08117992581

Kurangi Dampak Kekeringan, Smansa Metro Gelar Shalat Istisqa Mohon Hujan Deras Penuh Barokah

$rows[judul]

Kota Metro, A1BOS.COM - SMAN 1 (Smansa) Kota Metro menggelar shalat sunnah muakkadah (Istisqa) di halaman sekolah setempat, Jum'at (27/10/2023).

Shalat tersebut bertujuan memohon kepada Allah SWT agar menurunkan air hujan.


Kepala Sekolah Smansa Metro, Muhammad Kholid mengatakan, kegiatan shalat sunnah Istisqa diikuti 928 siswa-siswi SMAN 1 Metro.

"Untuk menumbuhkan rasa cinta siswa-siswi SMAN 1 Metro kepada Allah SWT, di musim kemarau yang panjang ini, selalu berdoa memohon agar segera diberi hujan yang lebat dan barokah," ujarnya.

Selain itu kegiatan serupa juga ditujukan untuk memberikan edukasi kepada siswa-siswi Smansa dalam pelaksanaan shalat Istisqa.

"Ini tentu menjadi pengalaman yang tentu sangat berarti dikemudian hari, saya juga berharap semoga anak-anak mempunyai empati bahwa di sekitar kita kok sudah terjadi kekeringan, banyak hewan yang sudah mulai kurus, mencari rumput susah, daun-daun mulai kering, banyak kebakaran dimana-mana dan ini menimbulkan bagaimana anak-anak bisa berempati," jelasnya.

Ia menuturkan, bahwa dalam ajaran agama Islam ada sunnah yang mengajarkan untuk shalat meminta hujan kepada Allah SWT.

"Sholat sunnah ini mengajarkan kepada mereka untuk bisa mengambil langkah-langkah yang kongkrit bisa dilakukan ketika nanti turun di masyarakat, supaya bisa mengurangi dampak-dampak terkait dengan kekeringan," terangnya.


Hal senada juga dikatakan pengisi kajian pada shalat Sunnah Istisqa, Ustadz Dr. Bairus Salim, shalat sunnah tersebut dilaksanakan disaat kemarau panjang terjadi.

"Kekeringan di mana-mana, di dalam hadits riwayat aimam Ahmad dan Ibnu Majah menjelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW ketika terjadi kekeringan kemarau yang panjang beliau mengumpulkan para sahabat untuk melaksanakan shalat Istisqa," katanya.

Bairus menjelaskan, teknis pelaksanaan shalat Istisqa dalam hadist riwayat Imam Ahmad dan Ibnu Majah dijelaskan shalat dua rakaat tanpa dimulai dengan adzan dan iqamah.

"Mirip dengan pelaksanaan shalat Idul Fitri, bedanya kalau shalat Idul Fitri itukan tujuh takbir rakaat pertama lima takbir rakaat kedua, kalau shalat Istisqa tidak memakai takbir sebanyak itu, sama seperti shalat sunnah biasanya," jelasnya.

"Kemudian setelah shalat sunnah dilaksanakan secara berjamaah, Khotib naik di mimbar menyampaikan khutbahnya yang di dalamnya banyak beristighfar setelah selesai maka ditutup dengan doa khusus meminta hujan yang deras dan penuh barokah serta bermanfaat bagi umat manusia," pungkasnya. (Aliando)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)