08117992581

Pra-Mukernas TDA 9.0 Bahas Penguatan Ekosistem Kewirausahaan

$rows[judul] Keterangan Gambar : Presiden TDA 9.0, Sekretaris, Bendara, dan Chief BOD. foto/dok.TDA

Tangerang, A1BOS.COM - Komunitas pengusaha Tangan Di Atas (TDA) 9.0 mengarahkan pengembangan organisasi pada ekosistem kewirausahaan yang lebih terhubung. Pembahasannya mencakup sistem belajar bisnis, jaringan pengusaha, teknologi, hingga kolaborasi dengan stakeholder.

Arah tersebut dibahas dalam Pra-Musyawarah Kerja Nasional (Pra-Mukernas) TDA 9.0 yang berlangsung 16–17 September 2026 di Sol Marina Serpong Hotel, Tangerang. Kegiatan digelar secara hybrid.

Forum itu menjadi bagian dari konsolidasi untuk merumuskan arah organisasi sekaligus memperkuat ekosistem kewirausahaan TDA agar lebih terstruktur dan berkelanjutan.

Perkuat Sistem Belajar Bisnis melalui TDA Academy

Presiden TDA Ferdian Brillian, memberikan arahan kepada BOD. foto/tda

Salah satu arah strategis yang dibahas adalah pembentukan dan pengembangan TDA Academy. Wadah tersebut disiapkan untuk membangun sistem belajar bisnis yang lebih terstruktur di lingkungan TDA.

Melalui TDA Academy, pengalaman, pengetahuan, praktik baik, dan kompetensi para pengusaha dapat dihimpun serta dikembangkan menjadi proses pembelajaran yang lebih mudah diakses member.

Pembelajaran diarahkan pada kebutuhan nyata pengusaha. Mulai penguatan kapasitas bisnis dan kepemimpinan hingga kemampuan beradaptasi terhadap perubahan pasar dan teknologi.

Kembangkan Platform Berbasis Teknologi dan AI

Pra-Mukernas juga membahas pengembangan platform berbasis teknologi dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Platform tersebut diarahkan untuk menyambungkan kebutuhan bisnis antar-member.

Potensi kolaborasi, akses pasar, kebutuhan produk atau jasa, hingga peluang bisnis menjadi bagian dari konektivitas yang ingin dibangun melalui platform tersebut.

Tidak hanya antar-member, platform itu juga diarahkan menghubungkan anggota TDA dengan stakeholder ekosistem kewirausahaan. Pemerintah, institusi keuangan, universitas, dan berbagai mitra strategis termasuk di dalamnya.

Dari Komunitas Menuju Ekosistem yang Lebih Terhubung

Presiden TDA Ferdian Brillian menegaskan pentingnya keberlanjutan dalam pengembangan organisasi. Fondasi dan program yang sudah dibangun diharapkan tidak berhenti ketika satu periode kepengurusan berakhir.

“Kita ingin membangun fondasi organisasi dan program-program TDA yang tidak berhenti pada satu periode kepengurusan. Apa yang sudah kita bangun harus bisa terus berjalan, berkembang, dan semakin memberikan manfaat nyata bagi member pada periode-periode berikutnya,” ujar Ferdian.

TDA memiliki jaringan pengusaha, komunitas di berbagai daerah, program pengembangan kapasitas, serta potensi kolaborasi. Dalam Pra-Mukernas, muncul pembahasan mengenai bagaimana seluruh potensi tersebut dapat semakin terhubung dan dirasakan manfaatnya oleh member.

Ekosistem yang sudah tersedia juga perlu terus dievaluasi. Pertimbangannya mencakup relevansi, kelayakan untuk dikembangkan, dan kesesuaiannya dengan kebutuhan para pelaku usaha yang menjadi anggota TDA.

Program Strategis Lintas Periode

Pengembangan ekosistem juga diarahkan melalui program strategis yang dapat berlanjut lintas periode. Pesta Wirausaha, TDA Passport, TDA One, TDA Academy, dan TDA Leadership Camp termasuk program yang dibahas untuk terus dikembangkan.

Fokusnya bukan sekadar mempertahankan nama program. Setiap program diarahkan memiliki fungsi yang jelas, berjalan secara berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi member.

Dengan arah tersebut, TDA 9.0 membahas penguatan sistem belajar, konektivitas bisnis, teknologi, dan kolaborasi. Pra-Mukernas kemudian menjadi bagian menuju Mukernas TDA 9.0 yang akan menyelaraskan arah dan program kerja organisasi periode berikutnya.

Semangat tersebut dirangkum dalam spirit, “Let’s 9.0 Together. Let’s Connect Together.”

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)