08117992581

Kopi Setiap Hari Bisa Membantu Melindungi Otak, Studi 43 Tahun Mengungkap Manfaatnya

$rows[judul] Keterangan Gambar : ilustrasi/unsplash

Kota Metro, A1BOS.COM - Minum kopi setiap hari ternyata tidak hanya membantu mengusir rasa kantuk. Kebiasaan ini juga berpotensi memberikan manfaat jangka panjang bagi kesehatan otak, termasuk menurunkan risiko demensia dan memperlambat penurunan kemampuan kognitif.

Sebuah penelitian berskala besar yang berlangsung hingga 43 tahun menemukan bahwa orang yang rutin mengonsumsi kopi berkafein atau teh memiliki risiko demensia lebih rendah dibandingkan mereka yang jarang atau tidak pernah mengonsumsinya. Temuan ini sekaligus memberikan gambaran baru tentang hubungan antara konsumsi kafein dan kesehatan otak seiring bertambahnya usia.

Dikutip dan diadaptasi dari penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah JAMA, riset tersebut melibatkan peneliti dari Mass General Brigham, Harvard T.H. Chan School of Public Health, serta Broad Institute of MIT and Harvard. Mereka menganalisis data kesehatan dan pola konsumsi minuman dari 131.821 peserta.

Penelitian 43 Tahun Mengungkap Hubungan Kopi dan Demensia

Penelitian ini menggunakan data dari dua kelompok besar, yakni Nurses’ Health Study (NHS) dan Health Professionals Follow-Up Study (HPFS).

Kedua kelompok tersebut memungkinkan peneliti memantau kebiasaan konsumsi minuman, diagnosis demensia, keluhan penurunan daya ingat, hingga kemampuan kognitif peserta selama puluhan tahun.

Dari lebih 130 ribu peserta, sebanyak 11.033 orang mengalami demensia selama periode penelitian.

Hasil analisis menunjukkan bahwa peserta yang mengonsumsi kopi berkafein dalam jumlah lebih tinggi memiliki risiko demensia 18 persen lebih rendah dibandingkan mereka yang jarang atau tidak pernah minum kopi.

Penelitian tersebut juga menemukan perbedaan dalam keluhan penurunan kemampuan kognitif. Keluhan ini dilaporkan oleh 7,8 persen peserta yang lebih banyak mengonsumsi kopi berkafein, dibandingkan 9,5 persen pada kelompok yang jarang atau tidak meminumnya.

Selain itu, kelompok peminum kopi berkafein juga menunjukkan hasil lebih baik dalam beberapa tes kemampuan kognitif objektif.

Berapa Banyak Kopi yang Dikonsumsi agar Mendapat Manfaat?

Peneliti menemukan hubungan paling kuat pada peserta yang mengonsumsi kopi berkafein sebanyak 2–3 cangkir sehari.

Sementara itu, konsumsi teh sebanyak 1–2 cangkir sehari juga menunjukkan pola manfaat yang serupa.

Menariknya, peningkatan konsumsi kafein di atas jumlah tersebut tidak menunjukkan tanda-tanda peningkatan risiko dalam penelitian ini. Hasilnya justru memperlihatkan manfaat yang relatif sebanding dengan kelompok yang mengonsumsi kafein dalam jumlah sedang.

Temuan tersebut memberikan gambaran bahwa konsumsi kopi dan teh berkafein dalam jumlah moderat berkaitan dengan kondisi kesehatan otak yang lebih baik.

Namun, hasil penelitian ini tidak berarti seseorang harus meningkatkan konsumsi kafein untuk mencegah demensia.

Kafein Diduga Menjadi Faktor Penting

Salah satu temuan menarik dalam penelitian ini berkaitan dengan jenis kopi yang dikonsumsi.

Pola manfaat serupa ditemukan pada peminum teh. Namun, kopi tanpa kafein atau decaffeinated coffee tidak menunjukkan hubungan yang sama dengan penurunan risiko demensia.

Hal ini mengindikasikan bahwa kafein mungkin menjadi salah satu faktor penting di balik hubungan antara konsumsi kopi dan kesehatan otak.

Kopi dan teh mengandung sejumlah senyawa, termasuk polifenol dan kafein. Kedua jenis senyawa tersebut diduga memiliki peran dalam mendukung kesehatan otak.

Polifenol dan kafein diperkirakan dapat membantu mengurangi peradangan serta membatasi kerusakan sel yang berkaitan dengan penurunan fungsi kognitif.

Meski demikian, mekanisme yang mendasari hubungan tersebut masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.

Manfaat Kopi Berlaku bagi Berbagai Risiko Genetik

Penelitian ini juga membandingkan peserta berdasarkan kecenderungan genetik mereka terhadap demensia.

Hasilnya menunjukkan pola yang sama, baik pada orang dengan risiko genetik tinggi maupun rendah.

Yu Zhang, MBBS, MS, mahasiswa doktoral di Harvard T.H. Chan School of Public Health sekaligus peneliti di Mass General Brigham, menjelaskan bahwa hasil tersebut menunjukkan hubungan manfaat kopi atau kafein tidak terbatas pada kelompok dengan risiko genetik tertentu.

Dengan kata lain, hubungan antara konsumsi kopi dan risiko demensia yang lebih rendah terlihat pada kedua kelompok tersebut.

Temuan ini menambah informasi mengenai potensi hubungan konsumsi kafein dengan kesehatan otak dalam jangka panjang.

Mengapa Pencegahan Demensia Penting?

Pencegahan demensia menjadi perhatian penting karena pilihan pengobatan yang tersedia saat ini masih terbatas.

Sebagian besar terapi yang ada hanya memberikan manfaat relatif terbatas setelah gejala mulai muncul. Karena itu, para peneliti semakin banyak mempelajari faktor gaya hidup, termasuk pola makan dan konsumsi minuman, yang mungkin berkaitan dengan penurunan fungsi kognitif.

Daniel Wang, MD, ScD, peneliti senior dari Channing Division of Network Medicine, Department of Medicine, Mass General Brigham, sekaligus asisten profesor di Harvard Medical School, mengatakan bahwa kopi menarik untuk diteliti karena menjadi salah satu minuman yang banyak dikonsumsi masyarakat.

Menurut Wang, ketersediaan data berkualitas tinggi dari penelitian yang telah berlangsung lebih dari 40 tahun memungkinkan timnya mengamati hubungan konsumsi kopi dengan kesehatan otak dalam periode panjang.

Meski hasilnya menjanjikan, Wang mengingatkan bahwa besarnya manfaat yang ditemukan relatif kecil.

Ia juga menegaskan bahwa konsumsi kopi atau teh berkafein hanya dapat menjadi salah satu bagian dari berbagai upaya menjaga kemampuan kognitif seiring bertambahnya usia.

Penelitian Didukung National Institutes of Health

Penelitian ini melibatkan sejumlah peneliti dari Mass General Brigham dan Harvard, termasuk Yuxi Liu, Yanping Li, Yuhan Li, Jae H. Kang, A. Heather Eliassen, Molin Wang, Eric B. Rimm, Frank B. Hu, dan Meir J. Stampfer.

Peneliti lainnya adalah Walter C. Willett dan Xiao Gu.

Pendanaan penelitian berasal dari sejumlah hibah National Institutes of Health (NIH).

Lembaga pendanaan tersebut tidak terlibat dalam perancangan penelitian, pengumpulan dan analisis data, penyusunan naskah, maupun keputusan untuk memublikasikan hasil penelitian.

Kopi Bisa Menjadi Bagian dari Upaya Menjaga Kesehatan Otak

Penelitian selama 43 tahun ini memberikan gambaran bahwa konsumsi kopi berkafein dan teh dalam jumlah moderat berkaitan dengan risiko demensia yang lebih rendah serta kemampuan kognitif yang lebih terjaga.

Jumlah yang menunjukkan hubungan paling kuat adalah 2–3 cangkir kopi berkafein atau 1–2 cangkir teh setiap hari.

Namun, temuan tersebut perlu dipahami secara proporsional. Penelitian ini menunjukkan hubungan antara konsumsi kafein dan kesehatan otak, bukan membuktikan bahwa kopi secara langsung mencegah demensia.

Seperti disampaikan peneliti senior Daniel Wang, konsumsi kopi atau teh berkafein dapat menjadi salah satu bagian dari upaya menjaga fungsi otak ketika seseorang memasuki usia lanjut.

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)