08117992581

Semarakkan HUT RI ke-79 dan Hari Pengayoman, Lapas Metro Gelar Beberapa Rangkaian Kegiatan

$rows[judul]

Kota Metro, A1BOS.COM - Telah digelar beberapa rangkaian kegiatan guna memperingati HUT RI ke-79 dan perayaan hari Pengayoman ke-79 di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kota Metro, Selasa (20/08/2024).

Rangkaian kegiatan tersebut terdiri dari pembukaan pekan olahraga, bhakti sosial donor darah, remisi 381 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), pembinaan kerohanian dan kepribadian.

Saat dikonfirmasi awak media Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Kota Metro Muchamad Mulyana, M.M. mengatakan, bahwa kegiatan donor darah rutin dilaksanakan jajaran Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kota Metro sebagai wujud kepeduliannya terhadap masyarakat.


"Dimana kegiatan-kegiatan sebelumnya sudah kita lakukan, mulai dari kegiatan pemeriksaan kesehatan secara gratis yang kami lakukan terhadap masyarakat khususnya keluarga ataupun pengunjung, kemudian kegiatan-kegiatan olahraga dan sampai hari ini adalah kegiatan donor darah," ujarnya.

Selain itu, guna memperbaiki diri serta memberikan harapan kembali ke tengah masyarakat, pihaknya juga telah melaksanakan pemberian remisi terhadap 381 Warga Binaan Pemasyarakatan Lapas Metro.


"Remisi itu adalah hak dari narapidana yang telah memenuhi syarat, dan Insya Allah pada hari ini Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Lapas Metro memberikan remisi 381 orang narapidana," tuturnya.

Menurutnya, untuk mendapatkan kemampuan dalam berkarya, WBP Lapas Metro dapat mengikuti program pembinaan kemandirian dan kepribadian.

"Tentu tidak mudah ketika mengembalikan ke masyarakat untuk membuktikan bahwa yang bersangkutan tidak mengulangi atau sudah berubah dan itu perlu upaya yang cukup kuat dan kami selama mereka di dalam Lapas ketika mereka mengikuti program pembinaan kami memberikan dukungan, penguatan-penguatan ketika kembali ke masyarakat itu betul-betul harus dipersabar dan kuat," ungkapnya.

Mulyana menambahkan, bahwa untuk mengembalikan WBP ke tengah-tengah masyarakat pihaknya juga telah melakukan pembinaan kemandirian dan kerohanian terhadap Warga Binaan Pemasyarakatan.

"Agar mereka tidak kembali ke jalan yang salah, semasa menjalani masa pidananya, kita tetap memberikan bimbingan kemandirian terhadap mental dan rohaninya WBP," ucapnya.


"Dari kegiatan ini saya berharap Warga Binaan Lapas Metro bisa kembali ke tengah-tengah masyarakat serta dapat menjadi contoh yang baik di masyarakat," imbuhnya.

Lebih lanjut Mulyana menjelaskan, bahwa Lapas Metro telah bekerjasama dengan Dinas Koperasi, UMKM Kota Metro, Dekranasda, SMK Negeri 2 Kota Metro dan beberapa gerai swalayan dan toko oleh-oleh di Kota Metro.

"Kerja sama ini bertujuan memberikan pelatihan, pendampingan dan pemasaran produk secara offline atau online yang dihasilkan oleh warga binaan Lapas Metro," jelasnya.

"Di Lapas Metro juga sedang dikembangkan produk jahe instan yang pasarkan secara internal kepada seluruh pegawai Lapas Metro, untuk tapis kita sudah bekerjasama dengan pihak mitra untuk pembuatan selendang tapis," terangnya.

"Tujuan utama Lapas Metro menjadikan WBP sebagai petani milenial karena banyaknya usia produktif WBP dari 19 sampai 39 tahun yang berada di dalam Lapas. Dengan memberikan edukasi dan pendampingan tentang pertanian sehingga warga binaan mendapat skill bertani yang benar, dalam rangka ketahanan pangan. Untuk sekarang karena kita masih berproses jumlah petani milenial di Lapas Metro masih 7 orang, dimana ia melakukan program pertanian seperti penanaman sayuran, kacang tanah, pokcay, sawi dan jahe," pungkasnya. (ADV / Aliando)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)