Kota Metro, A1BOS.COM - Setelah lebih dari dua tahun
dibiarkan tertimbun longsor saluran irigasi vital di wilayah Metro Utara
akhirnya mendapat penanganan darurat. Longsoran dinding irigasi sedalam sekitar
tujuh meter di tersier KR 4C Kiri yang berada di perbatasan Kelurahan
Purwoasri dan Purwosari selama ini menjadi penyebab utama terganggunya aliran
air ke sedikitnya 90 hektare sawah milik petani setempat.
Kondisi tersebut membuat puluhan petani terpaksa menunda
tanam. Bahkan sebagian mengalami gagal panen berulang.
Ironisnya kerusakan yang telah berlangsung lama itu baru
mendapat respons konkret berupa pengerukan menggunakan alat berat pada awal
tahun 2026 dan itu pun masih bersifat penanganan darurat.
Camat Metro Utara Heri Hendarto mengakui bahwa irigasi KR
4C Kiri merupakan urat nadi pertanian bagi dua kelurahan tersebut.
Ia menyebutkan kerusakan dinding irigasi telah terjadi
sejak lama dan terus memburuk dari tahun ke tahun.
“Ini namanya irigasi KR 4C Kiri. Masyarakat Kelurahan
Purwoasri dan Purwosari sangat bergantung pada irigasi ini. Total ada sekitar
90 hektare sawah yang diairi. Longsoran dinding irigasi ini sudah berlangsung
lama lebih dari dua tahun,” ujar Heri di lokasi pengerukan, Senin (05/01/2026).
Menurut Heri, para petani sebenarnya tidak tinggal diam. Upaya
gotong royong telah dilakukan secara swadaya, namun tingkat kerusakan yang
cukup parah membuat perbaikan manual nyaris mustahil diselesaikan oleh masyarakat.
“Kelompok tani kemarin sudah berusaha gotong royong secara
manual. Namun karena longsornya cukup parah itu tidak mungkin dituntaskan
sendiri. Maka setelah kami koordinasi dengan Wakil Walikota, hari ini kami berinisiatif
mendatangkan alat berat. Kami mengucapkan terima kasih kepada Wakil Walikota,”
jelasnya.
Namun demikian, Heri menegaskan bahwa pengerukan
menggunakan ekskavator tersebut bukan solusi permanen. Penanganan yang
dilakukan saat ini semata-mata untuk menyelamatkan musim tanam agar petani
masih bisa mendapatkan aliran air.
“Perlu kami sampaikan longsoran ini sudah bertahun-tahun
dan baru hari ini dilakukan penanganan sementara. Pengerukan hari ini hanya
bersifat darurat. Ini sudah kami usulkan untuk perbaikan ke depan. Target kami
hanya agar petani bisa menanam dan mendapatkan air untuk satu musim tana mini,”
katanya.
Setelah penanganan darurat lanjut Heri, masyarakat kembali
diminta bergotong royong untuk menjaga agar aliran air tetap terbuka sambil
menunggu tindak lanjut perbaikan permanen dari pemerintah.
Keluhan serupa disampaikan oleh Suyono tokoh masyarakat
Purwoasri. Ia menilai persoalan irigasi KR 4C Kiri bukan sekedar terjadi dalam
dua tahun terakhir, melainkan sudah berlangsung lebih lama dan berulang kali
dikeluhkan petani tanpa penyelesaian tuntas.
“Sebenarnya bukan hanya dua tahun, ini sudah lama sekali. Beberapa
kali petani kita mengeluh. Sistem pengairan di Purwoasri ini kuncinya ada di
sini untuk mengairi sekitar 90 hektare sawah,” ungkap Suyono
Ia menegaskan irigasi tersebut merupakan satu-satunya akses
pengairan bagi sawah di Purwoasri. Ketika saluran itu buntu seluruh sistem
pertanian ikut lumpuh.
“Ini akses irigasi satu-satunya. Kalua ini buntu, ya macet
semua. Dampaknya sering gagal panen. Petani terpaksa menggunakan diesel untuk
menyedot air dari sungai, biaya bertambah hasil panen tidak sebanding,”
ujarnya.
Suyono berharap pemerintah tidak lagi menempatkan persoalan
irigasi sebagai masalah pinggiran. Menurutnya perbaikan KR 4C Kiri harus
menjadi pekerjaan rumah utama bukan sekedar proyek tambal sulam musiman.
“Kami mohon kepada pemerintah ini menjadi PR ke depan. Kami
tidak meminta bangunan yang mewah-mewah, yang penting air lancar. Penanganan sekarang
ini hanya sementara, kami harap perbaikan permanennya bisa segera dilakukan,”
tegasnya.
Penanganan darurat irigasi KR 4C Kiri setidaknya memberi harapan jangka pendek bagi petani untuk kembali menanam. Namun fakta bahwa kerusakan vital ini dibiarkan bertahun-tahun tanpa solusi permanen menjadi catatan serius, sekaligus pengingat bahwa infrastruktur dasar pertanian masih kerap menunggu terlalu lama sebelum benar-benar ditangani.
(Taklika)
Tulis Komentar