Keterangan Gambar : ilustrasi ide bisnis.foto/pexels
KOTA METRO, A1BOS.COM - Bisnis yang baik tidak hanya lahir dari ide yang menarik, tetapi juga dari peluang yang realistis untuk berhasil. Karena itu, sebelum mencari pendanaan, calon pengusaha perlu memastikan bahwa usaha yang akan dijalankan memang layak berkembang.
Banyak orang langsung bersemangat membangun bisnis tanpa lebih dulu menguji kelayakan idenya. Akibatnya, mereka menghabiskan waktu dan biaya untuk usaha yang sejak awal sebenarnya memiliki peluang kecil untuk berhasil.
Rencana bisnis menjadi salah satu alat penting untuk menguji kelayakan tersebut. Melalui proses penyusunannya, calon pelaku usaha dapat menguji berbagai asumsi sebelum bisnis benar-benar dijalankan. Tidak sedikit ide usaha berhenti pada tahap perencanaan karena pengujian menunjukkan asumsi yang digunakan tidak sesuai dengan kondisi nyata.
Setidaknya ada dua aspek utama yang perlu diuji. Pertama, aspek keuangan untuk memastikan bisnis layak secara ekonomi. Kedua, aspek gaya hidup agar usaha yang dibangun tetap sejalan dengan tujuan dan kehidupan pemiliknya.
Dari sisi keuangan, beberapa pertanyaan penting perlu dijawab, antara lain besarnya investasi awal yang dibutuhkan, seberapa besar kendali yang bersedia diberikan kepada investor, kapan usaha mulai menghasilkan keuntungan, kapan modal dapat kembali, bagaimana proyeksi laba dalam jangka panjang, kemampuan pemilik bekerja penuh waktu, besarnya pendapatan yang dapat dibawa pulang, potensi kegagalan usaha, serta rencana cadangan apabila bisnis tidak berjalan sesuai harapan.
Selain hitungan finansial, calon pengusaha juga perlu memastikan bahwa bisnis tersebut benar-benar menyelesaikan persoalan yang dihadapi pelanggan.
“Investor menginginkan lebih dari sekadar ide,” tulis Noah Parsons dalam artikelnya Cara Menulis Rencana Bisnis yang Meyakinkan bagi Investor.
“Mereka menginginkan bukti bahwa Anda sedang memecahkan masalah bagi pelanggan. Pelanggan Anda harus menginginkan apa yang Anda jual agar Anda dapat membangun bisnis yang sukses, dan rencana bisnis Anda perlu menjelaskan bukti yang telah Anda temukan yang membuktikan bahwa Anda akan mampu menjual produk dan layanan Anda kepada pelanggan. Jika Anda memiliki daya tarik berupa penjualan dan pelanggan awal, itu bahkan lebih baik.”
Menurut Parsons, rencana bisnis bukan sekadar dokumen, melainkan bukti bahwa pendiri memahami bisnis yang akan dibangun.
“Dokumen rencana bisnis itu sendiri bukanlah hal yang penting bagi investor. Yang penting adalah pengetahuan yang Anda hasilkan melalui proses tersebut. Memiliki rencana bisnis menunjukkan bahwa Anda telah melakukan riset dengan memikirkan bagaimana bisnis Anda akan berjalan dan tujuan apa yang ingin Anda capai.”
Karena itu, penyusunan rencana bisnis perlu mencakup analisis mengenai target pasar, strategi penjualan dan pemasaran, masalah yang ingin diselesaikan bagi pelanggan, serta siapa saja pesaing utama. Proses tersebut membantu pelaku usaha menyiapkan jawaban yang kuat ketika investor mulai mempertanyakan model bisnis yang ditawarkan.
Bahkan jika investor tidak pernah meminta dokumen rencana bisnis, proses penyusunannya tetap memberi manfaat karena pemilik usaha telah memahami bisnisnya secara lebih mendalam. Sebaliknya, jika investor meminta dokumen tersebut, pelaku usaha sudah siap menyerahkannya tanpa harus menyusunnya secara terburu-buru.(*/bs)
Tulis Komentar