Bandar Lampung, A1BOS.COM - Badan Pusat Statistik (BPS)
Provinsi Lampung mencatat nilai kumulatif ekspor Lampung selama periode Januari
hingga November tahun 2025 mencapai 5,98 miliar dolar AS.
Kinerja perdagangan luar negeri Provinsi Lampung
menunjukkan tren positif lantaran mengalami kenaikan sebesar 19,07 persen jika
dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (2024) yang berada di
angka 5,02 miliar dolar AS.
Statistisi Ahli Muda BPS Lampung Muhammad Sabiel Adi
Prakasa mengatakan surplus neraca perdagangan ini didorong oleh kuatnya
permintaan komoditas unggulan Lampung di pasar global.
"Secara kumulatif dari bulan Januari hingga November
2025 kinerja ekspor Provinsi Lampung telah mencapai 5,98 miliar dolar AS atau
meningkat 19,07 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai
5,02 miliar dolar AS," sebutnya, Selasa (06/01/2026).
Selama periode ini BPS mencatat terdapat tiga negara utama
yang menjadi tujuan ekspor terbesar Provinsi Lampung.
Amerika Serikat menempati posisi pertama dengan nilai
ekspor mencapai 926,66 juta dolar AS atau sebesar 15,51 persen.
Komoditas ekspor utamanya adalah lemak dan minyak hewan
atau nabati.
Posisi kedua ditempati oleh Pakistan dengan nilai ekspor
sebesar 544,13 juta dolar AS atau 9,11 persen yang juga didominasi oleh
komoditas lemak dan minyak hewan atau nabati.
Sementara itu Tiongkok berada di urutan ketiga dengan
kontribusi nilai ekspor sebesar 536,72 juta dolar AS atau 8,98 persen dengan
komoditas utama yang serupa yaitu lemak dan minyak hewan atau nabati.
Secara kumulatif hingga November 2025 dominasi ekspor
Lampung masih dipegang oleh tiga golongan komoditas utama, yakni lemak dan
minyak hewan atau nabati, kopi, teh dan rempah-rempah, serta bahan bakar
mineral.
"Yang tertinggi adalah lemak dan minyak hewan atau nabati.
Nilainya 2.352,04 juta dolar AS atau sebesar 39,36 persen dari total
ekspor," kata dia.
Di urutan kedua ada kopi, teh, dan rempah-rempah dengan
nilai 1.580,15 juta dolar AS atau sebesar 26,44 persen dari total ekspor.
Lalu bahan bakar mineral menempati urutan ketiga dengan
nilai 672,59 juta dolar AS dengan andil sebesar 11,26 persen.
Khusus pada bulan November 2025 Sabiel mengatakan bahwa
Lampung mencatatkan surplus neraca perdagangan sebesar 386,70 juta dolar AS.
"Kinerja ini didukung oleh nilai ekspor bulanan yang
mencapai 532,61 juta dolar AS tumbuh 7,49 persen secara tahunan,"
tambahnya.
Sabiel mengatakan nilai impor luar negeri Lampung pada
November 2025 tercatat sebesar 145,91 juta dolar AS.
"Nilai impor ini menunjukkan peningkatan 25,54 persen
secara tahunan (yoy) bila dibandingkan dengan nilai impor di bulan November
2024 yang mencapai 116,23 juta dolar AS," terang Sabiel.
Secara kumulatif nilai impor Januari hingga November 2025
mencapai 1,91 miliar dolar AS mengalami penurunan sebesar 1,07 persen
dibandingkan dengan nilai impor pada periode yang sama di tahun 2024 yang
mencapai 1,93 miliar dolar AS.
Pada periode Januari hingga November 2025 terdapat tiga negara
utama yang menjadi asal impor terbesar bagi Provinsi Lampung.
Peringkat pertama ditempati oleh Nigeria dengan nilai impor
mencapai 354 juta dolar AS atau mencakup 18,58 persen dari total impor dengan
bahan bakar mineral sebagai komoditas utamanya.
Posisi kedua diisi oleh Amerika Serikat dengan kontribusi
sebesar 277,88 juta dolar AS (14,58 persen) yang didominasi oleh impor kereta
api, trem, dan bagiannya.
Sementara itu Australia berada di posisi ketiga dengan
nilai 233,06 juta dolar AS (12,23 persen) dengan komoditas unggulan berupa
binatang hidup.
Jika ditinjau berdasarkan jenis komoditasnya performa impor
Lampung hingga November 2025 secara keseluruhan didominasi oleh tiga golongan
utama.
"Bahan bakar mineral menjadi kontributor terbesar dengan nilai mencapai 789,53 juta dolar AS atau setara dengan 41,43 persen pangsa pasar. Kedua diikuti komoditas gula dan kembang gula tercatat sebesar 183,15 juta dolar AS (9,61 persen) serta komoditas binatang hidup dengan nilai 180,71 juta dolar AS atau sebesar 9,48 persen dari total keseluruhan impor," tandasnya.
(Taklika)
Tulis Komentar