08117992581

Kritisi Pemkot Metro, Darsono Sebut Banyaknya Pegawai Honorer Jadi Malapetaka

$rows[judul]

Kota Metro, A1BOS.COM - Tokoh masyarakat Kota Metro Sudarsono (Darsono), memberikan pesan terhadap Calon Walikota Metro mendatang agar segera berpikir matang-matang untuk bisa memajukan Kota Metro, Minggu (19/05/2024).

Dikatakan tokoh masyarakat Kota Metro, Sudarsono, bahwa Metro adalah Kota peradaban wilayah sekitarnya yang menjadi contoh untuk pendidikan kemudian untuk kebersihannya.

"Piala Adipura sudah hilang dari zaman Pak Pairin, sampai sekarang kan sudah hilang itu kunci, kenapa piala Adipura hilang kita lihat pelanggar-pelanggar hukumnya, kita lihat kebersihannya dan untuk mencapai kebersihan agar tidak terdapat pelanggar hukum ya gimana caranya, contoh Metro ini Kota kecil penduduknya hanya berapa 178.000," ujarnya.

Menurutnya dengan diangkatnya honorer yang melebihi 2000 orang adalah malapetaka.

"Yang gaji mereka bukan dari BPKAD adalah dinas teknis yang mestinya untuk fisik akhirnya berpengaruh di situ, yang kemarin dr. Wahdi menggunakan jalur independen maka jalur untuk mendapatkan poin di pusat itu harus partai, karena yang berkuasa di DPRD itu adalah partai," kata tokoh masyarakat Kota Metro tersebut.

Dirinya menjelaskan, dahulu setelah dirinya menjabat sebagai ketua DPRD, keuangan-keuangan daerah naik dari tipe C ke tipe B.

"Mestinya Metro itu udah bangkit, mestinya tidak ada jalan rusak. Tapi karena yang menggaji honorer-honorer itu adalah dinas-dinas OPD yang harusnya itu fisik, contoh saja TPAS (Tempat Pembuangan Akhir Sampah) yang menjadi kunci kebersihan kota, sekarang kan apa enggak terawat, karena apa enggak ada alat berat, punya pemerintah rusak, mestinya enggak usah gaji honor untuk beli alat berat ataupun honorer itu suruh kerja di persampahan biar bersih bukan nongkrong main hp absen aja dan itu kita enggak tau tapi tau-tau nerima gaji aja," paparnya.

Darsono memaparkan, anggaran Pemerintah Kota Metro semestinya lebih efektif.

"Mungkin diarahkan ke tupoksi ya contoh aja ya guru ngaji, dunia pendidikan kalah yang honor guru enggak masalah si yang honor perawat enggak masalah, si bidan itu ada keterampilan kalau honor yang hanya main hp dari pagi sampe siang diabsen juga enggak tempat duduk enggak itu pemborosan hitung aja per OPD plus BPKAD itu berapa sebulan mereka itu," jelasnya.

Menurutnya, hal tersebut juga yang memakan kesejahteraan para wartawan.

"Udah diambil sana kok akhirnya hidupmu susah itu yang pertama dan yang kedua Metro untuk memaksimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Metro ini lebih dari 90% pasien itu adalah orang dari luar Metro, inikan peluang, pendidikan peluang yang pentingkan pendidikan kita jaga kualitas bukan hanya pendidikan yang hanya mementingkan attitude tau-tau beli ijasah itu perusak Metro itu karena Metro itu kualitas," imbuhnya.

"Sebenarnya orang Metro harus punya keberanian nyari uangnya di luar Metro, kalau kamu hidupnya di Metro terus akan menjadi bonsai Metro itu udah kaya Jawa lo, Jawa itu karena SDM padat akhirnya dia keluar ke daerah-daerah yang berkarir seperti pengusaha sehingga dapet hasil bangun dari luar ke luar itu kunci," pungkasnya. (Aliando)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)