08117992581

Dinas Kesehatan Gelar Rakor Evaluasi Pelaksanaan Deteksi Dini Penyakit di Kota Metro

$rows[judul]

Kota Metro, A1BOS.COM - Guna meningkatkan koordinasi serta kerjasama preventif dan responsif Dinas Kesehatan Kota Metro menggelar rapat kordinasi dan evaluasi pelaksanaan deteksi dini, preventif dan respon penyakit Kota Metro semester 1 tahun 2024 di Ballroom Hotel Grand Sekuntum, Rabu (10/07/2024).

Dikatakan Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Metro, dr. Achmad Redho Akbar, kegiatan tersebut berlangsung selama 2 hari yang diikuti oleh 50 orang peserta.

"Dari Bappeda, Dinas Pendidikan, Kemenag, Camat, Kepala Puskesmas dan Ketua Tim Penggerak PKK," ujarnya.

Ia menuturkan, Dinas Kesehatan Kota Metro sedang fokus terhadap pin imunisasi yang akan dilaksanakan tanggal 23 Juli tentang imunisasi dasar polio.


"Saya berharap kegiatan yang selama satu tahun ini sudah berjalan akan dievaluasi, dan yang kedua adalah untuk rencana kedepan pin harus semuanya bergerak karena kalau dari Dinas Kesehatan akan terbatas, baik waktu dan SDM diharapkan memiliki kerjasama dengan kecamatan dan lain-lain untuk bekerja dengan baik," katanya.

Redho menjelaskan penyakit yang sedang mewabah di Kota Metro adalah Penyakit Tidak Menular (PTM).

"Jadi karena ciri khas kota seperti diabetes, hipertensi, jantung, dan kanker. Saya menghimbau kepada masyarakat agar dapat menerapkan pola hidup sehat, fogging bukan menyelesaikan masalah, melihat rumah dibersihkan ketika melihat jentik nyamuk dan sebagainya ini diharapkan peran serta masyarakat yang lebih unggul dari pada peran serta kita," tuturnya.

Dirinya menyampaikan khawatir terhadap fogging yang ditakutkan akan menambah kekebalan terhadap nyamuk.

"Jadi tidak semua rumah yang di fogging jadi lebih baik kita berantas jentik nyamuknya, sedangkan untuk sampahnya ya sama seperti obat nyamuk rumah kalau kita jangka pendek terfogging langsung enggak akan sesek," terangnya.

Pihaknya menambahkan, semua kalangan rentan terserang virus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang memiliki 4 tipe.

"Kalau terserang tipe yang berat mau dokter pun kalau terkena bisa meninggal pada saat imun rendah, jadi enggak mesti orang sudah tua terus lebih beresiko itu enggak, tergantung dari tipe jenis virusnya juga," imbuhnya.

Hal yang sama juga disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Metro, Verawati Nasution, anggaran dana kegiatan tersebut bersumber dari dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) DAK non fisik di tahun 2024.


"Masalah kesehatan inikan tidak pernah selesai ya, jadi dukungan alokasi anggaran kita harapkan secara berkesinambungan, karena memang untuk penyakit menular dan tidak menular ini dibidang P2P ini ada Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang mendukung kinerja organisasi dan kinerja Pemerintah Kota Metro," paparnya.

"Kalau anggaran untuk saat ini kita lebih selektif untuk memprioritaskan yang kearah SPM, sedangkan di standar pelayanan minimal itu untuk pencegahan penyakit yang masuk SPM tuberkulosis, HIV, kemudian hipertensi, diabetes kalau dibidang P2 dan Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ), sedangkan diluar SPM masih banyak lagi tanggung jawab - tanggung jawab kita yang harus kita kendalikan programnya, yang harus kita ampu nah itu kita harapkan peningkatan anggarannya kemungkinan ada peningkatan lah dari tahun berikutnya itu yang kita harapkan," pungkasnya. (Aliando)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)