08117992581

Tingkatkan Kualitas dan Kenyamanan Pasien Hemodialisa, RSUD Jend A Yani Hadirkan Inovasi Langka

$rows[judul]

Kota Metro, A1BOS.COM - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jend. Ahmad Yani Metro menghadirkan beberapa inovasi baru yang dapat meningkatkan kualitas pelayanan serta memberikan kenyamanan bagi para pasien Hemodialisa, Jum'at (05/07/2024).

Dikatakan Wakil Direktur (Wadir) RSUD Jend. Ahmad Yani Metro, Hasril Syahdu, awal didirikannya ruang Hemodialisa RSUD Jend. Ahmad Yani sejak tahun 2004 dengan mesin yang terbilang sangat minim.

"Cuma ada dua, tiga, sampai empat mesin. Dan beranjaknya waktu naiklah dengan penambahan mesin dan terakhir sampai pada mesin yang jumlahnya ada 17," ujarnya.

Ia menuturkan, dengan berjalannya waktu pasien-pasien gagal ginjal kronis yang ada di RSUD Jend. Ahmad Yani semakin banyak.

"Pengobatannya yaitu dengan cuci darah dan itu namanya dialisis, jadi mesin kita ini ada 17 mesin, kedepannya kita tambah menjadi 40 mesin secara bertahap jadi penambahannya sebanyak 23 mesin secara bertahap," jelasnya.


Hasril menyampaikan, dalam penambahan mesin Hemodialisa terdapat beberapa tahapan yang harus dilewati.

"Dan ini didukung oleh Walikota Metro supaya diperhatikan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) agar penambahan mesin di ruangan kita Rumah Sakit Jend. A. Yani bisa didukung oleh BPJS," ujarnya.

Ia menuturkan, Ruang Hemodialisa RSUD Jend. A. Yani memiliki konsep wisata.

"Apa ini yang dimaksud konsep wisata, jadi ini kalau kita masuk ke lorong pertama itu konsep wisata Kota Metro, biar orang bisa menilai seperti ini Kota Metro, jadi di situ ada foto Metro jaman dulu dan foto Metro jaman sekarang," katanya.

Wadir memaparkan, saat memasuki lorong kedua ruang Hemodialisa RSUD Jend. A. Yani terdapat konsep wisata rohani dengan tetap berpedoman pada semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

"Karena kita agamanya ada bermacam-macam makanya rohaninya bermacam-macam, ada yang lantunan ayat suci Al-Quran, ada ajakan-ajakan tentang kerohanian, masing-masing agama ada misalnya ada ajakan tentang bahasa Indonesia kutipan di bawahnya Tripitaka, atau kitab apa itu ada di lantai dua yang sudah berfungsi kalau di lantai satunya belum berfungsi," jelasnya.

"Akan tetapi kalau besok sudah Kredensialing konsep rohani ada di lantai satu, jadi konsepnya inovasi ini tidak ada di Indonesia baru ada di Ahmad Yani, tujuannya semua pasien yang masuk ke Rumah Sakit A. Yani mereka tau khususnya ke ruang dialisis, dia tau tentang Kota Metro. Karena pasien yang terkena dialisis ini 70% rata-rata bukan dari masyarakat Kota Metro, jadi pasien yang dari Kota Metro terkena dialisis hanya 30%," imbuhnya.

Wadir menjelaskan, konsep tersebut juga dapat memberikan kenyamanan bagi pasien yang merupakan target pelayanan dari RSUD Jend. A. Yani.

"Dengan adanya dialisis harapan hidupnya kita tingkatkan, yang kedua ketika dia masuk ke ruang dialisis itu dia nyaman, kita juga ada siraman-siraman rohani, makanya inovasi ini tidak ada di Indonesia hanya ada di Rumah Sakit Jenderal Ahmad Yani," ucapnya.

"Harapannya seluruh pasien yang ada di Provinsi melihat inovasi yang cukup luar biasa dan tidak pernah ada akan berbondong-bondong ke Kota Metro, contohnya dengan penambahan 23 mesin ini kan ke depan akan meningkatkan PAD Kota Metro," pungkasnya. (Aliando)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)