08117992581

SDN 3 Metro Barat Gelar Parenting Psikologi Anak, Bekali Orang Tua Hadapi Tantangan Era Digital

$rows[judul]

Kota Metro, A1BOS.COM — UPTD SD Negeri 3 Metro Barat menggelar kegiatan Parenting Psikologi Anak bertema “Anak Zaman Now, Orang Tua Harus How?” di halaman sekolah setempat, Sabtu (10/10/2026). Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00–10.00 WIB ini bertujuan membekali orang tua agar lebih memahami karakter, potensi, serta tantangan yang dihadapi anak di era digital.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala UPTD SD Negeri 3 Metro Barat, Wahyudi, S.Ag., dewan guru, serta wali murid kelas 1 hingga kelas 6. Hadir sebagai narasumber, Ketua Komisi Promosi dan Sosialisasi Hak Anak LPAI Metro, Adinda Aisha Farid, didampingi Wakil Bendahara LPAI Metro, Taklika Wardiansyah, S.A.P.

Dalam kegiatan tersebut, para orang tua diajak memahami pentingnya peran keluarga dalam mendampingi tumbuh kembang anak, terutama di tengah perkembangan teknologi dan perubahan pola perilaku generasi saat ini.

Kepala UPTD SD Negeri 3 Metro Barat, Wahyudi, S.Ag., mengatakan pendidikan anak tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada sekolah. Menurutnya, keterlibatan orang tua di rumah menjadi bagian penting dalam membentuk karakter, kedisiplinan, dan kepribadian anak.


“Pendidikan anak merupakan tanggung jawab bersama antara sekolah dan keluarga. Karena itu, kami berharap melalui kegiatan parenting ini, orang tua semakin memahami karakter dan potensi anak masing-masing, sehingga dapat memberikan pendampingan yang tepat sesuai kebutuhan mereka,” ujar Wahyudi.

Ia juga menekankan pentingnya komunikasi dan kerja sama yang baik antara guru dan orang tua. Dengan adanya sinergi tersebut, proses pendidikan di sekolah diharapkan dapat berjalan selaras dengan pola pengasuhan di rumah.

Menurut Wahyudi, perkembangan teknologi saat ini juga menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua. Oleh sebab itu, anak perlu mendapatkan arahan dan pengawasan yang tepat agar mampu memanfaatkan teknologi secara positif tanpa mengabaikan nilai-nilai kedisiplinan dan tanggung jawab.

Sementara itu, narasumber Adinda Aisha Farid menjelaskan, orang tua perlu memahami bahwa setiap anak memiliki karakter, minat, dan potensi yang berbeda. Pendekatan pengasuhan yang tepat tidak hanya berfokus pada kekurangan anak, tetapi juga membantu mereka mengenali serta mengembangkan kelebihannya.


“Anak-anak zaman sekarang tumbuh dalam lingkungan yang berbeda dengan generasi sebelumnya. Karena itu, orang tua perlu terus belajar memahami dunia anak, membangun komunikasi yang terbuka, serta mendampingi mereka tanpa harus selalu menghakimi. Anak membutuhkan orang tua yang mau mendengarkan dan memahami, bukan sekadar menuntut,” kata Adinda.

Ia mengajak para orang tua menerapkan tiga langkah utama dalam mendampingi anak, yakni memahami karakter anak, menggali potensi yang dimiliki, serta menghadapi tantangan anak di era digital.

Langkah pertama adalah memahami karakter anak agar orang tua dapat mengenali kebutuhan emosional, kebiasaan, dan cara anak merespons lingkungan. Pemahaman tersebut diharapkan membantu orang tua menentukan pola komunikasi dan pengasuhan yang sesuai.

Langkah kedua, menggali potensi anak dengan memberikan kesempatan untuk mencoba berbagai kegiatan, mengenali minat, serta mengembangkan kemampuan yang dimiliki. Orang tua juga diharapkan tidak membanding-bandingkan anak dengan orang lain karena setiap anak mempunyai proses tumbuh kembang yang berbeda.

Adapun langkah ketiga adalah menghadapi tantangan di era digital. Orang tua perlu mendampingi penggunaan gawai, memberikan pemahaman tentang penggunaan teknologi secara bijak, serta membangun kesepakatan mengenai batasan waktu dan aktivitas digital anak.


“Orang tua tidak harus menjadi sosok yang sempurna. Yang terpenting adalah kemauan untuk terus belajar, hadir dalam kehidupan anak, dan memberikan ruang bagi mereka untuk tumbuh sesuai potensi yang dimiliki. Pendampingan yang baik akan membantu anak merasa aman, dihargai, dan percaya diri,” tambah Adinda.

Melalui kegiatan ini, pihak sekolah berharap para wali murid semakin memahami pentingnya pola asuh yang positif dan komunikasi yang efektif dalam keluarga. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik untuk mendukung perkembangan karakter maupun kemampuan anak menghadapi perubahan zaman.

Kegiatan Parenting Psikologi Anak ini sekaligus menjadi upaya memperkuat sinergi antara sekolah dan keluarga dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, harmonis, dan mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal. (Red)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)