Keterangan Gambar : Ilsutrasi.foto/southchinamp
BEIJING, A1BOS.COM – Pendiri ByteDance Zhang Yiming meminta seluruh tim perusahaan menghindari peningkatan model kecerdasan buatan (AI) dengan meniru sistem milik pesaing, meski langkah tersebut berpotensi mengorbankan sebagian keuntungan jangka pendek.
Arahan itu disampaikan Zhang dalam rapat internal ByteDance baru-baru ini. Media yang didukung pemerintah China, The Paper, melaporkan pernyataan tersebut pada Kamis (6/8) dengan mengutip sumber di dalam perusahaan.
Sebagaimana dikutip dari laman kantor berita routers, Zhang menilai pengembangan AI harus dibangun dengan “pandangan jangka panjang dan penundaan kepuasan, daripada menggunakan hasil karya orang lain untuk mencapai peringkat teratas jangka pendek.”
Ia juga mengatakan kepada tim riset Seed AI ByteDance bahwa perusahaan harus bersedia “mengorbankan beberapa keuntungan jangka pendek demi tujuan jangka panjang.”
Masih menurut The Paper, Zhang menilai praktik distilasi berbasis AI dapat menghambat terobosan teknologi jangka panjang yang sesungguhnya.
Distilasi model merupakan metode yang memanfaatkan keluaran dari sistem AI yang lebih canggih untuk melatih atau meningkatkan model yang lebih kecil. Teknik ini menjadi salah satu isu utama dalam persaingan teknologi yang kian ketat antara China dan Amerika Serikat.
Persaingan di antara pengembang AI di China juga semakin sengit untuk menghadirkan model yang lebih murah dan lebih canggih.
Di sisi lain, Washington dan sejumlah perusahaan AI terkemuka Amerika Serikat menuduh pengembang dari China menggunakan teknik distilasi untuk mengekstraksi kemampuan dari model AI milik mereka.
Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent sebelumnya memperingatkan perusahaan-perusahaan China dapat menghadapi sanksi keuangan atau dimasukkan ke dalam daftar hitam perdagangan AS. Sementara itu, Beijing menuding Washington melakukan “hegemoni AI” dan mengancam akan mengambil tindakan balasan.(bs)
Tulis Komentar