08117992581

Dukung KLA, Fasnas SRA Provinsi Lampung Gelar Monev di SMAN 6 Metro

$rows[judul]

Kota Metro, A1BOS.COM - Fasilitator Nasional Satuan Pendidikan Ramah Anak (SRA) Provinsi Lampung menggelar monev di beberapa sekolah yang ada di Kota Metro dalam mendukung Kota Layak Anak (KLA), Senin (23/10/2023).

Fasilitator Nasional (Fasnas) Satuan Pendidikan Ramah Anak Provinsi Lampung yang juga sebagai pendamping Satuan Pendidikan Ramah Anak Kota Metro, Prof. Dr. Sowiyah, M.Pd. mengatakan, giat tersebut merupakan gerakan dari Sekretariat Bersama (Sekber) Kota Metro yang terdiri dari Dinas PPPA PP dan KB, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Metro, Kementrian Agama (Kemenag) mengadakan evaluasi Satuan Pendidikan Ramah Anak untuk memampukan sekolah-sekolah dalam SRA.


"Jadi implementasi kebijakan dari Kota Layak Anak (KLA) indikatornya adalah SRA, sehingga kami tim turun untuk mengevaluasi dimana ketercapaian atau implementasinya bagaimana di satuan pendidikan," ujarnya.

Ia menuturkan, ada 4 sekolah yang dikunjungi pada kegiatan tersebut.

"Ada TK Pertiwi Ganjar Agung, SDN 6 Metro Barat, SMPN 1 Metro dan terakhir SMA Negeri 6 Metro," jelasnya.

Sowiyah mengatakan, penerapan Satuan Pendidikan Ramah Anak di SMAN 6 Metro sudah berjalan.

"Alhamdulillah SMAN 6 Metro ini sudah berjalan dan sering melakukan pendampingan termasuk penyusunan tata tertib pelaksanaan atau implementasi disiplin positif," tuturnya.

"Jadi tidak ada lagi kekerasan dan hukuman di sini dibentuk anti bullying, duta ramah anak dan telah menyusun tata tertib sekolah tanpa kekerasan," imbuhnya.

Sowiyah menjelaskan, sebagai Fasnas dan pendamping SRA pihaknya bertujuan untuk memampukan sekolah-sekolah yang ada di Kota Metro, untuk memberikan kesiapan satuan pendidikan ramah anak menuju standarisasi satuan pendidikan ramah anak.

"Sehingga tidak ada lagi menemukan kasus anak-anak yang terjadi baik itu di sekolah maupun di lingkungan Kota Metro," katanya.

"Semoga anak-anak di Kota Metro terlayani dan terlindungi dari kekerasan dan tidak ada lagi perendahan anak-anak, sehingga menjadi anak-anak yang benar-benar mengimplementasikan wawasan dan bisa menyelesaikan masalahnya sendiri yang dengan konsekuensi logisnya mereka menyadari bahwa itu adalah salah," lanjut Fasnas SRA.

Hal senada disampaikan, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPPA PP dan KB) Kota Metro Wahyuningsih, S.K.M., M.Kes., kegiatan tersebut merupakan salah satu langkah untuk mengimplementasikan Kota Layak Anak (KLA).

"Yang salah satu elemennya adalah warga disalah satu fasilitas pendidikan itu adalah anak-anak, jadi kita untuk menjamin semua itu harus berkeliling memberikan pembelajaran tentang bagaimana penerapan satuan pendidikan di sekolah ramah anak," paparnya.

"Kami berharap sekolah-sekolah yang ada di Kota Metro ramah anak semua," ucapnya.


Menambahkan hal tersebut, Kepala Sekolah SMAN 6 Metro, Sunarti, M.Pd. memaparkan, telah menjadi profesi seorang guru dan kepala sekolah untuk berkomitmen bisa menciptakan sekolah ramah anak.

"Walaupun memang tantangannya sangat besar terkait dengan hijrah hati, kemudian kesadaran semua pihak, dan di tahun 2021 sebenarnya kita sudah mendeklarasikan bersama Kepala Dinas PPPA Provinsi Lampung, dan kemudian kemarin kita selama dua hari kita bimtek penyusunan disiplin positif artinya kita untuk menyelamatkan anak-anak karena memang mereka butuh pembinaan," tambahnya.

"Tapi ini kita selalu belajar untuk selalu berhijrah hati, dan ini semua memang harus mendapatkan dukungan dari semua pihak. Alhamdulillah kemarin sudah tersusun untuk penyusunan disiplin positif, itu nanti kita tindak lanjuti dengan mendeklarasikan bersama menyampaikan kepada orang tua," pungkasnya. (Aliando)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)