Bandar Lampung, A1BOS.COM - Tim
SAR resmi hentikan pencarian korban 8 ABK (Anak Buah Kapal) KM Maulana 30 yang
terbakar di Perairan Belimbing Lampung, Jumat (26/12/2025).
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Lampung Deden Ridwansah mengatakan,
pihaknya secara resmi hentikan pencarian 8 korban tersebut.
"Kami pastinya menyampaikan dukacita dan belasungkawa
yang sedalam-dalamnya atas tragedi yang dialami oleh KM Maulana 30 yang
terbakar tersebut," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Lampung Deden Ridwansah, Sabtu
(27/12/2025).
Tim SAR gabungan telah melaksanakan pencarian secara
intensif selama tujuh hari.
Namun tidak menemukan tanda-tanda keberadaan korban dan
akhirnya pencarian dihentikan.
“Jadi operasi SAR telah dilaksanakan sesuai dengan rencana
operasi dan perhitungan SAR Map Prediction dan sampai hari ketujuh, korban
belum ditemukan,” beber Deden.
Tim melakukan pencarian korban seluas 142 nautical mile
persegi.
Petugas melakukan pencarian dilakukan menggunakan KN SAR
224 Basudewa dengan menyisir sejumlah titik koordinat yang telah ditentukan.
"Kami melakukan penyisiran sepanjang pesisir Tampang
hingga wilayah Way Bangik dan Teluk Kiluan," ujarnya.
Petugas melakukan koordinasi dengan pihak keluarga korban
yakni Saiful Umam.
Terkait kecelakaan kapal KM Maulana 30 resmi dihentikan dan
dilanjutkan dengan pemantauan.
Pihak unsur SAR yang terlibat dikembalikan ke kesatuannya
masing-masing.
"Jadi totalnya 33 orang di atas kapal dan 25 orang
berhasil selamat, sementara 8 orang dinyatakan hilang," kata Deden.
Tim SAR terlibat diantaranya operasi tersebut yakni unsur
Basarnas, TNI, POLRI, Kementerian KKP, potensi SAR serta relawan.
Kantor SAR Lampung menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh unsur SAR gabungan hingga instansi terkait dan serta masyarakat yang telah membantu pelaksanaan operasi pencarian 8 ABK tersebut.
(Taklika)
Tulis Komentar