08117992581

SLB Insan Madani Metro Lepas 9 Peserta Didik, Tekankan Kemandirian

$rows[judul] Keterangan Gambar : sembilan peserta didik SLB Insan Madani Metro dilepas setelah menyelesaikan pendidikan pada jenjang SDLB, SMPLB, dan SMALB. foto/kominfo

Kota Metro, A1BOS.COM - Sebanyak sembilan peserta didik SLB Insan Madani Metro dilepas setelah menyelesaikan pendidikan pada jenjang SDLB, SMPLB, dan SMALB. Sekolah menekankan pentingnya kemandirian dan kecakapan hidup bagi para lulusan.

Sembilan peserta didik tersebut terdiri atas empat siswa SDLB, empat siswa SMPLB, dan satu siswa SMALB. Kelulusan dilakukan melalui evaluasi sesuai ketentuan pendidikan, termasuk ujian tertulis dan praktik. Peserta didik yang memenuhi persyaratan memperoleh ijazah.

Pelepasan dirangkai dengan tasyakuran ke-15 SLB Insan Madani Metro. Kegiatan dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Metro Helmi Zain yang mewakili Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso.

Kepala SLB Insan Madani Metro Dwi Septi Handayani, S.Pd., mengatakan pendidikan di SLB tidak hanya berorientasi pada capaian akademik. Kemampuan peserta didik menjalani kehidupan secara mandiri juga menjadi ukuran keberhasilan.

“Yang pertama mereka bisa mandiri, dalam artian tidak bergantung dengan orang lain. Kedua, mereka memiliki life skill atau kecakapan yang nantinya berguna bagi kehidupan kelak tanpa merepotkan orang tua,” ujarnya, Kamis (13/08/2026).

Menurut Dwi, kelulusan bukan berarti perhatian sekolah terhadap peserta didik berakhir. Pihaknya tetap membangun komunikasi dengan orang tua untuk memantau perkembangan dan tingkat kemandirian alumni.

Pembina Yayasan Insan Madani Metro Prof. Dr. Sowiyah mengatakan sekolah terus menggali bakat dan minat peserta didik sejak jenjang pendidikan menengah. Keterampilan tersebut disesuaikan dengan potensi masing-masing sebagai bekal setelah menyelesaikan pendidikan.

“Sekolah bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat menemukan dan mengembangkan potensi anak. Kami ingin setiap anak memiliki bekal keterampilan untuk menjalani kehidupannya secara mandiri,” katanya.

Sejumlah alumni SLB Insan Madani telah menunjukkan kemandirian dengan membantu usaha orang tua, berwirausaha, hingga mengembangkan kemampuan di bidang musik.

Sowiyah juga menilai kesempatan kerja yang ramah dan terbuka bagi penyandang disabilitas di Lampung masih perlu diperluas. Dukungan, menurutnya, tidak cukup berupa bantuan fisik, tetapi juga membutuhkan pendampingan dan pembinaan berkelanjutan.

“Saya berharap pemerintah tidak hanya memberikan dukungan dalam bentuk bantuan fisik, tetapi juga menghadirkan pendampingan dan pembinaan secara berkelanjutan bagi sekolah dan peserta didik penyandang disabilitas,” ungkapnya.

Ia mengajak masyarakat menciptakan lingkungan yang memberi ruang bagi anak berkebutuhan khusus untuk berkembang. SLB, katanya, hadir bukan untuk bersaing dengan sekolah lain, melainkan memberikan layanan pendidikan sesuai potensi dan kebutuhan setiap anak.

“Kami bukan bersaing, tetapi ingin melayani. Semua tidak ada beda. Allah menciptakan anak-anak dengan kelebihan masing-masing,” jelasnya.

Sowiyah juga meminta orang tua terus mendukung dan mendampingi anak berkebutuhan khusus. Potensi mereka perlu digali sesuai bakat dan minat agar tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, mandiri, dan memiliki keterampilan bermanfaat.

Mewakili Wali Kota Metro, Helmi Zain mengapresiasi SLB Insan Madani yang konsisten memberikan pelayanan pendidikan, pembinaan, dan pendampingan bagi anak-anak berkebutuhan khusus.

“Atas nama Pemerintah Kota Metro, kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada SLB Insan Madani yang selama ini telah memberikan pelayanan pendidikan, pembinaan dan pendampingan kepada anak-anak berkebutuhan khusus,” ujar Helmi.

Menurut Helmi, pendidikan bagi penyandang disabilitas merupakan bagian dari upaya mewujudkan pendidikan yang inklusif, setara, dan berkeadilan.

“Anak-anak kita memiliki potensi yang luar biasa. Tugas kita bersama adalah memberikan kesempatan, pendampingan dan lingkungan yang mendukung agar potensi tersebut dapat berkembang menjadi kemampuan dan keterampilan yang bermanfaat,” katanya.

Helmi berharap para lulusan terus belajar dan mengembangkan keterampilan setelah menyelesaikan pendidikan di sekolah. Ia juga meminta sinergi pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat diperkuat untuk memberikan ruang lebih luas bagi penyandang disabilitas berkarya.

“Kami berharap para lulusan tidak berhenti belajar setelah menyelesaikan pendidikan di sekolah. Terus kembangkan keterampilan, keberanian dan kemandirian. Pemerintah Kota Metro juga berharap sinergi antara pemerintah, sekolah, keluarga dan masyarakat dapat terus diperkuat dalam memberikan ruang yang lebih luas bagi penyandang disabilitas untuk berkarya,” ungkapnya.

Helmi berharap SLB Insan Madani Metro terus berkembang dan memberikan pelayanan terbaik bagi peserta didik.

“Semoga SLB Insan Madani semakin maju, terus memberikan pelayanan terbaik dan menjadi bagian penting dalam membangun sumber daya manusia di Kota Metro. Kepada para lulusan, selamat melanjutkan perjalanan. Jadilah pribadi yang mandiri, percaya diri dan terus berkarya,” pungkasnya.

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)