Kota Metro, A1BOS.COM - Peringatan Hari Jantung Sedunia 2026 di Kota Metro berlangsung semarak di halaman Rumah Dinas Wali Kota Metro, Sabtu (26/09/2026) pagi.
Mengusung tema “Jantung Sehat, Keluarga Kuat, Masyarakat Hebat”, kegiatan tersebut tidak hanya diisi dengan senam jantung bersama, tetapi juga edukasi kesehatan, pemeriksaan nadi secara mandiri, penggalangan donasi bagi anak-anak dengan masalah jantung, Fiki Market, hingga Beauty Class bersama anak-anak istimewa.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 06.30 WIB itu melibatkan Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Kota Metro, Dinas Kesehatan Kota Metro, RSUD Ahmad Yani Metro, Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kota Metro, Universitas Wira Buana Metro, Komunitas Jantung Sehat (KJS), Tim Power Rangers, serta Pengurus Rumah Sahabat Fiki.

Sejumlah peserta juga tampak mengikuti senam bersama sebelum mendapatkan edukasi mengenai pentingnya mengenali kondisi kesehatan jantung sejak dini.
Dokter Arif Rahman Hakim dalam sesi edukasi menjelaskan salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat adalah “Menari” atau memeriksa nadi sendiri.
Menurutnya, denyut nadi normal pada orang dewasa umumnya berada pada kisaran 80-100 kali per menit. Selain menghitung frekuensi, masyarakat juga perlu memperhatikan apakah denyut terasa teratur atau terdapat perbedaan antara satu denyut dengan denyut berikutnya.
“Setelah teraba, setiap denyut sama, frekuensinya dalam satu menit 80 sampai 100 kali per menit, itu bisa kita anggap normal,” ujar dr. Arif dalam edukasinya.
Ia mengatakan pemeriksaan nadi dapat dilakukan secara berkala, terutama bagi kelompok lanjut usia maupun orang yang memiliki keluhan atau faktor risiko penyakit jantung.
Untuk masyarakat berusia 65 tahun ke atas, pemeriksaan dapat dilakukan setidaknya satu kali dalam seminggu. Sementara bagi orang yang telah memiliki penyakit jantung atau mengalami keluhan seperti jantung berdebar, sesak napas dan mudah lelah, pemeriksaan dapat dilakukan lebih rutin.
“Waktu yang paling ideal adalah pagi hari,” katanya.

dr. Arif juga mengingatkan bahwa penyakit kardiovaskular memiliki spektrum yang luas. Salah satunya penyakit jantung koroner yang berkaitan dengan penyumbatan pembuluh darah jantung.
Karena itu, pencegahan tidak cukup hanya dengan melakukan skrining jantung. Masyarakat juga perlu mengendalikan berbagai faktor risiko seperti hipertensi, diabetes melitus, obesitas, kolesterol tinggi, kebiasaan merokok hingga gaya hidup kurang bergerak atau sedentary lifestyle.
“Kalau ibu-ibu yang suka senam seperti ini, insyaallah dapat membantu mengurangi faktor risiko penyakit jantung,” ujarnya.
Ia menambahkan, sejumlah gejala seperti sesak napas, jantung berdebar, mudah capek dan mudah lelah perlu mendapat perhatian. Apabila saat beristirahat denyut nadi berada di atas 100 kali per menit, kondisi tersebut dapat menjadi tanda untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Masyarakat, kata dia, dapat melakukan skrining ke fasilitas kesehatan seperti puskesmas. Pemeriksaan elektrokardiografi atau EKG dapat membantu tenaga medis melihat kemungkinan adanya gangguan irama jantung.
“Kalau faktor risiko ini kita cegah, ke depannya akan terhindar dari penyakit jantung,” jelasnya.

Sementara itu Ketua IBI Kota Metro, Bidan Tri Imawati, mengatakan peringatan Hari Jantung Sedunia menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa menjaga kesehatan jantung harus dimulai dari keluarga dan dilakukan sejak dini.
Menurutnya, bidan memiliki peran dalam memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat, terutama perempuan dan keluarga, agar memahami pentingnya pola hidup sehat, aktivitas fisik, menjaga pola makan, mengendalikan faktor risiko serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
“Bagi kami di IBI, kegiatan seperti ini sangat penting karena kesehatan jantung tidak hanya menjadi tanggung jawab rumah sakit atau tenaga medis tertentu. Edukasi dan pencegahan harus dimulai dari keluarga. Ibu memiliki peran besar dalam membangun kebiasaan hidup sehat di lingkungan keluarga,” ujar Tri Imawati.
Ia mengajak masyarakat, khususnya para ibu, untuk menjadi contoh dalam menerapkan pola hidup sehat, seperti rutin beraktivitas fisik, menjaga asupan makanan, menghindari kebiasaan yang berisiko terhadap kesehatan serta tidak mengabaikan keluhan kesehatan.
“Jangan menunggu munculnya penyakit baru kita peduli. Kalau ada keluhan seperti mudah lelah, sesak, jantung berdebar atau kondisi lain yang dirasakan tidak biasa, sebaiknya segera berkonsultasi dan melakukan pemeriksaan ke fasilitas pelayanan kesehatan,” katanya.
Tri berharap kolaborasi antara IBI, YJI, Dinas Kesehatan, rumah sakit, komunitas dan organisasi masyarakat dapat terus dilakukan untuk memperluas edukasi kesehatan kepada masyarakat.
“Semangatnya adalah bagaimana kita bersama-sama membangun masyarakat yang sadar kesehatan. Jantung sehat dimulai dari kebiasaan yang sehat, dari keluarga, dan kemudian menjadi budaya di masyarakat,” pungkasnya.
Bunda Eni : Jangan Tunggu Sakit
Ketua YJI Kota Metro, Bunda Eni Sumiyati Bambang, mengatakan peringatan Hari Jantung Sedunia bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan jantung.
Menurutnya, kesehatan jantung berkaitan erat dengan kualitas kehidupan keluarga dan masyarakat.

“Tema yang kita usung pada pagi hari ini, ‘Jantung Sehat, Keluarga Kuat, Masyarakat Hebat’, memiliki makna yang sangat penting. Kita berbicara tentang kesehatan jantung, keluarga yang terus berkumpul, serta generasi yang sehat dan produktif,” kata Bunda Eni.
Ia menegaskan menjaga kesehatan jantung bukan hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan, tetapi membutuhkan peran seluruh masyarakat.
Upaya tersebut dapat dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti berolahraga secara rutin, menjaga pola makan, mengelola stres, menghindari kebiasaan berisiko serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
“Jangan menunggu sakit terlebih dahulu untuk mulai peduli terhadap kesehatan kita. Lebih baik mencegah daripada mengobati,” ujarnya.
Bunda Eni juga mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam kegiatan tersebut, mulai dari Dinas Kesehatan Kota Metro, RSUD Ahmad Yani, KJS, Universitas Wira Buana, hingga Rumah Sahabat Fiki.
Kolaborasi untuk Anak-Anak Istimewa
Selain fokus pada kesehatan jantung masyarakat, peringatan tersebut juga menghadirkan ruang kebersamaan bagi anak-anak istimewa di bawah naungan Rumah Sahabat Fiki Kota Metro.
Kegiatan diisi dengan Fiki Market, Beauty Class, serta penggalangan donasi untuk membantu anak-anak yang memiliki permasalahan jantung.
Founder Rumah Sahabat Fiki Kota Metro, Eka Kurniasih, mengatakan keterlibatan anak-anak istimewa dalam peringatan Hari Jantung Sedunia 2026 menjadi momentum untuk mengajak masyarakat melihat isu kesehatan sekaligus kepedulian sosial secara lebih luas.
Menurutnya, anak-anak dengan kondisi khusus, termasuk mereka yang memiliki permasalahan jantung, membutuhkan perhatian, dukungan dan pendampingan dari lingkungan sekitarnya.
“Bagi kami, kegiatan ini bukan hanya tentang memperingati Hari Jantung Sedunia, tetapi juga bagaimana kita membangun kepedulian bersama terhadap anak-anak istimewa. Mereka membutuhkan ruang untuk beraktivitas, berkarya, bersosialisasi dan mendapatkan dukungan dari masyarakat,” ujar Eka.

Ia mengapresiasi kolaborasi YJI Kota Metro, Dinas Kesehatan, tenaga kesehatan, komunitas, dunia pendidikan serta berbagai pihak yang telah memberikan ruang bagi anak-anak di bawah naungan Rumah Sahabat Fiki untuk ikut terlibat dalam kegiatan tersebut.
Eka mengatakan kegiatan seperti Fiki Market dan Beauty Class juga menjadi sarana untuk meningkatkan kepercayaan diri serta memberikan pengalaman positif bagi anak-anak istimewa.
“Kami ingin anak-anak ini tidak hanya menjadi penerima perhatian, tetapi juga diberikan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan dan potensi mereka. Ketika masyarakat memberikan ruang dan dukungan, mereka bisa tumbuh lebih percaya diri,” katanya.
Terkait penggalangan donasi untuk anak-anak yang memiliki permasalahan jantung, Eka berharap kepedulian tersebut dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak anak yang membutuhkan.
“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjadi bagian dari gerakan kepedulian ini. Sekecil apa pun dukungan yang diberikan, bagi anak-anak dan keluarga mereka tentu sangat berarti,” tuturnya.
Eka berharap semangat kolaborasi yang terbangun dalam peringatan Hari Jantung Sedunia 2026 dapat terus dilanjutkan dalam berbagai kegiatan sosial dan kesehatan lainnya.

“Harapan kami, semangat ‘Jantung Sehat, Keluarga Kuat, Masyarakat Hebat’ bukan hanya menjadi tema kegiatan hari ini, tetapi benar-benar menjadi gerakan bersama. Ketika kita peduli terhadap kesehatan dan anak-anak istimewa, kita sedang membangun masyarakat yang lebih kuat, inklusif dan penuh kepedulian,” harapnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro dr. Fitri Agustina, Direktur RSUD Ahmad Yani Kota Metro Eko Hendro Saputro, Direktur Universitas Wira Buana Metro, Tim Power Rangers, pengurus Rumah Sahabat Fiki, Tim KJS, serta komunitas anak-anak istimewa seperti KOPALA (Autis), PORDILA (Disabilitas Intelektual), Jantung Anak, Komunitas Downsindrom Metro, Lampung Mendengar, FKCPL (Cerebalpalsy)
Melalui peringatan Hari Jantung Sedunia 2026, para peserta diajak menjadikan aktivitas fisik, pola hidup sehat dan pemeriksaan kesehatan sebagai bagian dari kebiasaan sehari-hari.
Pesan yang dibawa pun sederhana : menjaga jantung bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk menjaga keluarga tetap kuat dan menciptakan masyarakat yang lebih sehat. (Red)
Tulis Komentar