08117992581

LPAI Kota Metro Klarifikasi Dugaan Pengucilan Anak Saksi Korban Pencabulan di Sekolah

$rows[judul]

Kota Metro, A1BOS.COM - Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Kota Metro menggelar kunjungan ke salah satu sekolah swasta yang ada di Kota Metro guna mengklarifikasi dugaan pengucilan terhadap anak saksi korban pencabulan yang dilakukan oleh oknum guru di sekolah tersebut, Rabu (29/11/2023).

Dikatakan Pengawas Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Kota Metro Sowiyah, kunjungan bertujuan agar tidak ada aksi pengucilan maupun diskriminasi terhadap anak di sekolah, sehingga kedepan bisa menjadi madrasah yang ramah anak.

"Jadi ada satu pembahasan tentang bagaimana untuk mewujudkan standarisasi satuan pendidikan ramah anak," ujarnya.

Ia menuturkan, sekolah tersebut memerlukan pencerahan terhadap orang tua, pendidik dan tenaga kependidikan.

"Sehingga bisa kolaborasi dan berkomunikasi yang baik tidak ada miskomunikasi, tidak ada lagi pembullyan. Apalagi penerapan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) tertuang dalam Permendikbud No. 82 tahun 2015 dan Undang-Undang No. 12 Tahun 2022 tentang tindak pidana kekerasan seksual. Sudah waktunya satuan pendidikan (sekolah/madrasah)  formal, nonformal, dan informal yang mampu memberikan pemenuhan hak dan perlindungan khusus bagi anak termasuk mekanisme pengaduan untuk penangan kasus di satuan pendidikan bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dan Kemenag," terangnya.

"Puspaga Gaharu bersama LPAI Kota Metro akan mengadakan sosialisasi terkait perlindungan anak yang mana sudah menjadi agenda kita di sekolah ini yang sudah ismi agendakan dan sedang menunggu waktu  untuk segera  bisa ditentukan," tuturnya.

Sementara itu Kepala Sekolah yang dikunjungi oleh tim LPAI mengakui bahwa benar di sekolahnya saat ini ada gurunya yang sedang dilaporkan terkait masalah pencabulan.

"Memang benar bahwa di sekolah kami ada guru yang dilaporkan, guru tersebut sekarang sudah dinonaktifkan. Untuk perkara hukumnya sudah kami serahkan kepada penasehat hukum yayasan," paparnya.

Menyikapi dari kejadian tersebut Kepala Sekolah juga telah melakukan koordinasi kepada seluruh dewan guru beserta staf dengan berupaya untuk memberikan penjelasan kepada murid-murid yang ada di sekolahnya.

"Kalau untuk guru, kami sudah melakukan pengarahan bahwa kita tidak boleh memberikan intimadasi kepada anak atau perbedaan kepada anak-anak, bahkan kami selalu memberikan pelayanan yang sama terhadap anak-anak kita baik anak yang sedang mendapatkan masalah," terangnya.

Pihaknya berpesan kepada LPAI dan Puspaga Gaharu bahwa sekolahnya sudah siap untuk menerima kunjungan berikutnya dalam rangka sosialisasi anti bullying dan pencegahan kekerasan seksual.

"Jika memang nanti dari Puspaga Gaharu dan LPAI itu mau menjelaskan tentang sosialisasi bullying kami sangat bersyukur dan kami juga akan menyiapkan segala sesuatunya seperti tempat, anak dan fasilitas yang lain," pungkasnya. (Aliando)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)