08117992581

Parenting SD N 6 Metro Barat : Bukan Soal Target Calistung, Tapi Ciptakan Rasa Aman pada Anak

$rows[judul]

Kota Metro, A1BOS.COM - Memasuki jenjang Sekolah Dasar (SD) merupakan fase transisi besar bagi anak-anak usia 6 hingga 7 tahun. Guna mendampingi masa adaptasi murid baru tersebut, UPTD SD Negeri 6 Metro Barat menggelar kegiatan Silaturahmi dan Parenting Wali Murid Peserta Didik Kelas 1 pada Sabtu (03/10/2026) pukul 08.00 WIB hingga selesai.

Berlangsung hangat di Aula UPTD SD Negeri 6 Metro Barat, kegiatan berkolaborasi dengan Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Kota Metro ini mengusung tema "Anak Senang Orang Tua Tenang Semua Bahagia". Agenda ini diikuti oleh jajaran sekolah, Ketua Komite Sekolah Suryani, para wali kelas (1A, 1B, dan 1C), serta puluhan wali murid kelas 1.

Dalam sambutannya, Anisa Wulandari, S.Pd., yang hadir mewakili Kepala UPTD SD Negeri 6 Metro Barat, Dedi Kurniawan, S.Pd.SD., menegaskan pentingnya kolaborasi dan kesamaan pandangan antara pihak sekolah dengan orang tua siswa di masa awal persekolahan.


"Memasuki kelas 1 SD merupakan fase transisi penting bagi tumbuh kembang anak. Pihak sekolah tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan dan kerja sama dari bapak dan ibu wali murid. Melalui kegiatan parenting bersama LPAI Kota Metro ini, kami berharap dapat membangun kemitraan yang hangat dan erat antara rumah dan sekolah, sehingga kita bersama-sama dapat menciptakan lingkungan belajar yang ramah anak, aman, dan membahagiakan," jelas Anisa.

Hadir sebagai narasumber utama, Gatot Subroto, S.H. (Ketua Komisi Kajian dan Analisis Standar Pelayanan Hak Anak LPAI Kota Metro), memaparkan bahwa 100 hari pertama sekolah merupakan masa kritis adaptasi mental dan emosional anak. Ia mengajak orang tua untuk lebih tenang dan mengedepankan pendekatan emosional daripada menuntut capaian akademis secara instan.


"Kunci utama dalam mendampingi anak kelas 1 adalah menciptakan kondisi anak senang terlebih dahulu. Dunia anak usia 6 sampai 7 tahun masih penuh dengan bermain dan eksplorasi. Ketika anak merasa aman dan gembira di sekolah, mereka akan menyerap pengetahuan dengan mudah. Ketenangan orang tua di rumah adalah jangkar rasa aman bagi mental anak. Mari hindari beban mental seperti menuntut nilai sempurna atau membanding-bandingkan anak, dan ganti hukuman verbal dengan disiplin positif yang mengedepankan validasi emosi dan komunikasi tenang," papar Gatot.


Lima Pilar Pengasuhan Transisi SD

Dalam pemaparannya, materi parenting menekankan lima pilar utama yang perlu diterapkan oleh para orang tua :

  1. Ciptakan Anak Senang : Mengurai kecemasan anak lewat rasa aman, pelukan hangat, apresiasi atas usaha, serta pemenuhan kebutuhan bermain.
  2. Strategi Orang Tua Tenang : Berfokus pada proses dan daya juang anak, bukan sekadar angka di rapor, serta menjaga kekompakan pengasuhan antara ayah dan ibu.
  3. Kemitraan Hangat Rumah dan Sekolah : Membangun komunikasi yang santun dengan guru kelas 1 dan bijak dalam memanfaatkan grup komunikasi paguyuban.
  4. Perlindungan Hak Anak : Menerapkan prinsip konvensi hak anak (hidup, tumbuh, perlindungan, dan partisipasi) dengan menerapkan toleransi nol (zero tolerance) terhadap kekerasan verbal.
  5. Resep Rumah Semua Bahagia: Menghidupkan ritual 15 menit tanpa gawai sebelum tidur, makan bersama tanpa ponsel, dan saling memberikan apresiasi tulus di rumah.

Kegiatan yang ditutup dengan sesi tanya jawab dan pembacaan "Janji Hati Orang Tua Hebat SDN 6 Metro Barat" ini diharapkan mampu memberikan pemahaman holistik bagi para orang tua dalam mengawal tumbuh kembang anak-anak mereka agar siap menjadi pembelajar mandiri sepanjang hayat. (Red)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)