Kota Metro, A1BOS.COM - Guna mensinergikan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Metro menjelang Natal dan Tahun Baru 2025, Pemerintah Kota Metro menggelar rapat pertemuan tingkat tinggi yang melibatkan orang-orang penting, Kamis (19/12/2024).
Walikota Metro, Wahdi Siradjuddin menyampaikan, bahwa di tengah tantangan global dan nasional serta dampak dari perubahan cuaca yang mempengaruhi sektor pangan, penting bagi Pemerintah Kota Metro untuk bekerja secara sinergis.
"Tidak hanya antar Pemerintah Daerah, namun juga dengan sektor swasta dan masyarakat. Melalui upaya bersama, kita dapat mengurangi gejolak harga komoditas utama yang sangat berdampak pada kehidupan sehari-hari bagi warga Kota Metro," ujarnya.

Ia menuturkan, pada tanggal 12 Desember 2024 Pemerintah Kota Metro telah melaksanakan HLM TPID Provinsi di mana terdapat 7 (tujuh) arahan Pj. Gubernur Lampung.
"Pertama, Pemerintah Kota Metro telah mengintensifkan operasi pasar murah untuk meminimalisir gejolak harga. Kedua, kami sudah melakukan pemantauan harga dan pasokan komoditas strategis bersama aparat penegak hukum dan Satgas Pangan, termasuk untuk bahan bakar minyak (BBM) dan gas. Ketiga, memperkuat ketersediaan pasokan pangan dari melalui serapan produksi domestik dan perdagangan antar daerah. Keempat, menjaga kelancaran distribusi dan armada transportasi untuk setiap moda transportasi, mempersiapkan skenario untuk menghindari bottleneck. Kelima, memastikan infrastruktur jalan siap digunakan. Keenam, sudah berkoordinasi dan melakukan komunikasi dengan efektif untuk menjaga ekspektasi masyarakat. Ketujuh, pastikan keselamatan masyarakat dan wisatawan, termasuk para pekerja yang berperan penting dalam distribusi bahan pangan," terangnya.
Menurutnya, bulan November 2024 terjadi inflasi year on year (y-on-y) Kota Metro sebesar 1,09%, inflasi month to month (m-to-m) sebesar 0,35% dan inflasi tahun kalender atau year to date (y-t-d) sebesar 1,04%.
"Inflasi Kota Metro yang masih di bawah target nasional perlu ditingkatkan dalam upaya menciptakan kondisi yang kondusif bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat melalui pengendalian inflasi dan ketersediaan pangan yang stabil," kata Walikota Metro.
Pihaknya meminta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Metro bersama Perangkat Daerah dan Instansi terkait untuk terus melakukan upaya-upaya dalam menstabilkan inflasi di Kota Metro.
"Dengan meningkatkan kerjasama antar anggota TPID, dengan pihak-pihak terkait tentang pengiriman pasokan bahan pangan agar tidak terganggu, termasuk penyaluran BBM dan LPG subsidi dan non-subsidi kepada masyarakat,
Wahdi mengatakan, kepada Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Metro untuk memperhatikan neraca pangan dengan akurat.
"Sehingga dapat diketahui ketersediaan pangan agar lebih memaksimalkan, juga upaya-upaya seperti gerakan menanam, pengaturan pola tanam penggunaan bibit-bibit yang tahan terhadap bencana atau hama," jelasnya.
"Kepada Satgas Pangan agar dapat meningkatkan intensitas pendampingan dan dukungan dalam menjaga stabilitas harga, memberikan tindakan baik melalui pembinaan maupun hukum yang berlaku sesuai peraturan, apabila ditemukan pelaku usaha yang menyimpang," Imbuhnya.
Pihaknya menambahkan, bahwa pengendalian inflasi bukan hanya soal mengejar target angka inflasi.
"Tetapi memastikan distribusi pangan dan kebutuhan lainnya berjalan dengan lancar, serta memperhatikan sektor-sektor yang rawan terdampak," pungkasnya. (Aliando)
Tulis Komentar