Kota Metro, A1BOS.COM - Guna mempercepat program jemput bola pasien darurat, RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro luncurkan inovasi yang sejalan dengan visi misi Walikota Metro Unit Reaksi Cepat (URC) dan Mobil Antar Pasien Sehat (MAPS), Jum'at (19/07/2024).
Dikatakan Wakil Direktur 1 RSUD Jenderal Ahmad Yani, Hasril Syahdu, bahwa dirinya melihat inovasi URC RSUD Jenderal Ahmad Yani sangatlah bagus beriringan dengan visi Walikota Metro Wahdi Siradjuddin.
"Yaitu menjadikan masyarakat Kota Metro yang berpendidikan, sehat, sejahtera, dan berbudaya, nah sehat artinya kan keinginan Walikota itu supaya masyarakat Kota Metro itu sehat, terkait penyakit-penyakitnya bisa segera tertangani di Rumah Sakit plat merah ini RSUD Jend Ahmad Yani," ujarnya.

Menurutnya, visi Walikota Metro telah melindungi masyarakat masuk dalam Universal Health Coverage (UHC) yang telah diwujudkan.
"Kita RSUD Jenderal Ahmad Yani ada inovasi yang linier dengan visi Walikota yaitu URC tadi," tuturnya.
Ia menuturkan, URC ditujukan untuk mengambil pasien-pasien yang sedang sakit dan tidak mempunyai kendaraan.
"Ini nanti bisa menggunakan fasilitas URC, yang akan mengambil pasiennya ke rumah tanpa pembiayaan satu rupiah pun yang diperuntukkan untuk pasien-pasien yang ada di Kota Metro," katanya.
Hasril menyampaikan, setelah pasien sembuh RSUD Jenderal Ahmad Yani juga telah menyiapkan kendaraan MAPS yang digunakan untuk mengantar pasien pulang ke rumah.
"Namanya MAPS (Mobil Antar Pasien Sehat), inipun gratis, nah inilah saya bilang tadi inovasi ini linier dengan visi Walikota Metro," ungkapnya.
Sementara itu dirinya juga memaparkan, penggunaan inovasi URC sejak tahun 2022 hingga 2024 pengguna URC dan MAPS sangat minim.
"Dan ini yang menjadi pertanyaan besar bagi saya kenapa kok minim, sementara ini tidak ada pembiayaan satu rupiah pun untuk call centernya 0725 8000 dan ini langsung ke operator URC dan MAPS, kalau untuk MAPS kan bisa langsung ke kepala ruangan ketika abis dirawat pulang ni pasien bisa menggunakan fasilitas itu," terangnya.
Hasril menambahkan, umur harapan hidup di Kota Metro meningkat dari umur 70 sampai pada 75 tahun.
"URC ini untuk mendongkrak umur harapan hidup di Kota Metro, ketika dia kasusnya darurat otomatis inikan ada dia timnya yang menjemput, ada perawatnya, ada dokternya, ada drivernya lengkap di situ labnya pun ada di dalam mobil URC itu, itulah untuk menekan angka kematian, program ini juga lebih linear lagi dengan Jamapai jadi saling keterkaitan yang tujuannya untuk mewujudkan visi Walikota Metro," imbuhnya.
Hal yang sama disampaikan, Direktur RSUD Jenderal Ahmad Yani, Fitri Agustina, bahwa URC merupakan gagasan yang diluncurkan oleh RSUD Jenderal Ahmad Yani yang ditujukan untuk jemput bola pada pasien dalam keadaan darurat atau gawat darurat.

"Untuk berobat ke RSUD Jenderal Ahmad Yani melalui call center IGD jadi tujuannya adalah untuk mempercepat perawatan pasien ya, dimana pasien tidak punya kendaraan untuk ke RSUD A Yani jadi menghubungi call center kami," jelasnya.
Selain itu ia juga membeberkan, bahwa URC merupakan salah satu inovasi yang menunjang kegawatdaruratan ponek.
"Kegawatdaruratan ibu hamil, disini kita ketahui bahwa di Kota Metro inikan jangan sampai ada angka kematian ibu jadi salah satu inovasinya adalah kita dengan jemput bola ibu hamil yang akan melahirkan, itu adalah salah satu program mendukung ponek RSUD Jend A Yani," lanjutnya.
Pihaknya menambahkan, inovasi URC merupakan program RSUD Jenderal Ahmad Yani dalam menerapkan Kota Sehat.
"Untuk sehat itu haruslah kita ada inovasi untuk jemput bola dan itu sifatnya gratis gitu, jadi merupakan suatu pelayanan yang diberikan oleh RSUD Ahmad Yani dalam rangka menjemput pasien yang tidak memiliki kendaraan yang akan berobat ke RSUD Jend A Yani," pungkasnya. (Aliando)
Tulis Komentar