08117992581

Tepis Berita Cemari Lingkungan, RS Mardi Waluyo Cek Lapangan, Ini Penjelasan Warga Sekitar

$rows[judul]

Kota Metro, A1BOS.COM - Menanggapi beredarnya berita di salah satu media online yang memberitakan adanya warga RW.09 Kelurahan Metro, Kecamatan Metro Pusat yang mengeluhkan limbah medis yang mencemari lingkungan sekitar, Humas Rumah Sakit Mardi Waluyo Metro beserta Penasehat Hukum turun lapangan untuk mengecek kondisi sebenarnya, Minggu (16/06/2024).

Kepada awak media A1BOS.COM Yehu Perwira selaku humas dari Rumah Sakit Mardi Waluyo Metro menjelaskan, kunjungan dirinya beserta Penasehat Hukum Rumah Sakit Mardi Waluyo, Darmanto, S.H. adalah untuk memastikan kebenaran dari keluhan warga tersebut.

"Jadi begitu membaca berita dari salah satu media online yang dirilis tanggal 11 Juni 2024 yang lalu, yang mengatakan bahwa ada sumur warga yang tidak bisa dipakai karena warnanya hitam karena limbah dari RS Mardi Waluyo, kami langsung turun lapangan mengkonfirmasi ke warga sekitar terkait kebenaran berita tersebut," jelas Yehu.

Dalam kesempatan yang sama, Darmanto, S.H. selaku Penasehat Hukum RS Mardi Waluyo mendampingi Humas dan warga langsung mengecek lokasi saluran pembuangan air rumah sakit.


"Tadi kami cek langsung, mulai dari atas dimana air keluar dari rumah sakit kami urut sampai ke bawah, air nya bersih kok dan di bawah itu ada sungai kecil, kami cek banyak ikan juga di sana. Artinya air pembuangan dari Mardi Waluyo itu bagus, tidak ada pencemaran, ikan aja aman hidup di situ," kata Darmanto.

Selanjutnya awak media A1BOS.COM menemui Bapak Haripin, salah warga yang berbatasan langsung dengan RS Mardi Waluyo, dirinya menjelaskan bahwa lokasi yang mereka tinggali tersebut merupakan bekas rawa, sehingga air sumur gali yang mereka buat sudah pasti tidak bisa dikonsumsi.

"Lokasi di sini kan bekas rawa mas, jadi air sumurnya bau rawa dan nieng (berwarna kuning), jadi nggak bisa dikonsumsi. Kalo ngebor pun di kedalaman 30 meter itu ketemu wadas (batu), jadi harus agak dalam biar dapet air yang bagus, saya sendiri ngebor sampai 60 meter kedalamannya," ujar Haripin, Minggu (16/06/2024).

Haripin menambahkan kalau RS Mardi Waluyo juga telah memberikan bantuan berupa sumur bor kepada warga sekitar untuk mendapatkan air bersih.

"Walaupun di rumah saya ada sumur bor, untuk guyub dengan warga saya juga memanfaatkan air dari sumur bor bantuan dari Mardi Waluyo, sesuai kesepakatan dengan warga yang mengelola sumur bor tersebut, setiap warga dikenakan iuran Rp 25.000,- perbulan untuk biaya listrik dan kas," ujarnya.

Senada dengan Bapak Haripin, Ketua RW.09 Kelurahan Metro, Kecamatan Metro Pusat, Hermoni mengatakan bahwa setiap ada keluhan dari warga dirinya selalu mengkomunikasikan dengan pihak Rumah Sakit Mardi Waluyo, termasuk soal masalah air bersih warga.


"Setau saya selama 2 periode jadi RW di sini, Rumah Sakit Mardi Waluyo itu sudah banyak membantu warga, mulai dari membuatkan sumur bor sedalam 100 meter, berikut tower dan juga biaya pasang listrik sampai pipa keluar area sumur bor, kemudian warga tinggal nyambung pipa untuk menyalurkan air ke rumah mereka masing-masing," kata Ketua RW.09 tersebut, Selasa (18/06/2024).

Selain sumur bor, Hermoni juga mengungkapkan bahwa Rumah Sakit Mardi Waluyo juga rutin memberikan bantuan ke warga sekitar.

"Kalo misal ada warga yang meninggal kami butuh bantuan ambulance, kami pinjam ke rumah sakit. Setiap tahun menjelang Idul Fitri seluruh warga RW.09 ini mendapatkan paket sembako, warga juga ditanggung BPJS oleh rumah sakit. Dibantu juga lampu penerangan jalan sepanjang gang. Dan kemaren saat Idul Adha, Mardi Waluyo juga membantu 5 ekor kambing ke warga untuk kurban. Tempo hari pernah tower air bocor, kami buat proposal ke rumah sakit, langsung diganti baru towernya," ungkapnya.

Terkait soal banjir, Hermoni menjelaskan kalau warga bisa nerima, karena memang lokasinya dibekas rawa.

"Ya mau gimana lagi mas, namanya juga bekas rawa, jadi kalo hujan lebih dari 1,5 jam udah pasti banjir. Saluran air nya juga sempit, karena udah mepet dengan rumah-rumah warga, jadi sulit kalo mau dilebarin," tandasnya.

Ditambahkan Hermoni, untuk fasilitas lahan parkir Rumah Sakit Mardi Waluyo dikelola oleh pemuda Karang Taruna setempat. Sedangkan fasilitas kantin di Jalan Sulawesi juga diberikan kepada warga untuk berjualan secara gratis (tidak sewa).

"Intinya kepedulian Rumah Sakit Mardi Waluyo itu banyak mas untuk warga sekitar, cuma kan warga ini banyak kepalanya, nggak mungkin semua nya merasa puas dan nerimo dengan bantuan dari rumah sakit," pungkasnya. (Red)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)