Keterangan Gambar : Suasana CFD Kota Metro. foto/ig @metro.carfreeday
KOTA METRO, A1BOS.COM - Pemerintah Kota Metro menata ulang pelaksanaan Car Free Day (CFD) dengan menerapkan zonasi aktivitas, penataan pedagang UMKM, serta sistem parkir terpusat. Hasil penataan ditargetkan mulai diterapkan pada pelaksanaan CFD hari Minggu mendatang.
Keputusan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi di Ruang Sekretaris Daerah Kota Metro yang dipimpin Sekretaris Daerah mewakili Wali Kota Metro. Rapat merupakan tindak lanjut arahan Wali Kota Metro serta masukan Wakil Wali Kota setelah pelaksanaan CFD sebelumnya dinilai masih memerlukan pembenahan, terutama terkait keselamatan, ketertiban lalu lintas, pengelolaan parkir, dan penataan pedagang UMKM.
Selama ini, Car Free Day di Kota Metro berlangsung setiap hari Minggu pertama setiap bulan pukul 06.00-10.00 WIB. Namun, pengelolaan resmi oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) hanya dilakukan pada minggu pertama setiap bulan sehingga pengaturan kawasan pada pekan berikutnya belum berjalan optimal.(bs)
Dalam skema baru, pemerintah akan memisahkan secara jelas area aktivitas masyarakat, kawasan pedagang UMKM, dan lokasi parkir kendaraan. Penataan itu ditujukan untuk mengurangi kepadatan sekaligus meningkatkan kenyamanan pengunjung.
Salah satu kebijakan utama ialah mensterilkan kawasan Taman Merdeka beserta jalur lambatnya dari parkir kendaraan roda dua maupun roda empat. Sebagai gantinya, pemerintah menyiapkan kantong parkir terpusat di Wisma Haji, Sumur Bandung, Gedung Sesat, kawasan Shopping, Perpustakaan Daerah, Wedana, hingga Jalan Seminung di seberang rumah sakit.
Pemerintah juga menyiapkan mekanisme buka-tutup jalur agar kendaraan darurat, termasuk ambulans, tetap memiliki akses cepat apabila terjadi keadaan mendesak. Sistem parkir terpusat itu juga diharapkan membuat pengelolaan retribusi daerah lebih efektif.
Penataan turut menyasar pelaku UMKM. Pedagang yang selama ini berjualan di trotoar maupun sepanjang kawasan hingga depan rumah dinas Wakil Wali Kota akan ditertibkan. Seluruh aktivitas perdagangan nantinya dipusatkan dalam satu zona khusus di kawasan Jalan Seminung.
Sekretaris Daerah Kota Metro menegaskan bahwa penataan ulang CFD bukan bertujuan membatasi aktivitas masyarakat maupun pelaku usaha, melainkan menghadirkan ruang publik yang aman, nyaman, dan tertib bagi seluruh pengunjung.
Menurutnya, dengan masyarakat mulai terbiasa menggunakan kantong parkir yang telah disediakan serta beraktivitas sesuai zonasi yang ditetapkan, pelaksanaan Car Free Day akan berlangsung lebih teratur dari waktu ke waktu.
Pemerintah optimistis penataan tersebut akan meningkatkan jumlah pengunjung sekaligus memberi dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi pelaku UMKM. Kawasan CFD yang lebih tertib juga diyakini mampu menjadi wajah baru Kota Metro sebagai ruang publik yang ramah bagi masyarakat.
Selain mendukung aktivitas ekonomi, penataan kawasan menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Metro menjaga kebersihan, ketertiban, dan kualitas tata ruang perkotaan. Upaya tersebut juga mendukung peningkatan kualitas lingkungan yang menjadi salah satu indikator penting dalam penilaian penghargaan Adipura.
Usai rapat koordinasi, Sekretaris Daerah Kota Metro Ahmad Hariyanto bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait meninjau langsung kawasan pelaksanaan CFD. Peninjauan dilakukan untuk melihat kondisi titik parkir, lokasi aktivitas masyarakat, area pedagang UMKM, serta akses lalu lintas yang akan menjadi fokus penataan. Hasilnya akan menjadi dasar penyempurnaan skema sebelum diterapkan pada pelaksanaan CFD pekan mendatang.
Tulis Komentar