keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), apabila debitur yang mengajukan pinjaman itu sudah pernah mengajukan pinjaman komersil atau dia ada pinjam-meminjam yang sempat menunggak pada layanan jasa keuangan seperti Shopee atau pinjaman di perbankan lain yang memang pernah menunggak," ungkapnya.
Menanggapi hal tersebut mewakili Kepala Kantor Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Lampung, Farhan Fatnanto menuturkan, pada giat tersebut dirinya akan membahas tentang mekanisme Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang ada di Kota Metro.
"Bagaimana penyalurannya, prosesnya, syaratnya dan sebagainya, terus kemudian realisasi KUR ditahun 2024 ini khususnya di Kota Metro supaya Kota Metro dalam penyaluran KUR bisa lebih baik, lebih banyak debitur yang menerima KUR dan nilainya juga bisa lebih tinggi terus kemudian juga dengan skemanya," paparnya.

Dirinya juga menjelaskan, rapat pembahasan Kredit Usaha Rakyat (KUR) tahun 2024 membahas tentang bagaimana jika penginputan KUR berada di Pemerintahan Daerah, perbankan selaku penyalur dapat menyesuaikan.
"Karena data yang bisa menerima UMKM itu juga dari Pemerintah Daerah, sehingga dia bisa mengontrol berapa UMKM kita terus berapa yang sudah menerima KUR," imbuhnya.
"Saya berharap Pemerintah Daerah bisa menggunakan data SIKP yang ada di Direktorat Jenderal Perbendaharaan untuk lebih meningkatkan penyalurannya, terus kemudian jumlah debiturnya, calon debiturnya juga ditingkatkan, sehingga KUR itu merata di seluruh Kota Metro, tidak hanya di Kota Metro nya saja tapi juga di daerah-daerah sekitarnya, karena apa, kita liat Kota Metro ini realisasinya masih perlu ditingkatkan lagi dibandingkan dengan daerah-daerah di sekitarnya," pungkasnya. (Aliando)
Tulis Komentar